Semangat Air (Rafting) Water Spirit

Sungai Citatih dengan debit normal 45m/s yg dimulai dari Sukabumi sampai dengan Pelabuhan Ratu. Tempat yang cantik untuk bersemangat bersama air. Rafting kami menamakannya.

The Citatih with normal debit 45m/s that starts from Sukabumi to Pelabuhan Ratu harbour. Beautiful place to have spirit with water. We named it Rafting.

Perjalanan dimulai dari Jum’at malam tgl 23 Mei 2014. Rombongan menggunakan 2 bis kapasitas @30 orang, berangkat dari kantor TPSE hampir jam 9 malam. Jadwal awal adalah jam 8 malam. Molor sejam J. Maklum, kami pekerja yang waktunya sangat sibuk untuk bekerja :):):).

The journey began  from Friday night on 23 May 2014. The group used 2 buses with capacity @30 people, left from TPSE office almost 9pm. 1st schedule was 8pm. Late for 1 hour. Be understood that we, employees, are very busy for working :):):).

Sendal gunung belum ada, cemilan harus dibeli, tanding tepok bulu harus tetap berjalan, deadline menunggu, jadilah tim pembeli sendal berangkat, tim tanding tepok bulu menyelesaikan tugasnya dulu, panitia pembeli cemilan berangkat, deadline terpaksa diserahkan ke Project Manager :).

Hiking slipper was not yet ready, snack must be bought, badminton games must go on, deadline was waiting, so there hiking slipper team left, badminton teams finished their duty, snack committee left and deadline was given to Project Manager :).

Perjalanan sampai ke hotel Augusta Sukabumi, Jl. Raya Cikukulu (arah kota Sukabumi) menyita waktu sampai dengan kurang lebih 4 jam. Sedikit ada kecelakaan karena sepanjang jalan di jalan raya sukabumi banyak lubang. Jadi, ketika sedang pules2nya kami, tiba-tiba bis berhenti mendadak. Ternyata, ada sepeda motor yg terjungkil karena lubang dan sopir bis kami mencoba menghindar. Untunglah tidak menjadikan peristiwa tersebut berkepanjangan. Jadi, untuk yang hendak melewati jalan tsb, harap sangat berhati-hati.

The journey arrived to Augusta Hotel Sukabumi, Jl. Raya Cikukulu (Sukabumi city direction)  took time to more less 4 hours. A bit accident we had due to many holes on the road. When we were sleeping so tight, suddenly the bus stopped. We found that there was a motorcycle crashed to the road and our driver tried to avoid it. Fortunately, the case was done immediately. So, be careful for those who want to pass that road.

Sampai di hotel, waktu menunjukkan jam setengah 1 pagi tgl 24 Mei 2014. Beberapa tidur, beberapa masih terbahak-bahak…

We arrived at almost 1 am on 24 May 2014. Some were sleeping, some were laughing …

Sekitar hampir jam 7.30 pagi, kami sudah siap sedia untuk check out dan menuju ke meeting point Riam yang berada di PLTA Ubrug, Sukabumi. Riam kali ini bekerja sama dengan RIAM JERAM, www.riamjeram.com, berkantor di Kompleks Perkantoran D’Best Blok C/7, Jl. RS Fatmawati Raya No. 15, Gandaria Selatan, Jakarta, Telp: 021-769-9016sd17. Kami sudah siap dengan jaket penyelamat, helmet dan dayung jam 9 pagi. Pakaian terbaik saat akan rafting adalah kaos, celana panjang. Pendek (tidak jeans), sendal gunung, topi dan kacamata bila perlu. Barang-barang berharga peserta akan disimpan dalam box penyelenggara dengan dibungkus plastik terlebih dahulu. Barang-barang tsb tidak disertakan dalam perahu kita. Jika ingin membawa barang yang disertakan dalam perahu, bisa dibungkus juga dengan plastik dan dititipkan ke petugas di perahu kita. Mereka telah mempersiapkan tas anti air dan dikunci ke tali dalam perahu. Barang-barang yang bisa dibawa adalah baju ganti jika ingin sholat zuhur (karena jalur yang panjang), kamera, rokok, dll yang memang diperlukan selama perjalanan karena dijamin tidak akan ada pedagang asongan selama menyusuri sungai :).

