Pusing di Malaysia

IMG_9403

#Malaysia #KualaLumpur #SungeiWang #Pavilion #AppleHotel #GuaBatu #BatuCave #Genting

Leaving Jakarta Sabtu jam 11.40 take off dengan Lion. Sampai di bandara KL sekitar jam 3 petang. Tak ada jemputan, so naik kereta (mobil) lah. Tadinya mau naik tren (kereta), tapi begitu tanya petugas informasi, kalau mau ke Bukit Bintang lebih baik naik bis sahaja karena langsung turun di Bukit Bintang.

Dari pusat informasi bandara lurus sahaja terus belok kanan, turun ke level 1, ketemu deh parkiran bis. Dari sana tanya yg mana jurusan Bukit Bintang. Petugasnya dg baik hati bilang itu busnya lalu dianter beli tiket. 1 org dewasa tiket RM15, anak2 RM10. Perjalanan kurang lebih 1 jam. Dari bandara kami diturunkan di central, sambung naik van isi 10 org tanpa bayar lagi., dg van kami diantar tepat sampai depan hotel, Apple Hotel. Hotel kelas melati dengan bayaran sekitra IDR300rb/ malam. Secara kebersihan, ok, tapi utk ukuran, seperti hotel di jepang sana mentok sini mentok. Tapi tambahan plusnya, hotel itu ada di kawasan golden triangle. Surganya para turis di KL.

Masuk hotel sudah dibayarkan saudara tapi tetap ada taroh deposit RM100. Dari hotel, perut sudah lapar karena Lion tak dapat makan. Ditunggu saudara di Pavilion mall. Dari hotel yg terletak di jalan Alor, kita ke arah Lot 10 (Lotten). Dan ternyata di sana sangat padat pelancong. Food court terletak di GF, Food Republic, seperti di Singapore. 1 org makan sekitar RM15, minum bervariasi dari RM2 sampai dengan RM6.

Setelah kenyang, kita bisa bergerak lagi karena sudah isi bensin. Berangkatlah ke lantai 5. Supermarket Jepang. Semua serba RM5.6/pc. Barang2nya unik dan lumayan bagus. Belilah itu sikat buat bersihin tungku gas, jepitan rambut, dll. Worth enough. Lepas dari belanja kecil2, pergilah keluar Pavilion, foto2 di luar yang ada air mancurnya, plus foto2 gede macho Jhonny Deep.

IMG_9250

Karena my mom dan lovely daughter tinggal di Hyatt, maka diantar dulu ke sana lewat jembatan panjang penghubung dari pavilion ke KLCC. Lumayan sekitar 15 menit jalan melalui jembatan tsb. Kita tidak bisa sampai malam karena jembatan tutup jam 11 malam. Nyaman, karena tidak ada satupun pedagangn kaki lima. Aman, karena ditunggui beberapa security di setiap sudut. Sampai di Hyatt, langsung numpang foto dengan background menara kembar, ikonnya KL.

IMG_9273

Sepanjang perjalanan pulang dari pavilion setelah dari Hyatt, perjalanan kurang lebih 10 menit ke hotel Apple, banyak juga pengemis seperti di Jakarta. Tak ada salahnya membagi kelebihan rezeki kita, kawan.

Minggu, perjalanan ke Sungei Wang untuk makan siang. Sisa pagi hari habis untuk tungguin tuan putri bangun tidur dan mandi. Juga mendarat sebentar di apartemen Fahrenheit (seberang Pavilion) untuk absensi acara tepai anak muda. Sungei Wang itu ternyata mall, kirain sungai yang bisa boat tour (haduh alamak… jaka sembung). Mall yang sepi. Makan di food court lantai paling atas. Sebelumnya mampir dulu beli kebab ala Irak. Foto ini padahal ngeshoot pegawainya yang baju hijau, bukan artisnya yg mejeng di depannya :D.

Sungei Wang berlalu, meluncurlah ke mesjid Negara di Kuala Lumpur.  Berangkatlah kita dengan tren dari stasiun Bukit Bintang dengan harga tiket RM1/ org, turun di KL Sentral lalu pindah kereta ke Kuala Lumpur. Dari situ jalan sekitar 500 meter. Awas nyasar karena agak sukar jalanan keluar dan menembus langsung ke sana. Banyak2lah bertanya dengan orang sana supaya waktu lebih efektif.

