Paket Hongkong plus Macau

hongkong

#hongkong #macau #makau #asia #chinaterritory #ruinstpaulo #venetia #octopus #towerclock #planetarium #stanleyhospacecentre #hongkongculturecentre

Mampir ke sini Karena ada transitan dari New York. Tanpa visa pula.jadilah ngendon 3 hari (2 hari di Hongkong, 1 hari di Macau). Tadinya mau mampir ke Kanada dari NY, tapi berhubung ribet ngurus visanya, jadilah cari yang visa-free.

Sempet berasa jetlag tapi ga sadar kalau itu jetlag 😀 Karena perbedaan waktu yang lumayan ngaruh dari Amerika ke Asia. Tipsnya kalau jetlag Karena transit dari negara nun jauh di sana, banyak-banyaklah bergerak, jangan banyak diem seperti nonton film di planetarium. Tanpa sadar, sempet tidur sedikit-sedikit. Jadi ga terlalu konsen jalan ceritanya. Untungnya ga kebablasan tidur Karena di sebelah ada 2 anak kecil ribut terus sepanjang film diputar, tapi rada keki juga sih Karena berisiknya itu hahahaha…

Penduduk

Satu kata mewakili semuanya: tidak ramah. Stigma mereka dengan penampilan kita yang berjilbab, semua dianggap rata sebagai assisten rumah tangga, Jadi ada pandangan rendah dari mereka terhadap pelancong muslimah seperti kita. Tipsnya: bergayalah seperti orang kaya (jangan biasa-biasa saja) supaya penduduk asli bisa sedikit ramah dengan kita.

Sedikit yang bisa berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, terlebih SPG-SPG di jalanan atau sopir-sopir bis. Usahakan sudah punya detail yang pasti kalau mau kemana-mana, jadi tidak bertanya kepada penduduk asli sana, kecuali sesama pelancong.

Jika terpaksa bertanya, bertanyalah dengan pekerja-pekerja toko di sepanjang jalan Hong Kong sana, pilih toko yang harga barangnya mahal karena mereka bisa ramah dan bisa berbahasa Inggris.

Transportasi

Semua nama tempat dalam bis berbahasa ibu mereka, kecuali Makau ada tambahan Bahasa Spanyol. Jika menggunakan bis, bisa beli kartu Octopusnya di bandara. Ada kelebihannya jika pakai ini. Jika tidak, siapkan saja koin-koin sen.

Mata uang

Walaupun Makau punya mata uang sendiri tapi dollar Hongkong berlaku di sana. Jadi jangan khawatir jika belum sempat menukarkan uang ke kurs Makau jika sudah berada di Makau.

hongkong money

Makanan

Banyak makanan yang tersaji sepanjang jalan di Hong Kong, termasuk makanan halal. Apalagi jika penginapan berada di daerah TST (Tsim Sha Tsui).

Penginapan

Bisa dicari dan dibooking dari www.airbnb.com ataupun www.tripadvisor.com. Banyak-banyak baca review orang di internet sebelum memutuskan untuk memilih penginapan karena tidak semua penginapan budget (ala backpacker) aman untuk solo traveller, khususnya wanita.

Jika sudah memutuskan dan bayar online, sewaktu di sana, cari dengan sangat teliti dan seksama dari alamat yang dikasih di email. Satu-satu perhatikan dan cocokkan dengan gedung-gedung yang berderet karena kebanyakan budget hotel tidak ada plang namanya di luar gedung.

Waktu itu gw pilih Apple Inn, persis sebelah masjid besar di Hong Kong. Aman. Selama menunggu lift di lobby, tidak ada gangguan apapun, hanya susah mencari tempatnya karena tidak ada plang namanya.

Hotel ini roomnya shared. Banyak budget hotel yang seperti itu karena minimnya lahan. Jadi, kamarnya kecil-kecil namun bayarnya tidak kecil. Untuk koper kita bisa diletakkan di luar dengan digembok pakai gembok + rantai. Aman karena di depan, ada penjaga dan juga cctv. Kalau ditinggal di dalam malah tidak terlalu menjamin. Kalau bawa laptop dan tidak ingin dibawa selama jalan-jalan, masukkan dalam koper yang besar lalu kunci dengan rantai dan gembok itu.

Belanja

Surganya belanja karena sepanjang jalan raya dan gang-gangnya isinya toko semua, mulai dari kebutuhan wanita seperti tas, baju, perhiasan sampai dengan barang elektronik dan gadget. Walaupun banyak barang, namun 1 yang susah dicari, yaitu sandal jepit. Cuma bisa ditemukan di Quick Silver dengan harga selangit, atau terpaksa jalan ke Ladies market. Itupun cuma 1 – 2 toko yang ada.

Jadi kalau hobi pakai sandal jepit, usahakan bawa cadangan, jaga-jaga kalau putus jepitnya, tidak usah pusing cari-cari.

