Malang Batu, Kota Sejuta Inspirasi

malang01

#des2017 #malang #batu #malangbatu #batumalang #museumangkut #kampungjodipan #kampungwarnawarni #kampungwarnawarnijodipan #kampungwarnawarnimalang #museumbrawijaya #cobanrondo #airterjun #labirin #labirincobanrondo #baksosolo #apelmalang #kebunapel #kebunapelmalang #inggil #rumahmakaninggil #oen #eskrimeon #strudelmalang #tengkuwisnu #lawang #inspirasi #sejutainspirasi

Walaupun Cuma 2,5 hari, tapi pengalaman berada di Malang cukup menyenangkan. Pertama melipir ke Lawang Karena ada urusan kantor yang harus diselesaikan. Alhamdulillah, bertemu dengan orang yang baik hati, jadi urusan tidak berbelit-belit.

Berikut tempat-tempat asik untuk dikunjungi di Malang-Batu, dengan sedikit cerita drama.

Rumah Makan Inggil

Terletak di dekat alun-alun tugu bundar. Makanannya lumayan enak. Menu Indonesia. Harga rata-rata 1 orang makan dan minum kurleb 70rb.Tapi yang membuat bermagnet mendatangkan banyak orang adalah settingan dalam gedung itu sendiri yang unik dan antik plus solo singer mbak-yu yang ditemani bapak organ tunggal. Bagaimana tidak unik dan antik? Berkeliling saja ke setiap sudut. Kita akan menemukan jejeran kaset-kaset jaman old. Macam-macam setrikaan dan jam-jam jadul. Mesin ketik jadul. Foto-foto hitam putih. Sejarah Kongres KNIP Malang dalam bentuk cerita lewat foto hitam putih. Bel-bel dari bahan kayu. Seperangkat alat dapur jaman old. Satu set alat musik tradisional di atas panggung. Tokoh-tokoh wayang yang berdiri tegak pegang nampan dan seperangkat topeng-topeng yang menjadi ciri khas kota Malang. Belum lagi pelayan laki-lakinya, pakai blankon yang ada antenanya. Inspiratif toh? Coba saja buat semacam itu, dijamin orang penasaran dan demen berlama-lama di sana mengenang jaman old 😀

Di luar rumah makan tapi masih satu teras, ada took menjual souvenir-souvenir khas Jawa.

 

Kampung Warna Warni Jodipan

Kampung ini ceritanya dulu kumuh, terletak di bawah menyamping jembatan besar jalan raya. Tidak sedap dipandang mata. Oleh pemda setempat bekerja sama dengan pabrik cat, disulaplah kampung itu menjadi elok dengan olesan cat warna-warni. Dan lalu menjadi objek wisata setempat yang inspiratif, Karena selain rumah-rumahnya berwarna-warni, penduduk sana juga menghias kampung mereka dengan segala macam pernak-pernik yang bisa dipakai pengunjung untuk berselfie ria. Ada bingkai foto bunga menggantung, jadi kita tinggal masuk ke dalam bingkainya lalu cheersss…

Ditambah juga jembatan kacanya menarik minat pengunjung. Walaupun jembatan tersebut tidak seekstrim di China, tapi tetap saja ada yang ketakutan dan teriak ketika melewati jembatan tersebut. Padahal kaca yang dipasang di tengah jembatan tidak sepenuhnya memenuhi jembatan, hanya di tengah saja memanjang. Dan itu juga sudah kotor. Jadi untuk melihat ke bawahpun lewat kaca tersebut, tidak ada rasa mengerikan sama sekali.

Tiket sekali masuk untuk satu orang terbilang murah, hanya dua ribu rupiah.

Sekali lagi, kampung ini menandakan kota Malang ini inspiratif. Boleh dicoba di tempat-tempat lain yang sekiranya kelihatan kumuh. Atau setidaknya, kampung ini memberikan ide untuk menyulap kampung-kampung lain yang kumuh menjadi menarik.

 

Kebun Apel

Tiada lain kegiatannya ya petik apel malang yang hijau-hijau namun manis. Segar, fresh from oven. Habis metik langsung makan.

