Rumah Ngopi

#rumahngopi #cibinong #sruput #video360 #virtualtour #bunsya

Dari namanya dah kebayang ya, kopi everywhere…

Desember 2020, rumah ngopi ini belum lama buka. Dan beruntungnya gw waktu itu diajakin temen ke sini, pas lagi diskon 30% karena masih promo karena brand new.

Yang makan banyak, 6 orang. Deg-degan ga pas bayar? Alhamdulillah terjangkau… dan kaget aja pas dikurangin 30%, uhuy…

Makanannya lumayan… Tapi yang lebih gw senengin sih tempatnya yang cozy. Asik buat nongki. Sayang, waktu gw datang, rooftopnya belum jadi. So, belum menikmati roof top untuk menikmati pemandangan kota Cibinong.

Mari genks melipir ke sini. Buat santai bisa, buat kerja bisa…

Lanjut Rafting Pengalengan

#video360 #virtualtour #rafting #arungjeram #arusliar #rusuh #friendzone #pengalengan #sungaipalayangan #bandung #bunsya #mainair #kangewater #dinginbetsumpah #basah #becek

Sebenernya video 360nya bagian rafting yang udah ga seru sih. Ini setelah kita break di rest area, aliran sungainya sudah biasa saja. Ada beberapa jeram, tapi cemen sih hahahaha… Jadi, makanya berani keluarin action camnya. Kalau pakai casing, sebenernya berani aja ngerekam pas lagi seru-serunya jeramnya itu. Oklah next time kita rekam kalau ada casing di jeram-jeram yang seru ya.

Tapi, gapapa diceritain aja deh biar kebayang juga serunya.

Habis atraksi pemandu meluncurkan perahu dari bibir sungai ke sungai itu, kita langsung menaiki perahu. Baca do’a lalu cusss. Nah, baru beberapa meter, ga ada lah ya kayaknya 10 meter, itu perahu udah terombang-ambing dengan jeram pertama. Itu langsung gasss loh genks. Beda sama di Citatih gitu, kan kita masih shanthai lah beberapa menit dengan jarak yang jauh. Tapi, yang ini langsung disambut jeram pertama yang debit arusnya luar biasa kenceng dan dahsyat sampai kita hampir beberapa kali perahu mau terbalik.

Gemes gw terus terang karena ga pegang dayung. Cuma pemandu yang pegang dayung. Paham sih kita ga dikasih dayung karena sudah dijelaskan, dulu itu semua peserta dikasih dayung, tapi banyak yang ga safety jadinya karena lebar sungai yang sempit, jadi dayungnya sering mentok dan parahnya suka kena temen sebelah. Abis itu memar-memar dah. Jadi makanya ga dikasih dayung lagi para peserta. Cuma ya itu, di saat genting gitu, gw bener-bener gemes ga ada dayung untuk bantuin pemandu untuk menstabilkan perahu. Seenggaknya kalau ada dayung, pemandu akan teriak kita mesti apa kan, kita lakuin supaya perahu tetep stabil.

Alhamdulillahnya saat itu ga jadi terbalik walau udah beberapa kali mau terbalik saking kencengnya arus. Ga kebayang kalau terbalik, kita akan keseret lumayan itu sama arusnya. Walau ga kebalik tapi ada drama lah ya di perahu kita. Jadi tuh pemandunya berusaha mengkaitkan ujung dayung dengan ujung dayung rescue team yang standby terus di atas. Atas itu bibirnya sungai, tapi jarak dari atas ke sungai itu sekitar 4 meteran. Makanya gw bilang atas.

Nah, jadi dayung rescue team berusaha untuk mengkaitkan ujung dayung pemandu kita supaya perahu kekontrol. Tapi, susah cong. Itu udah sambil teriak-teriak, masih ga bersatu ujung dayungnya untuk saat yang lama. Hati gw aja ga kesangkut-sangkut sama pria idaman, apalagi ini ujung dayung yang ga sehati… #ea. Sempet kesangkut sebentar trus lepas lagi. Rescue team yang di atas masih terus berupaya. Pemandu cuma sendirian coba berusaha menjangkau ujung dayung. Sampai akhirnya terlepas, dan dayung rescue team nyangkut di semak-semak dinding sungai.