It’s almost 7.30am, we were ready to check out and prepared to first meeting point which positioned in PLTA Ubrug Sukabumi. Rafting this time was with RIAM JERAM, www.riamjeram.com, office at Kompleks Perkantoran D’Best Blok C/7, Jl. RS Fatmawati Raya No. 15, Gandaria Selatan, Jakarta, Telp: 021-769-9016to17. We were ready with life jacket, helmet and paddle at 9am. The best dress was t-shirt, short/ pants (no jeans), hiking slipper, hat and glasses if needed. Important items will be kept in the box but should be wrapped up first with plastic. Those things would not be together with us on the boat. If we would like to have them on the boad, we need to wrap up with plastic and pass them to the guide. They have prepared waterproof bag that would be locked to the boat. Those things can be changing clothes if you want to pray (due to long distance), camera, cigarrette, etc that you need during the journey on the river because I guarantee there will be no food street standby 🙂.

Foto bersama dengan perlengkapan lengkap, lalu briefing dengan petugas mengenai instruksi yang akan diberikan selama di perahu. Instruksi tersebut adalah bagaimana memegang dayung. Dayung mempunyai bentuk huruf T di ujungnya yang berguna untuk dipegang dengan mengunci jempol kita dan mendekap sisi atas T oleh 4 jari kita. Insturksi lain adalah maju yang berarti dayung ke depan. Mundur yang berarti dayung dari belakang. Ke kiri, berarti semua orang di perahu harus bergeser ke kiri. Ke kanan, berarti semua orang di perahu harus bergeser ke kanan. Boom, berarti semua orang harus ke tengah perahu dan jongkok juga meletakkan dayung dengan posisi vertikal.

Group picture with complete PPE (Personal Protective Equipment) then briefing with the guide about the instruction when we are on boat. Those instructions were, how to hold the paddle. The paddle has T form in one side in order to person holds it by locking its thumb and followed by 4 fingers. Another instruction was go ahead means we paddle to front. Go back means paddle to back. To the left means everybody on the boat must go to the left side and vise versa. Boom, means all people on the boat must go to the center of the boat and do half sit with vertical position of the paddle.

Selain itu juga ada informasi bila peserta kecebur ke air. Jika kita jatuh ke air dan atau perahu terbalik, hal yang paling utama adalah tidak panik dan posisi yang terbaik adalah celentang dengan kaki di permukaan air karena jika kaki di dalam air, kita tidak pernah tau batu-batuan yang berada di dalam air dan bisa mencelakakan kaki kita sendiri. Jika teman kita terjatuh ke dalam air, dalam jarak jauh, berikanlah dayung kita dengan posisi huruf T menuju ke korban dan dayung di posisi kita. Jika sudah mendekat, tarik jaket penyelamatnya bukan orangnya untuk naik ke perahu.

Another information was if there would be someone drawning to the water. If ourselves drawn or our boat is upside down, the most important thing is not panic and the best position is lying with face to the sky and feet are on water because if the feet are in water, it’s frighten of many stones in the water and they can harm our feet. If our friend drawn to the water, if the distance is quite far, we need to give our paddle with T form to his face and paddle is to our body. If he’s getting closer, then we need to pull him by the jacket, not the body.

Kamipun siap setelah briefing selesai. 10 perahu (9 perahu peserta, 1 perahu penyelamat) mulai beraksi. Jarak yang akan kami tempuh total 35 KM dengan 2x istirahat. Pengarungan pertama mempunyai rute Bojongkerta ke Leuwilalay sepanjang 12 KM. Pengarungan ke dua berute Desa Leuwilalay – Jembatan Cipicung sepanjang 23 KM. Pengarungan pertama mempunyai banyak riam dahsyat (adventure), sebaliknya rute kedua riamnya biasa-biasa saja (family package).