Untuk menuju ke kebun ini, kita harus bertemu dengan salah satu orang di pinggir jalan atau ke koperasi taninya untuk minta diantar. Karena hanya merekalah yang tau, kebun yang mana yang sedang berbuah dan bisa dipanen. Dan mereka juga yang tau kontur tanahnya, rata atau berundak-undak. Bagi orang macem gw yang masih keliatan muda, dibawalah gw ke yang berundak-undak. Gw sempet protes kenapa ga ada yang datar. Kata mereka, itu buat kiki-kiki dan nini-nini yang mau datang nanti. Kasian mereka kalau metik apel aja kudu nanjak-nanjak. Ya sudah, mengalah untuk orang tua.

Dengan membayar 25ribu untuk tiket pengantaran dan masuk kebun, kita bisa makan apel di sana sepuasnya. Makanya kalau ma uke sini, perut jangan kenyang dulu. Rugi. Kalau kita mau bawa pulang apelnya, harga sekilo kena 25rb. Harga ini terhitung mahal Karena kalau kita melipir ke pinggir jalan ke penjual-penjual apel, itu hanya 15rb. Jangan khawatir, di sana penjual apel itu tidak terhitung. Namun harus cermat kalau membeli apel di pinggir jalan. Usahakan beli yang belum dibungkus, jadi kita bisa pilih sendiri yang bagus-bagus.

Sangat mudah memetik apelnya Karena posisinya rendah. Tapi kalau mau apel yang ukuran gede-gede, kita harus panjat pohonnya. Mudah kok Karena banyak cabangnya. Dan bisa dipastikan di kebun itu aman dari hewan-hewan. Gw ditinggal sendirian di sana di posisi undakan paling atas, aman-aman saja, walaupun sempet meyakinkan petugas kalau gw bakal ga apa-apa. Sampai gw bilang, kalau ada apa-apa, saya teriak ya, cepet dateng ke tempat. Hehe… rada parno Karena bener-bener sendirian di rerimbunan pohon-pohon apel itu.

 

Coban Rondo dan Labirinnya

Coban yang dalam Bahasa Jawa artinya air terjun. Daerah Batu ini banyak sekali coban-cobannya dan cantik-cantik. Berhubung waktu terbatas, jadi hanya singgah di satu coban ini. It’s beautiful. Alam Indonesia memang ok oc. Elok nian deh. Amejing pas itu coban ada di depan mata. Puas nikmatin coban geser ke labirin. Emang dasar kreatif dan inspiratif. Ini labirin ciamik, asri dan seger. Apa ada labirin ijo gini di tempat lain? Kalau ada, boleh inpoh-inpoh gan…

Begitu masuk berasa di film Maze Runner hahahaha… padahal ga ada apa-apa, tapi bawaannya deg-degan pas belok-beloknya Karena ngebayangin yang ga-ga, misal pas mau belok kanan, mikir, gw bakal ketemu apa ya? Eh, ga Taunya ketemu jalan buntu. Trus, pas mau belok kiri, mikir lagi, was-was, bakal ketemu mahluk apa ya? Eh, bener ketemu mahluk, namanya manusia. Kalau gw coba-coba mentak-mentok, pengunjung lain diteriak-teriakin dari atas, diarahin sama temennya untuk jalan-jalannya. Ah, curang…

Ketika ketemu pusatnya dan jalan pulang, rasanya lega banget deh.

Museum Angkut

Museum ini sangat besar Karena menampung segala jenis macam angkutan dari zaman bahuela sampai dengan sekarang dan dibagi-bagi areanya seperti Amerika, London, beberapa kota di Eropa, Kota (stasiun kota), Tanjung Priok, dll. Belum lagi pas mau naik pesawat kepresidenan lalu nyebrang, masuk ke roket siap luncur. Jika hendak menilik satu-satu, itu akan membutuhkan waktu sekitar 2 – 3 jam.

Dengan harga tiket liburan 100rb + 30rb untuk tiket masuk kamera digital kita (normalnya 60rb dan 75rb untuk wiken), kita bisa menikmati seluruh kendaraan di sana plus nyambung ke pasar apung. Tapi, kalau kita mau langsung ke pasar apung pun tak mengapa dan tak harus bayar.

Konsep indoornya mirip dengan trans studio, hanya saja museum ini isinya alat-alat angkut manusia, sedangkan trans studio isinya tool-tool permainan.