Lalu akhirnya pemandu teriak “tali!”. Sambil sedikit berlari kecil, rescue team lempar tali. Ya mereka harus ngikutin posisi perahu. Kan perahu kita lagi ga stabil itu, jadinya lumayan drama. Rescue team sempet ga denger teriakan pemandu karena suara debit air yang kenceng dan jarak 4 meter yang lumayan. Dan kitapun ikutan teriak, “tali! tali!”. Baru deh dilempar itu tali ke arah perahu kita. Untungnya ketangkep sama si pemandu. Langsung tarik-tarikan, lalu akhirnya berhasil menguasai perahu.

Fuuhh… akhirnya… Alhamdulillah… stabil kembali. Pas lagi stabil gitu, si pemandu liat jarinya, ternyata berdarah. Pas drama tadi mungkin ya kan dia angkat-angkat dayung ke atas itu di dinding sungai kan banyak pepohonan, rerumputan kayak semak belukar gitu, jadi mungkin ada kegores sama benda-benda di sana. Gw tawarin handsanitizer yang gw bawa di dry bag gw, dia menolak halus. Katanya ada air. Maksudnya air sungai gitchu. Jadi dia bersihin aja pake air sungai. Dah kebal lah ya, dah biasa mungkin luka-luka ringan gitu kalau jadi pemandu.

Setelahnya kita lanjut ke jeram 2 sampai dengan 6 kalau ga salah. Itu mayan lah, heboh-heboh dan seru-seru semua karena semua jeramnya itu berbentuk posisi air terjun. Tapi ga setegang jeram yang pertama banget hahahaha… Cuma ya kita semua bawa enjoy aja. Hepi-hepi aja lah. Saatnya keluarin beban, teriak-teriakan, biar lega di hati hehe…

Nah barulah kita break di rest area (ada di postingan sebelumnnya). Baru deh kita lanjut raftingnya dengan shanthai sisanya sampai dengan garis finish. Di sepanjang jalur ini kita bisa ngobrol-ngobrol dan ketawa-ketiwi. Santai lah pokoknya. Menikmati alam, hejo kanan kiri. Seger. Otak kayaknya kebuka gitu xixixixi…

Tertarik genks? Yuk, dicoba rafting pengalengannya. Gw juga mau lagi sih kalo ada yang ngajak-ngajak hahahahaha…

Pajero di Rafting Pengalengan

#video360 #virtualtour #rafting #pajero #bujero #selesai #semakbelukar #finish #pulang #dingin #basah #kuyup #lepek #lumpur #bunsya

Akhirnya selesai sudah petualangan rafting sungai Palayangannya. Saatnya kembali ke darat.

Turun dari perahu, jalur yang diambil adalah kebun. Entah kebun apa, ini ada perbincangan yang berisik di group, antara kebun kopi dan apa lah itu wkwkwkwk…

Selesai ngebelah kebun tersebut, sampailah kita di parkiran pajero, transportasi untuk angkut peserta rafting balik ke mepo awal. Perahu-perahu ditaro di atas pajero, dua susun. Wah, pokoknya manih keren lah itu pajeronya.

Sepanjang perjalanan kita bener-bener menikmati pemandangan karena yang kita lihat itu kebun teh. Hejo lah di sekitar itu. Seger.

Btw, biar kita pake pajero tapi bayaran raftingnya ga mehong loh… asli terjangkau… 🙂

Rest Area Rafting Pengalengan

#rafting #video360 #virtualtour #arungjeram #arusliar #jeram #arus #air #kangenwater #rinduair #splash #dingin #restarea #istirahat #jagungrebus #gorengan #rehat #isianginperahu #ngalorngidul #hutanpinus

Ga cuma jalan tol yang punya rest area. Rafting juga cuy. Bedanya kita ga perlu ngeliat kemacetan di sungai hahahaha…

Setelah 5-6 arus seru dilewati, waktunya break sebentar. Menikmati jagung rebus, gorengan dan pastinya alam indah hutan pinus. Ketje lah pemandangan tuh. Seger mata.

Penjaja jagung rebusnya anak SD yang gaol. Kalo gorengannya mak-mak. Setelah kedinginan dihajar arus dan air dingin (sumpeh dingin bet), saatnya menghangatkan tubuh dengan jagung rebus itu plus gorengan anget plus teh anget. Amboi…

Sambil ngisi waktu, ya ngobrol ga pugu aja deh. Ngalor ngidul. Bener-bener ngelepasin beban. Jangan lupa untuk foto-foto di sana dengan background hutan pinus di jembatannya. Ciamik.