Sudah agak desperado karena bawa 2 nenek2. Paham dong kalau jalan sama mereka kalau  bisa jangan menyusahkan mereka. Karena jalan ga kunjung nemu untuk ke mesjid, gw udh agak khawatir dengan mereka berdua. Tapi, Alhamdulillah ketemu juga walau udah sikit letih.

Sampai di sana, lelah terobati. Masjid besar kebanggaan warga Malaysia di depan mata. Langsung ngaso dulu di pelataran sambil foto2 dengan background kaligrafi gede Laailaahaillallah…

Yang mau masuk tanpa jilbab, dilarang masuk, kecuali anak kecil yang belum baligh. Juga yang sedang haid tidak diperkenankan. Petugas standby all the time. Tanpa jilbab tapi mau masuk, diperbolehkan, tapi kudu pakai baju muslimah yang sudah disediakan masjid.

This slideshow requires JavaScript.

Jadi masuk sana kita wudhu ke bawah, terus naik ke atas untuk sholat plus rebaan sebentar, ngelurusin tulang. Setelah selesai, kita keluar dari tempat sholat, tiba2 banyak orang mata sipit, kulit bersih pada berdiri di pintu masuk sholat. Mereka ga masuk tapi Cuma sampai pintu. Aneh dong kita yang ngeliatnya. Gw dan sepupu berfikir, wah ada mualaf banyak banget dari Jepang, tapi kenapa ga masuk dan sholat? Kenapa kita bilang mualaf, karena mereka smua pakai pakaian muslimah yang sama warna ungu dan berhijab. Eh, ternyata, mereka pengunjung yang ga pakai hijab tapi mau kunjungan masuk ke mesjid, ya kudu hijaban. Dan di awal dibilang, yang ga pake hijab disediakan bajunya. Dan ternyata mereka pakai “seragam” hijab dari mesjid. Dan bagi yang tidak beribadah (sholat), dilarang masuk ke tempat sholat.

Terjawab sudah kenapa mereka berhijab tapi Cuma sampai di depan pintu tempat sholat aja (ga masuk). Well, mudah2an mereka dapat hidayah-Nya J.

Lepas dari masjid, kita mau ke China Town yang ada di Petaling Street. Kata penjaga masjid sih dekat, tapi gw ga yakin dan karena bawa nenek2 juga, alhasil gw stop taxi. Dan ternyata feeling gw bener, ga deket bo’. So, gpp buang RM25 ketimbang mereka kelelahan.

Sampai di sana, kita narsis dulu sebelum masuk pasarnya. Setelah puas, baru ngejelajah. Secara sampai sana pas ashar, jadinya baru pada buka toko2nya, belum semua aktif. Tapi, lumayan udah banyak yang bisa diliat2 dan dibeli tentunya.

Ada beberapa yang unik yang kita ketemuin, seperti … jadi kacangnya dibakar dalam arang baru bisa kita makan. Lumayan legit. Ada juga es kelapa dalam batok. Yang ini maknyus endes bo’ alias enak. Secara gw hobi banget sama kelapa muda. Belum lagi temen2nya si kelapa bervariasi, ada kacang2an, marshmellow, kismis dan yg lain yg bisa kita pilih sendiri. Tadinya sih mak gw aja yang ga tega liat tukang es kelapa itu sepi ga ada yang beli. Doi kan gituh, ga tegaan sama orang yg ngenesin gitu deh. Dan setelah dibeli, kita ikutan nyicip, aih enak bo. Pedagangnya sumringah karena akhirnya kita nambah beli. Seneng liat pedagang yang bisa senyum karena laku :).

Puas liat2 di China town, kita mau balik ke hotel masing2. Tadinya mau jalan karena kata sopir taxi dekat itu hotel dari Petaling. Cuma, gw g yakin lagi nih. Gw heran, kenapa orang2 sana jarak yang 2 – 3 KMan dibilang deket? Kan lumayan juga jarak segitu bisa sejam jalan kaki. Apalagi sama nenek2, haduh… ga deh, bisa kualat gw nyusahin mereka. Dan well, bener pilihan gw naik taxi instead of jalan kaki dari Petaling ke hotel. Lumayan jauh.

Tadinya mau lanjut ke twin tower, tapi apa daya, udah pada K.O. ya, sudah istirahat aja. Sekalian simpen tenaga buat besok ke Genting Highland.