We were ready when briefing done. 10 boats (9 were participats, 1 was rescue team) started action. We would cross 35 KMs with 2 times break. First route was Bojongkerta to Leuwilalay for 12 KMs. Second one was Desa Leuwilalay – Cipicung Bridge for 23 KMs. First route was adventure route and the second one was family route, just so so.

Semula semua anteng dan menikmati keindahan sungai, sawah-sawah di pinggir sungai dan tebing-tebing. Namun, tiba-tiba semua jadi rusuh karena ada pelopor penggerak penceburan peserta. Saling tarik-menarik jaket penyelamat untuk menceburkan kawan, juga sangkut-sangkutan dayung untuk menarik kawan masuk ke air. Suasana jadi bising, gaduh dan semrawut karena setiap orang tertawa terpingkal-pingkal, teriak-teriakan, jatuh-jatuhan, culik-culikan dan sebagainya yang rusuh. Hal ini terjadi berulang-ulang karena saling balas membalas. Namun hal ini terjadi hanya jika di air tenang.

At first, all of us enjoyed the beauty of the river, farms on the edge of river and cliffs. But suddenly everything was messed due to provocator to pull and fall down people to river. All pulled each other on life-vest and used paddle to pull and made them drawn to the water. Situation became noisy, riot and mess because everyone was laughing, screaming, falling down each other, kidnapping and everything. This thing happened many time only when the water flowed calmly.

16 jeram kami lewati. Masing-masing jeram mempunyai nama dan karakteristiknya. Setiap jeram, ada nama pengenalnya dengan menggunakan papan nama yang ditempelkan di pohon atau tebing. Ada yang membuat beberapa teman-teman jatuh ke air karena kuatnya arus dan tidak siapnya pegangan di perahu, ada juga yang biasa saja tapi ada juga yang harus diawasi perahu penyelamat karena ganasnya arus. Setiap perahu mempunyai tali yang mengelilingi perahu berguna untuk pegangan peserta ketika melewati medan sulit.

16 cascades had been passed. Each of cascade has name and its characteristic. Each cascade’s name has its own board name on trees or cliff. Some friends were felt down to water because of hard stream and not to hold the boat. Some were ok. Each boat has rope that encircle the boat as handle by people when passing by the hard field.

Jeram pertama yang kami lewati adalah Jeram Slalom. Jeram ini sering kali digunakan untuk pertandingan dengan kategori slalom. Selain arusnya cukup kuat, tempat dan grade dari jeramnya sangat sempurna untuk dilakukan lomba tersebut. Maka dari itu disebut jeram slalom.

First cascade is Slalom cascade. This cascade is often used for competition. Besides the stream is strong, area and grade are perfect for competition.

Jeram kedua adalah Jeram Ngehe. Nama jeram yang diambil dari kata sumpah serapah para guide karena walaupun jeram ini mempunyai karakter yang tidak terlalu sulit, tapi ternyata bisa membuat perahu terbalik. Dan dari terbaliknya perahu itu, para pemandu sering menyebutnya “ngehe”.

Second cascade is Ngehe cascade. The name was taken from the oath of the guides because even this cascade is not difficult to pass, but can make the boat upside down. This upside down incident made guides call it “ngehe”.

Jeram ketiga adalah Jeram Serius. Jeram yang jangan dianggap remeh.

Third cascade is Serius (Serious) cascade. Never underestimate this cascade.

Jeram keempat adalah Jeram Jontor.

Fourth cascade is Jontor cascade.

Jeram ke 5, Jeram apa y? ah, lupa saya.

Fifth cascade is I have no idea. I forgot 🙂

Jeram ke 6 adalah Jeram (Saung) Asmara. Saung asmara berawal dari nama sebuah jeram yaitu jeram asmara yang mempunyai kisah dimana dalam 1 perahu terdapat sepasang kekasih yang selalu tidak ingin berada jauh satu dengan yang lainnya. Saat memasuki salah satu jeram, keduanya saling berpegangan tangan dan ternyata mereka berdua terjatuh dari perahu dan hanya mereka berdua yang jatuh.

Sixth cascade is Asmara (Romance) cascade. It began when there was a couple in one boat that they never ever wanted to separate. When the boat went into one of the cascades, both were holding hands and then they drawn to the water together. It’s only them who drown when no body didn’t.