Sok atuh puter-puter videonya ke kanan ke kiri ke atas ke bawah, liat keasrian hutan dan air mengalir…

Atraksi Meluncurkan Perahu Rafting Palayangan

#rafting #video360 #virtualtour #pengalengan #palayangan #jawabarat #westjava #jalan2 #travel #adventure #ngebolang #bunsya #atraksi #pemandu #mainair #kangenwater

Keren ini atraksi yang dilakukan para pemandu dalam meluncurkan perahunya dari darat ke sungai. Sebelumnya dari danau kita ke darat dulu. Pemandu angkat-angkat perahu, nyebrangin jalanan, lalu meluncurkan perahu di turunan darat yang menuju ke sungai (sayangnya ga direkam euy). Isi angin ke perahu di pos dadakan. Baru deh bawa-bawa perahu lagi ke pinggiran tepi sungai, trus langsung meluncurkan perahu ke bawah sungai sambil loncat masuk ke dalam perahu si pemandunya.

Buat gw sih itu keren. Karena belum tentu gw dan yang lainnya bisa melakukan itu. Itu karena mereka sudah terbiasa. Kalau kita mau coba bisa aja, tapi dipandu dan dijagain dulu di awal hahahaha… Lah kalau panik? Bisa tublek ntar wkwkwkwk…

Selebihnya ngantri lah masuk perahu satu-satu. Baca do’a. Lalu mulai arung jeram.

Serunya di sungai Palayangan ini, baru beberapa meter, kita udah mau tublek perahunya. Sampe teriak-teriakan minta tali. Ga kebayang kalau kebalik dan nyemplung semua di air karena arusnya deres bet hahahaha… karena potensi itu ada dan besar sekali.

Dah lah ya, ceritanya di postingan berikut aja, biar kepo 😀

Briefing Air Rafting Pengalengan

#video360 #virtualtour #rafting #sungaipalayangan #pengalengan #bunsya #mainair #kangenwater #arungjeram #splash #river #yiruma #riverflowsinyou #jawabarat #westjava #beautifulindonesia

Langsung aja genks…

  • Jika kita duduk di sebelah kanan, kaki kanan masukin ke bantalan perahu biar kuda-kudanya kuat dan kaki kirinya ke belakang. Duduknya lurus aja cuy, ga usah miring kayak foto model. Dan sebaliknya kalau duduk di kiri berarti kaki kiri masukin ke bantalan depan perahu dan kaki kanannya ke belakang.
  • Jika di barisan paling depan duduk sendiri, posisikan di tengah-tengah untuk penyeimbang.
  • Aba-aba geser kiri, langsung pindah kiri. Kudu kompak genks. Yang duduk di kanan, langsung merapat ke kiri. Pat nam lah. Lalu kita goyang-goyang di perahu biar kalau stuck di batu, bisa lepas dari cengkramannya. Lalu aba-aba “kembali” berarti duduk normal lagi ke posisi awal. Begitu sebaliknya ke kanan.
  • Aba-aba “Boom”, langsung masuk ke lantai perahu. Rapatkan paha ke badan depan, jangan badan orang depan. Lutut di atas senyaman mungkin. Pegangan tali. Kalau tidak pegangan tali, kita bisa kepental keluar dari perahu karena jeram di sungai Palayangan berbentukan air terjun semua.
  • Selebihnya, hepi refting (pake e).

Greeting Rafting Pengalengan Sambil tengok briefing air di tetangga sebelah

#rafting #vide360 #virtualtour #pengalengan #sungaipalayangan #mainair #kangenwater #briefing #greeting #metime #bunsya #nyebur

Karena ini open trip, jadilah kita mesti kenal dulu sama temen-temen seperahu. Kenal maka sayang. Tak kenal maka taarufan…

Sambil kenalan, kita juga sebenernya nguping perahu sebelah yang dikasih briefing lagi untuk dilaksanakan di perahu. Pemandu akan kasih tau posisi dan apa yang harus kita lakukan di perahu selama mengarungi sungai Palayangan ini.

Sebenernya kita masih di situ ini, alias danau. Jadi keliatannya airnya tenang. Awalnya sempet bingung dan tanya-tanya, ini seriusan airnya tenang gini untuk rafting? Pemandu cuma ketawa aja. Dan ternyata situ itu cuma pemanasan dan ajang untuk briefing lagi, teknik berada di perahu, karena kalau udah sampai sungainya, dijamin udah langsung seru-seruan.