Bakso Solo

Tempat makan khusus bakso enak yang ada di selatan alun-alun, tepatnya di jalan Halmahera, dekat penjual-penjual buah-buahan. Bakso ini tidak begitu besar tempatnya tapi ramai terus. Dengan harga yang standard kita bisa menikmatinya sambil ngobrol dengan teman. Alhamdulillah, ketemu teman klub astronomi yang bermukim di Malang, ngegosipin observatorium Cangar yang selalu bikin heboh di antara semua teman klub astronomi kalau sudah ada postingan foto langit malam dari para fotografer canggih. Thanks to Mabriantama yang sudah bisa ketemuan 🙂

20171222_200803 

Masjid Agung Malang

Masjid gagah terletak peris di depan alun-alun kota Malang. Bisa kita nikmati dari alun-alun. Atau sebaliknya setelah beribadah, kita bisa menikmati pemandangan alun-alun yang asri. You choose.

 

Toko Es Krim Oen

Tempat yang melegenda di Malang untuk duduk santai, kongkow-kongkow dengan teman-teman atau keluarga. Cita rasa yang mantap untuk coklatnya tapi masih dengan kontur es krim jaman old yang kasar. Mungkin cara buatnya masih mempertahankan cara lama. Walau begitu jangan dianggap enteng Karena 1 cup saja harganya 25rb walaupun rasa sama dengan es krim tong-tong abang-abang yang Cuma seharga 3rb.

 

Strudel Malang

Siapa yang gak kenal oleh-oleh satu ini yang diciptakan oleh si artis muslim taat, Tengku Wisnu? Kreatif, inspiratif dan enak.

Selain strudelnya, di took tersebut juga menjual makanan-makanan ringan lainnya pada umumnya. Tapi ada juga yang unik seperti kue Belanda yang khas dengan kayu manisnya, Oenbitjkoek dan juga ada stik seledri.

 

Museum Brawijaya

Museum ini berisikan tentang sejarah-sejarah TNI khususnya di Malang. Ada mobil tua, senjata-senjata tua juga computer generasi pertama. Yang banyak ditampilkan adalah sosok Jendral Soedirman, salah satu pahlawan sejati Indonesia.

 

Taman depan Hotel Shalimar

Hotel Bintang 5 yang ada di tengah kota Malang, mempunyai koleksi mobil antik dan mogenya. Tapi yang lebih menarik adalah depan hotel tersebut ada taman yang diletakkan alat music jaman old yang masih bisa berbunyi dan memutarkan lagu-lagu jaman old. Tak luput juga dari pengamata, labirin mini. Labirin ini tidak bisa dipakai manusia Karena tingginya kurang dari setengah meter.

 

Penginapan

Untuk kelas luxury bisa nginap di hotel The Shalimar. Untuk kelas sedang bisa di Santika hotel. Lumayan nyaman. Tapi, jika budget terbatas bisa melipir ke hotel-hotel Bintang 2 di sekitaran alun-alun, banyak sekali bisa kita temukan. Tak hanya Bintang 2, di atas itupun juga banyak, tinggal pilih tergantung isi kantong.

Transportasi

Kalau mau praktis, sewa mobil dan drivernya. Tapi rata-rata di sana penyewaan mobil harus dengan driver. Kalau tidak seharian jalan, bisa pilih taxi Avanza yang warnanya hitam atau pesan go-car/ go-jek.

Sewa mobil rata-rata sekitar 350rb diluar bensin dan tiket-tiket wisata. Kalau mau dengan bensin paketnya bisa 500rb. Kalau pakai yang sudah berPT, bisa lebih mahal dari itu, sekitar minimal 650rb per 12 jam. Itu hanya Malang Batu saja. Di luar itu, bisa nambah Karena jarak yang jauh.

Sebenarnya masih banyak lagi tempat rekreasi, apalagi untuk keluarga seperti Jatim Park 1, 2 & 3, omah kayu, paralayang dan candi-candi. Juga ada banyak pantai-pantai indah dan pulau yang air danaunya jernih serta coban-coban yang benar-benar indah. Harus punya waktu minimal 1 pekan baru bisa menikmati semua kawasan di Malang-Batu ini.

Nah untuk kreatifitasnya kota Malang-Batu, kamu terinspirasi kan? Yuk mulai mencoba hal-hal kreatif untuk bisa dijadikan ladang usaha, biar bisa menginspirasi orang lain juga.

Selamat berkarya (dan berinovasi!).

 

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s