Jeram 7, Jeram UnderCut. Jeram ini cukup kuat untuk mengikis bebatuan yang ada di depannya, sehingga ada satu batu besar yang terkikis yang membentuk ceruk di ujung jeram tersebut.

Seventh cascade is UnderCut cascade. This cascade is strong enough to scrape stones that lie in front of it. Then, till one day there was big stone was eroded to form niche in the end of cascade.

Jeram ke 8 adalah Jeram Pabeulit.

Eight cascade is Pabeulit cascade.

Pada jeram ini kami beristirahat di meeting point 1. Di sana kami menikmati kelapa bulat dan ubi rebus. Toilet tersedia. Tidak disangka 3 jeram setelah break sebentar adalah jeram-jeram yang dahsyat yang harus dikawal dan dijaga di depan arus oleh tim penyelamat.

In this cascade we took a break in meeting point 1. We enjoyed original coconut and boiled cassava. Toilet is available. Unexpectedly, 3 cascades after the break are tremendous cascades that we needed to be guarded by the rescue team.

Jeram 9, Jeram Gerbang.

Ninth cascade is Gerbang (Gate) cascade.

Jeram 10, Jeram Zig Zag. Jeram yang memiliki karakter zig zag. Perahu yang melewati jeram ini akan bermanuver kanan dan ke kiri.

Tenth cascade is Zig Zag cascade. This cascade has zig zag character. The boat which passes this cascade will do right and left maneuvers.

Jeram 11, Jeram Warok dan Marzuki Usman. Jeram yang mengisahkan suatu Leuwi Warok yang berarti tenggorokan dan langsung melewati jeram Marzuki Usman yang pada saat itu pengarungan bersama Bapak Marzuki Usman pada tanggal 26 Juli 1998. Saat itu beliau menjabat sebagai MenPora yang terjatuh di tempat tersebut.

Eleventh cascade is Warok and Marzuki Usman cascade. Cascade that told story about Leuwi Warok which means throat and straight passed Marzuki Usman cascade with Marzuki Usman on 26 July 1998. He was Head Minister of Youth and Sport and felt down to the cascade.

Setelah jeram ini, kami istirahat makan siang dan sholat Zuhur. Di meeting point ini, kami dapat menikmati foto-foto kegiatan kami di perahu yang diabadikan di 2 titik jeram. Setiap foto dikelompokkan berdasarkan pemandu. Setiap kelompok foto bernilai jual 100 ribu dibuatkan dalam CD. Setelah semuanya selesai, kami melanjutkan ke jeram berikutnya. Jeram-jeram setelah pos 2 terbilang sudah tidak ada tantangannya karena memang diperuntukkan kepada keluarga (family package).

After this cascade, we took a break for lunch and Zuhur pray. In this meeting point we enjoyed our pictures that was taken in 2 spots of cascades. Each picture was grouped based on the guide. Each photo group worth 100thousand IDR in 1 CD. After all had been done, we continued to next cascade. Cascades after post 2 were not so challenging because these cascades were for family (family package).

DSCN2990

Jeram 12, Jeram Kerinduan.

Twelfth cascade is Kerinduan (Missing) cascade.

Jeram 13. Jeram yang mempunyai kisah karakteristik berbelok-belok dan arus yang sangat kuat yang melalui penyempitan di antara 2 celah batu, sehingga terkesan saat memasuki jeram tersebut layaknya naik roller coaster.

Thirteenth cascade. This cascade has twist characteristics and strong stream that through the narrowing gap between two rocks, thus impressed upon entering the rapids like roller coaster.

Jeram 14 adalah Jeram Blender. Jeram yang berkarakter seperti blender yang bisa menggulung peserta yang jatuh dikarenakan jeram tersebut terbentuk karena adanya patahan sehingga terbentuk arus turbulen.

Fourteenth cascade is Blender cascade. This cascade is like blender which rolled people who felt down to the water because the cascade was formed due to fault forming a turbulent flow.