Gw juga sempet tanya sih, kok tetangga sebelah dikasih tau (briefing), kita ga? Pemandunya dengan senyum mautnya, senyum lagi. Untung ga ada es krim waktu itu #gakmeleleh.

Di postingan berikut deh, gw infoin briefing di air ya genks. Kalau ini nikmatin aja dulu situnya yang diam-diam menghanyutkan… sekalian ada pesan tersembunyi dari teman seperjuangan untuk like, subscribe sama share hahahahaha…

Rafting Palayangan, Pemakaian Alat

#rafting #video360 #virtualtour #pemakaianalat

Saatnya memakai alat keselamatan: safety vest dan helmet. Sambil nunggu yang lain pada pakai, ngobrol dulu sama pemandunya mengenai sungai Palayangan ini. Air yang jernih, lebar yang sempit (dibanding sungai-sungai rafting lain), tapi arus yang aduhai karena hampir semua arusnya seperti air terjun mini, turunan, jadi seru banget.

Sisanya? Foto-foto dulu, khususnya sama group, temen-temen yang baru kenal di tkp. Bolehlah ya narsis terus hahahaha…

Briefing Darat Rafting Palayangan

#rafting #pengalengan #palayangan #arungjeram #air #water #briefing #bunsya #adventure #ngebolang #mainair #kangenwater #splash #friendzone #travel #jalan2 #indonesiaindah #beautifulindonesia #let’stravel #nature #sungai #river

Rafting dilaksanakan di sungai Palayangan sepanjang 4.5 KM dimulai dari Situ Cileunca dengan memakan waktu kurang lebih 1 – 1.5 jam.

Beberapa hal mengenai safety harus diperhatikan, yaitu:

  1. Pemakaian pelampung. Sebelum dipakai, pastinya harus dikendorkan dulu tali-talinya agar bisa masuk ke badan kita dengan cara mendorong pinnya ke belakang. Pakaikan, lalu kancingkan/ kunci agar yang kanan dan kiri bersatu. Kancing aja bersatu, kamu kapan? #ea… Trus kancingnya mesti sejajar ya, jangan menyilang. Ditakutkan kalau menyilang jadinya selingkuh #ups. Kalau sudah terkancing, kencangkan setiap tali dengan cara menariknya satu-satu. Jangan sampe terlalu kencang ya genks, nanti engap. Jangan juga terlalu longgar karena kalau lompat dari perahu secara ga sengaja (alias kejungkil dan nyebur ke sungai), pas temen mau bantuin, malah keangkatnya cuma jaketnya aja, lo-nya tetap mengikuti arus dan ga ketolong. Kalau arus hati mah gapapalah… #haish
  2. Pemakaian helmet atau helm. Prinsipnya sama dengan pemakaian life vest. Jangan terlalu ketat dan jangan terlalu longgar. Senyamannya. Setelah dikancing tali helmnya, cek dengan 2 jari kita di bawah dagu. Kalau udah pas 2 jari berarti ok.
  3. Untuk gaya berenang, kita cuma dianjurkan 1 gaya saja, yaitu gaya pasrah. Celentang dengan kepala membelakangi arus dan tangan terbuka untuk sebagai kemudi. Kaki diusahakan berada di atas permukaan air dan kondisi tertutup agar tidak tersangkut batu.
  4. Jika ada teman seperahu yang jatuh, jangan tarik tangannya atau kepalanya, melainkan tarik bahu pelampung (life jacket) secara berhadap-hadapan muka. Jika posisi teman yang jatuh membelakangi kita, sebisa mungkin kita putar agar berhadap-hadapan, lalu diangkat.
  5. Jika teman yang jatuh “casing”nya besar, maka kita harus menurunkannya dulu ke air selama 3 detik agar ada bantuan hentakan ketika kita menariknya ke atas perahu.
  6. Jika teman yang jatuh posisinya jauh dari perahu, yang diperahu fokus saja dengan perahunya. Akan ada rescue team yang akan melemparkan tali (panjang tali sekitar 10 – 15 meter) ke korban. Korban harus segera menangkap tali dan berbalik arah, meletakkan tali di salah satu pundaknya. Untuk penarik tali, tarik dengan cara biasa, tidak perlu melilitkan tali di tangannya karena akan berakibat buruk.

Selamat rafting! 🙂