Peucang yang Dirindukan

peucang3

#peucang #ujungkulon #tamannasional #tamannasionalujungkulon #peucangujungkulon #cidaon #cano #canoing #kano #pulaubadul #karangcopong #snorkling #pantai #trip #banten

Indonesia memang Indah untuk escape from routine. Melipir aja ke pulau-pulau cantik yang tersebar di seluruh penjuru tanah air untuk me-time, pasti akan menemukannya, termasuk salah satunya pulau di ujung Banten, tetangga si Taman Nasional Ujung Kulon, Pulau Peucang.

Transportasi

Bisa naik bus dari mana aja terminal-terminal besar seperti terminal kampung rambutan ke dermaga Sumur. Perjalanan dari Jakarta memakan waktu kurleb 8 jam. Kalau ga mau repot, ya urunan sewa mobil atau ikut open trip yang sudah ada meponya.

Setengah jam sebelum sampai dermaga Sumur, siap-siap saja perut dikocok karena jalanannya “off road”. Jalanan ini juga lah yang menjadi alarm kita untuk sampai ke tujuan.

Dermaga Sumur

Tempat berkumpulnya orang-orang yang mau plesir ke Pulau Umang atau Pulau Peucang. Hanya sekejap kalau ke pulau Umang, tapi butuh waktu kurleb 3 jam dengan perahu ke pulau Peucang. Bagi yang mabok laut, silahkan minum antimo.

Di dermaga ini ada fasilitas toilet laki-laki dan perempuan dengan jumlah pintu yang tidak banyak (kalau dibandingkan dengan pengunjung). Termasuk fasilitas saung ada 3 buah yang bisa digunakan untuk istirahat dan atau sholat. Plus penjual kelapa muda. Ini penting banget apalagi setelah balik dari tujuan (kembali ke Dermaga Sumur ini) karena tidak ada kelapa di pulau Peucang!

Pulau Peucang

Menakjubkan memang. Baru di dermaga Cidaon, jembatan menuju pulau dari turun perahu, sudah lihat ikan-ikan kecil berkumpul di hampir bibir pantai. Mereka tidak takut dengan keberadaan kita-kita yang sibuk foto-foto mereka. Cidaon tepatnya nama untuk si dermaga bibir pantai ini.

peucang5

Lepas ikan, injak tanah Peucang, langsung disambut rusa. Masuk sedikit ke lapangan hijau yang luas menghampar, mendekati perumahan, disambut babi dan monyet-monyet. Lengkap sudah, tidak perlu ke kebun binatang. Enak ngelus-ngelus rusa, tapi ngeri banget dideketin monyet dan babi. Khususnya sore, kita akan banyak melihat rusa berkumpul di halaman utama. Bisa sepuasnya kita foto-foto dan elus-elus mereka. Namun, hati-hati dengan langkah kaki karena seluruh karpet hijau alami itu dihiasi dengan hasil olahan perut mereka 😊.

Ga bisa request kelapa karena tidak ada pohon kelapa! Makanya berharga banget kelapa di Dermaga Sumur. Tapi, masih bisa beli minum air mineral, kopi dan teh sekaligus indomie seharga 10 ribu di rumah paling depan, sekretariat.

Untuk tempat tinggal, banyak home stay di sana. Untuk yang ukuran besar, ada ya kita bilangnya cottage, walau sebenernya bukan. Hanya saja home stay tersebut lebih besar dan lebih baik karena posisinya di main land.

Ada masjid di sekitar belakang rumah sekretariat, termasuk toilet umum 2 pintu. Karena 1 pintu tidak ada selot, maka mintalah kawan untuk menunggu karena bisa jadi bukan hanya orang yang dorong pintu, tapi bisa jadi babi nerobos masuk.

masjid peucang

Untuk listrik, seperti di pulau-pulau lainnya, akan menyala jam 6 sore sampai dengan jam 6 pagi. Karena stok kontaknya sedikit, baiknya bawa perpanjangan kabel karena temen-temen bakal hectic butuh listrik untuk hape dan ngecas batere kamera.

Please note. Karena pulau ini adalah pulau di bawah naungan kementrian lingkungan hidup dan kehutanan, dan ada petugas dari kementrian, serta telah diumumkan di papan depan mengenai sampah dan kebersihan, maka tolonglah bagi para semua pengunjung untuk sadar lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Bawalah plastic sampah untuk pembuangan sampah domestic kita sendiri karena di pulau itu tidak disediakan tempat sampah. Selain menjaga kebersihan pulau, petugas juga suka disidak mengenai kebersihan pulau ini. Jadi jangan bebankan tugas membersihkan sampah-sampah pengunjung kepada petugas-petugas tersebut.

peucang6

Tidak hanya di pulau ini saja kita sadar lingkungan bersih, tapi juga sebaiknya di setiap tempat yang kita kunjungi. Bukan karena petugas akan menegur kita, tapi tegurlah diri sendiri dulu untuk berlaku bersih lingkungan sekitar.