Tempat-tempat yang bisa dikunjungi

HONG KONG

Hong Kong Disneyland

Disneyland ala Hongkong. Tidak menginjakkan kaki ke sana karena keterbatasan waktu dan juga tidak menarik kalau tidak bawa anak.

Masjid

Masjid besar sekaligus tempat silaturrahim muslim dan muslimah dari semua negara yang ada di HongKong. Ada Al-Qur’an gratis berbahasa Inggris yang bisa diambil oleh siapa saja.

hongkong masjid

Light show

Cuma sekitar 5 – 10 menit jalan kaki dari penginapan TST ke arah dermaga. Show timenya sekitar jam 8 malam. Kita bisa menontonnya dari pinggir laut yang sudah dibetoni. Ada jembatan panggung juga jika ingin view lebih luas. Jika kita lihat sekilas, ini seperti replikanya Manhattan. Concrete jungle.

hongkong river side

Clock tower

hongkong big tower

i-Square Shopping Center

Mall kecil buat belanja. Harga lumayan di atas rata-rata. Ada toko roti di sana. Rasa lumayan.

Hong Kong Cultural Centre

Tempat kebudayaan Hong Kong. Ada tempat pameran, taman untuk tempat santai. Jika keluar ke pintu belakang, ketemu clock tower. Tidak lepas juga planetarium. Yeaaayy… film-filmnya dicaplok bulet-bulet berlisensi dari National Museum & Historical Natural America. Nama planetariumnya Stanley Ho Space Theather. Harga tiket masuk berbeda-beda tergantung dari tempat duduk. Kisarannya HK$12-32.

Di dalam theater ini kita akan pasang headset yang ngebantu kita untuk tau isi filmnya dalam bahasa yang kita pilih. Tentu saja tidak ada bahasa Indonesia, jadilah pilih bahasa Inggris. Kacamatanya untuk ngebantu kita ngeliat penampakan jadi 3D.

hongkong stanley ho space1

Harbour city park

Lucu. Ada mainan anak-anak berbentuk kartun 3D berwarna emas. Gw rasa itu Cuma pajangan aja, bukan tempat bermain.

hongkong harbour city

Central Park

Taman buat nongkrong asik. Banyak anak-anak muda. Banyak juga deretan-deretan toko-toko keperluan anak muda. Ada di Nathan road. Satu deretan dan sejalan dengan masjid.

HKT

Kincir raksasa, bianglala. Berada di seberang pulau area TST. Ga naik karena udah tau rasanya, sama aja dimana-mana rasanya naik bianglala.

The Peak Tram

Tempat yang banyak peminatnya. Sampe-sampe antriannya dah kayak uler anaconda.

Dari TST naik dulu feri ke pulau sebelah, pulau Hong Kong. Lalu tunggu bis nomor 15C. mulai muncul jam 10 dengan harga HK$9.8. Biar kata nunggu dari jam 8an, tetep aja ga berlaku. Yang ada nunggu sampe 2 jam. Langsung turun di depan The Peak.

Setelah beli tiket, kita akan menunggu di lorong untuk kedatangan tramnya. Bisa dibilang tidak bosan sih karena lorong itu adalah galeri historicalnya, jadi bisa sambil baca-baca.

Begitu kereta datang, cuss naik. Nah, tramnya itu naik dengan kemiringan 45 derajat, I guess. Kanan kiri pohon-pohon, sesekali keliatan gedung-gedung Hong Kong. Lumayan menghibur.

Setelah sampai atas kita akan ketemu beberapa tempat seperti:

Museum lilin, madame Tusseud

Secara gw sendirian, jadi gw memutuskan untuk tidak masuk. Kalau ada teman minimal 1 orang aja, gw berani masuk hahahaha… alhasil foto di depannya aja.

The Peak Galleria

Galeri the peak yang isinya souvenir dan tempat makan.

Hong Kong Tourism Board Visitor Centre

Kantor informasi turis yang bentuknya bis warna hijau. Creative enough.

Museum Trick Eyes

Tempat foto-foto 3D yang lagi kekinian dimana-mana. Gratis. Ada spot-spot tertentu yang ga boleh foto sendiri. Ada abangnya motoin. Nah, kalau kita mau nanti kita print hasilnya dengan harga yang wow. Kalau dikonversi 1 foto seharga kurleb 200 ribuan.

Sky Terrace 428

Bangunan setengah bulan terbalik dengan penopang kuat. Nah, liat kota Hong Kong yang isinya gedung-gedung menjulang, ya dari sini. Foto-foto. Selfie-selfie. Puas. Ditambah pakai headset untuk petunjuk direction/ arah-arah mana aja yang bisa dijelasin dari earphone itu.