IMG_1190

Jeram 15 adalah Jeram Panjang. Jeram yang terdiri dari jeram-jeram kecil yang saling menyambung, membuat jeram ini menjadi panjang.

Fifteenth cascade is Panjang (Long) cascade. This cascade consists of small cascades that connect to each other, made this cascade became long.

IMG_0676

Jeram 16, Jeram Monyet. Ditemukannya beberapa monyet di jeram ini.

Sixteenth cascade is Monyet (Monkey) cascade. It was found some of monkeys in this cascade.

IMG_0637

Jeram 18, Jeram Kerinduan. Kisah jeram yang tidak akan melupakan jeram tersebut dan akan merasa rindu jika sudah melewati jeram kerinduan.

Eighteenth cascade is Kerinduan (Longing) cascade. Cascade story not to forget after passing through this cascade.

IMG_1315

Kami sempat menikmati keindahan alam gunung Bongkok dan sekitarnya sebelum berakhirnya petualangan kami. Pemandangan yang indah. Sayang sekali tidak bawa kamera waterproof. Walaupun bawa kamera digital biasa, saya sempat khawatir untuk mengeluarkannya untuk mengabadikan pemandangan indah tersebut karena takut kamera jadi korban keisengan teman-teman yang saling menceburkan ke air.

We enjoyed the beauty of mount Bongkok and surrounding before ending our journey. Beautiful scenery. Too bad I didn’t bring waterproof camera. Even though I just brought normal digital camera, I was bit worried to use it to take those beautiful views because friends were all fed to throw us into the water.

Beberapa meter sebelum sampai di meeting point terakhir (jembatan Cipicung), hampir semua perahu dibalikkan oleh pemandu dan teman-teman. Karena memang itulah pesan dari semua peserta dan keisengan pemantu untuk saling membalikkan semua perahu. Untungnya perahu yang saya naikin tidak bisa ditebalikkan karena saya tahan perahu sambil teriak-teriak untuk tidak dibalikkan ke pemandu hahahahahaha… 🙂

Few meters before last meeting point (Cipicung bridge), almost all boats were being upside down. It was message from all participants. Goodness, my boat was not being upside down because I screamed loud to the guide not to make it happened. It worked hahahaha… 🙂

DSCN3040

Dari lokasi tsb, berjejer angkot yang telah siap membawa kami ke meeting point terakhir. Hanya angkot yang bisa membawa kami dalam jumlah banyak karena jalanan yang ditempuh adalah jalan kecil. Perjalanan yang lumayan jauh yang akhirnya tembus keluar ke jalan raya Pelabuhan Ratu.

From that location, many small public transportation were ready to take us to the last meeting point. Only small cars could take us due to small roads. Very far distance to take us to Pelabuhan Ratu road.

Sampai di meeting point, kami bersih-bersih (mandi) dan  makan malam. Walaupun istilahnya makan malam, namun waktu masih menunjukkan pukul 4 sore lewat. Berangkat dari tempat pertemuan terakhir jam 5 sore dan tiba di kantor kembali jam 10 malam lewat. Di tengah perjalanan, kami sempat berhenti untuk beli oleh-oleh khas Sukabumi yaitu mochi dan pisang sale. Yummy… Pengalaman yang menyenangkan! 🙂

At the last meeting point, we took shower and had dinner. We call it dinner even it’s still 4pm. Last departure was at 5pm and arrived in the office at 10pm. We dropped by in the middle of the journey to buy Sukabumi souvenir, mocha and pisang sale. Yummy… great experience! 🙂

Saya bisa simpulkan detail perjalanan sbb:

Hari 1

20.30 – 01.00      Jakarta – Hotel Augusta Sukabumi

Hari 2

07.30 – 08.30      Hotel Augusta Sukabumi – PLTA Ubrug

09.00 – 11.00      PLTA Ubrug (meeting point 1) – Leuwilalay

11.00 – 12.00      Leuwilalay – meeting point 2

12.00 – 13.30      ishoma

13.30 – 15.00      meeting point 2 – Jembatan Cipicung

15.00 – 15.45      Jembatan Cipicung – meeting point 3

17.15 – 22.30      meeting point 3 – kantor jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s