Snorkling di sekitar pulau, paling asik, apalagi ditemani rusa dan monyet :). Karang-karang yang ciamik, bisa selfie dengan ikan-ikan lucu.

snorkling peucang
credit: Deden/ Richard Sean

Permainan

Untuk mengisi waktu sebelum istirahat, mainkanlah permainan-permainan seru. Bawalah congklak atau bola bekel. Kalau tidak membawa mainan apapun, mainkanlah dengan alat yang simple yang teman-teman pasti bawa setiap hari di tas, yaitu pulpen. Dan kertas. Kertas pasti ada aja yang bawa. Pakailah kertas dan pulpen itu untuk permainan wewe. Yoih, wewe, bukan wewe gombel tapi were wolf, yang Cuma butuh sekeping kertas kecil untuk peran. Sisanya, moderator yang keceh dalam berakting 😊😊😊.

Karang Copong

#bukanpocong

Karang ini ada di sisi belakang pulau Peucang. Karang yang bentuknya keren, mirip-mirip di pulau Bali. Bagus untuk spot selfie atau foto nature/ landscape. Sayangnya karena waktu yang terbatas saat itu, jadi ga turun dari perahu, hanya bisa foto dari perahu.

Pulau Badul

Pulau kecil yang pasirnya kece. Terumbu karang sekitar pulau, terumbunya buatan, sedang dikembangbiakkan dalam laut. Jadi kalau snorkeling di sekitar pulau Badul bisa lihat terumbu-terumbu karang kotak-kotak itu. Dan yang menarik dalam snorkeling di pulau itu adalah ada badaknya. Pastinya bukan badak beneran. Ajaib kalau badak beneran bisa tinggal dalam laut. Yang pasti itu patung badak diletakkan dalam laut.

 

Untuk mencapai pulau Badul, tidak ada jalan lain selain nyebur. Artinya kudu snorkeling atau berenang dari perahu. Karena perahu-perahu tidak bisa mendekati bibir pantai yang terlalu riskan buat si perahu. Tapi, untuk yang malas nyebur, bisa kok melihat karang buatan dan badak dari perahu. Hanya saja sayang, ketinggalan momen foto dengan badak dalam laut.

Kanoing

Kanoing dilakukan di antara hutan-hutan bakau. Keren lah untuk spot foto-foto. Deg-degan juga di kano itu walau ramai-ramai secara ngebayang kalau terbalik dan tiba-tiba diserang buaya hihihihi… tapi tenang aja, semua safe, aman karena perahunya kuat, bodyguard-bodyguardnya sigap.

Di tempat kita antri kanoing, banyak spot kece untuk selfie dan minta difotoin. Serius. Sepinter-pinternya aja kita cari lokasi dan angle yang pas. Berikut beberapa contoh foto-fotonya.

kanoing 1

Taman Nasional Ujung Kulon

Hanya sekitar 15 menit dari pulau Peucang kita berperahu, menyebrangi laut dikit, sampailah kita di daratan Taman Nasional Ujung Kulon. Tujuannya di sini melihat banteng dan burung merak. Mulai dari turun perahu, kita kudu tracking dulu sekitar kurleb 1 kilo membelah hutan. Hati-hati dengan pijakan kaki selama tracking. Sampai di ujung, kita akan temukan lapangan luas dan sebuah Menara. Di situlah kita berhenti untuk menanti dua mahluk itu. Tidak semua orang beruntung dan berhasil melihat mereka. Kemarin hanya sempat melihat burungnya saja dan itupun dari kejauhan. Untuk bantengnya sendiri, mungkin dia masih malu-malu dengan kita jadinya hanya bayangannya saja yang bisa kita imajinasikan 😊. Kalau nongolpun, kita pasti bingung ngadepinnya kalau dia mulai mau nyeruduk. Nah…

Kunjungan biasanya dilakukan di sore hari habis ashar karena waktu itu adalah waktu dimana dua mahluk itu mencari sumber air yang sengaja ditempatkan di tempat tersebut agar pengunjung dapat melihat live keberadaan mereka di depan mata. Setelah itu, mari nikmati sunset!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s