MAKAU (MACAU)

Pintu kapal feri ke Makau ada di dalam shopping mall MoriMor. Naik 2x escalator lalu ketemu loket ticketing. Banyak kapal yang menawarkan tiket ke Makau. Banyak juga calonya. Calo-calo itu jual tiket lebih murah, tapi hati-hati. Benar mereka murah, tapi perhatikan tiket pulang. Si calo akan bilang ini tiket pulang bisa jam berapa aja, dan dia akan kasih tiket yang jam 9 malam. Memang kalau tidak padat dari Makaunya ke Hong Kong, tiket itu bisa digunakan di jam berapa saja. Tapi kalau setiap jam penuh, pada akhirnya kita akan dapat kapal yang jam 9 malam. Jadi lebih baik, mending beli tiket pergi saja ke calo dan pulangnya beli tiket lagi dari sana. Tak apa beda beberapa dollar, yang penting tidak nelangsa.

hongkong morimor

Nelangsa di sini maksudnya, ketika kita sudah selesai muter-muter Makau dan ternyata sudah tiba di pelabuhan jam 4, kita mau masuk kapal yang jam 4 juga, tidak akan dikasih masuk kalau penuh. Dan petugas akan menyuruh kita minggir lalu menunggu sampai dengan jam 9 (sesuai di tiket). Bayangkan menunggu 5 jam di pelabuhan tanpa berbuat apa-apa. Walaupun ngenet tetap saja bosan bersinggah. Mati gaya.

Pilihan kelas ada 2: ekonomi dan VIP. Bedanya di ukuran kursi kalau VIP lebih besar dan lebh empuk plus VIP dapat makanan. Harga tiket VIP bisa 2x dari ekonomi.

Kalau ekonomi bisa HK$164, VIP bisa HK$325. Perjalanan sekitar 1 jam.

Tiba di Terminal Maritimo De Passageiros Do Parto Exterior. Berjejer bis-bis hotel. Gratis. Jadi kalau mau jalan-jalan hemat, pakai saja bis-bis hotel gratis itu, asal tau rutenya.

Reruntuhan St. Paulo

Untuk mencapai tempat ini, keluar dari pelabuhan naik saja bis warna hijau, turun di hotel Grand Lisboa, hotel yang sangat terkenal karena bentuk bangunannya dan isinya yang penuh dengan kasino. Dari sana keluar hotel, belok kanan, lurus terus sekitar 500 meteran, ketemu lingkaran air mancur dengan globe astronomi di tengahnya. Banyak petunjuk jalan dengan Bahasa Inggris jika sudah di sana karena memang itu daerah wisata.

hongkong central

Ikuti petunjuk bernama Ruinas De St. Paulo. Kita akan menyusuri jalanan yang bangunannya bergaya kental eropa. Jadi jangan heran kalau banyak yang bilang Makau replikanya eropa. Sedikit mau sampai sana, akan kita lewati lorong yang kanan kirinya jualan makanan. Untuk yang muslim, sebaiknya tidak membeli makanan di sini karena hampir dipastikan 100% tidak halal. Bawalah ransum sendiri.

Reruntuhan ini hanya menyisakan bagian depan gedung (tepatnya gereja) tanpa ada ruangan ke dalamnya. Di depan kiri bangunan, atau tengah-tengah kiri tangga, ada informasi mengenai sejarah gedung tsb.

Di belakang runtuhan itu ada gedung Chapel Cripta tanpa bayar tiket yang isinya tentang sejarah reruntuhan termasuk kuburan pendiri gereja St. Paulo itu.

Museum de Macau

Terletak di sebelah sayap kiri reruntuhan gereja St. Paulo dengan sedikit melewati taman rindang. Satu hal yang menarik di sekitar museum itu adalah toko souvenirnya.

Venetia

Gedung mall yang menyerupai kota sungai Italia. Kita bisa menyambanginya dengan bis ungu ke Angel city. Jangan kembali ke Grand Lisboa karena bakal rempong, kudu ada tiket gratis yang diberikan Cuma-Cuma dari hotel tapi harus ke lantai 5 dulu, sedangkan bis ada di basement. Belum lagi bagi muslimah berjilbab, sangat canggung melewati kasino di hotel itu yang ada di setiap lantainya.

Di Venetia, kita bisa naik perahu yang ditemani oleh abangnya yang berpakaian ala Itali untuk menyusuri sungai sembari dirayu-rayu dan dinyanyiin lagu. So sweet deh…

Masjid

Cuma ada 1 masjid di sana dan itu letaknya di ujung pulau Makau. Susah untuk ke sana. Saat itu gw ga berhasil menginjakkan kaki di masjid Makau. Nyasar. Sudah jalannya ga jelas, naik bisnya salah, dimaki-maki sopirnya karena ga nyambung komunikasinya. Alhasil balik ke Grand Lisboa, tempat yang semua orang tau. Itupun ada yang berbaik hati ngasih tau karena kasian ngeliat muka gw yang melas, nyasar.

Overall, 2 negara ini tempat yang cocok bagi penggila judi. Asal jangan bunuh diri aja kalau kalah terus menerus alias bangkrut. Di setiap sudut kota, khususnya Makau, pasti ada kasino. Jika ingin merasakan nuansa eropa tapi budget belum nyampe, bisa juga singgah ke Makau, hanya saja dalam skala kecil banget.Sisa isi kotanya ya seperti di mangga dua sini.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s