Nah, jadi juga deh pergi ke Genting dengan sewa mobil RM180/mobil untuk sekali jalan. Sebelumnya, mampir dulu ke Batu Caves, Sri Subramaniarowamy Temple, karena satu jalur dengan Genting. Gua batu ini sangat popular sebagai tempat wisata. Isinya patung Budha yang super duper gede. Terbesar mungkin di Negara sana untuk ukuran arca.

This slideshow requires JavaScript.

Masuknya gretong alias gratis alias ga bayar. Cuma, ya asal kuat aja nanjakin tangganya yg berjumlah sktr 200an. Di depan patung gede itu kita bakal banyak ketemu sama kawanan burung dara. Banyak banget. Kita bisa kasih makan ke mereka langsung dengan kita beli makanannya di sana.

Ketika mulai naik tangga, mulailah banyak monyet di sana yang ngincer bawaan kita. Jadi, dikekep2in aja barang2 kita jangan sampe kesamber mereka. Ada seorang wanita pegang makanan, langsung disamber sama salah satu monyet, dan tuh wanita langsung shock. Banyak banget deh monyet di sana, jadi kudu ekstra hati2.

Di tengah2 perjalanan tangga, kita akan nemuin Dark Cave dengan pintunya di sebelah kiri. Itu gua untuk kelelawar. Gw gak masuk situ. Males, ntar pipi gw dicubit2in kelelawar lagi. Jadi, lanjut aja terus ke atas.

Sampai di atas, kita akan memuin kayak aula gede gitu. Abis itu ada tangga lagi, naik lagi ke atas. Gempor2 dah. Beberapa para orang tua ga sanggup nerusin. Kl gw pasti gw terusin dan liat ada apa di atas sana. Dan ternyata di sana ada tempat ibadahnya mereka.

Setelah puas di Gua Cave trus liat2 tempat beli souvenirnya yang mostly kebanyakan menjual barang2 India seperti kain sari, dll, kita cabut langsung ke Genting. Perjalanan sekitar 1 jam-an lebih dari Gua Batu. Hujan deras dan kita mampir dulu ke toko utk beli oleh2 sebelum sampai ke hotelnya.

Sampai di lobi hotel First World Hotel, kita check in sendiri di mesin. Ada petugas sih yang standby untuk bantu2 kita yang ga lolos di mesin (maksudnya perlu guidance, red). Itu hotel, gedenya minta ampun tapi harga bersahabat. Bayangkan 1 kamar standard isi 2 orang ga sampe 200rb Rupiah.  Itu booking lewat on-line. Kalau on the spot, ga akan dapat harga segitu. Mana kamarnya baru, bagus, bersih, dan ga kecil2 banget.

IMG_9464IMG_9467IMG_9468IMG_9472

Kalau sudah musim libur, antrian di check in counter bisa berjam2. Bayangkan betapa gedenya itu hotel. Karena check-in jam 3 dan kita jam 12an udah sampe sana, terpaksa ngendon dulu di lobi. Lobinya segede gaban, bangkunya buanyak, jadi bisa dapet tempat duduk. Mendekati jam 3, ya ampuunn… udh ga keitung itu orang2 yang ada di sana untuk check-in. secara kita dah dapet kamar, langsung cus ke atas.

Hotel tsb terdiri dari banyak tower. Dan setiap tower terdiri dari ratusan kamar. Untuk sampai ke kamar gw aja, gw perlu ngiterin 1 haluan dulu dalam satu lantai untuk nemuin nomor kamar. Jadi waktu itu dapet nomor 700an. Nah begitu keluar lift di lantai tsb, gw kudu muterin 1 blok dulu yang mana itu kamar nomor 600an. Jadi nomor 700an ada di belakang blok 600an. Dan itu jalannya ga singkat. Mayan, man, olah raga.

Setelah selesai nyampe, istirahat bentar, trus jalan2 ke bawah. Dan ternyata di sebelah lobi itu ada arena permainan sekaligus mall juga tempat makan sekaligus panggung. Dan pastinya, Casino! Semua indoor. Mirip banget konsep dan penampilannya dengan Trans Studio Bandung. Atau TS Bandung yang ikutin Resort World yah? :D.

Luas dan bertingkat. Kalau ga salah 3 atau 4 lantai. Ada panggung utama, yang setiap berapa jam sekali ada show gratis. Paling mereka minta tips untuk bayaran. Tempat makannya juga lumayan, Cuma kudu hati2 utk yang muslim cari makanan halalnya. Cari aja yg ada logo/ tulisan halal.

Tujuan utama orang2 ke sana ya memang untuk casino. Jadi, di setiap hotel di Genting, pasti ada casinonya. Gw punya cerita lucu sehubungan dengan kasino.

IMG_9493

Kata sopir yang bawa kita, Koh Edi alias engkoh botak, bilang ada pertunjukan sirkus. Kalau bayar bisa sktr RM90an. Tapi, ada cara untuk bisa gratis. Wah, tertarik dong kita. Selain gretong nonton, fasilitas yang lain yg bisa kita dapetin adalah kita bisa dapat kamar gretong in the next stay. Jalanlah gw, si engkoh dan 1 anak umur 18 thn, emak gw dan anak gw umur 10 thn. Kita dibawa ke hotel exclusive, Maxim. Dan ternyata setelah di dalam hotel, kita dibawa ke dalam casino yang super duper guede.

Mak sama anak gw ditinggal di luar karena anak di bawah umur ga boleh masuk casino. Karena mak gw ga tega ninggalin dia sendiri, jadilah mereka berdua nunggu di luar casino. Secara gw pake hijab, maka pada banyaklah orang-orang yang memandang ga normal ke gw di dalam casino. Mana perjalanannya jauh lagi dari masuk casino sampai meja pendaftaran. Tapi, amazing juga, pengalaman pertama masuk casino. Dan gw ngerasa lagi kayak di film action yang banyak ambil background di casino. But, now, it’s real ga lewat kamera pelem.

Akhirnya sampai juga di meja pendaftaran setelah kurang lebih 10 menitan jalan ngider2 dalam casino. Sampai di sana, diminta passport kita terus kita diminta foto untuk foto di ID, kartu yang dikeluarkan dari casino sana. Syarat: di atas 20 thn dan ga boleh pakai hijab foto di kartunya.

Secara yang satunya baru 18thn dan gw ga akan buka hijab demi nonton gratis, alhasil ga ada yang bikin kartu. Tapi setidaknya tau lah cara untuk bikin kartu untuk kasih tau sodara2 yang lain yg barengan sama kita stay di sana. Nah, si 18 thn ini akhirnya datang lagi ke sana sama mamanya untuk registrasi. Dan berhasil. Begitu juga sepupu gw. Untung dia bikin. Kenapa untung? Anyway, sepupu gw itu katholik, jadi ga ada urusan sama hijab.

Dia Cuma book 1 malam di hotel sana karena masih ragu untuk ngelanjutin apa enggak. Dan ternyata dia dan keluarganya mutusin untuk terusin. Akhirnya Tanya bagian reservasi di lobi, itu susah banget dapat kamarnya. Kalaupun dapat harganya harga on the spot yang mahal. Dia udah bingung. Ngomongin yang pendaftaran kartu anggota itu yg tadinya tujuan utk nonton sirkus gratis, dia ikutan daftar. Dan ga taunya kartu dia nolong banget untuk reservasi berikutnya.

Jadi, dengan dia unjukin kartu keanggotaan Resort World sana, dia dapat kamar gratis! Serius, gratis. Begitu juga om gw yang pacarnya ikutan ngedaftarin (mamanya si anak 18 thn itu), dapat kamar gratis juga untuk om gw yang nyusul ke Genting. Wah, beruntung bener deh guidance si engkoh botak itu.

Sehari di sana mungkin menyenangkan. Tapi lewat 1 hari dah membosankan. Secara gw kan ga ke casino. Buat orang2 yg hobi ke casino, mau sebulan pun di sana ga akan ada bosennya dh. Belum lagi yang hawanya lumayan dingin di luar. Berkabut terus. Juga, ga ada apa2 di luar. Ga kayak di puncak JaBar yang banyak jajan dan hiburan di luar hotel. Jadi, lepas 1 malam, kita cabut balik ke airport untuk lanjut balik ke tanah air tercinta. Karena gw sekeluarga ber4 dan kalau mau naik bisa dari hotel itu ke bandara hampir sama biayanya dengan sewa mobil, alhasil, gw telpon lagi deh Koh Edi untuk sewa mobilnya lagi. Kali ini kurang dari RM180 karena jaraknya lebih pendek ketimbang perjalanan awal.

Sampailah kita di KLIA, bandara internasionalnya Kuala Lumpur, Malaysia dengan perasaan senang karena bakal balik ke Jakarta yang sumpek :).

IMG_9513

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s