Canyoneering – Mari Turun Air Terjun!

canyoneering #briefing #curug #rappelling #turuntebing #pakeair #bunsya #traveling #adrenalin #mytripmyadventure #jalan2 #ngebolang

Ini bagian terseru dari kegiatan karena ini intinya, genks.

Perjalanan turun dimulai turun ke pos 1 untuk pemakaian tali ke pos 2. Di sini masih seperti genangan air saja. Setelah dipasangkan, kita dibriefing lagi sebentar untuk buka kaki lebar tanpa ditekuk dan badan dorong ke belakang, jadi talinya menegang untuk mengecek penompangan badan.

Dari pos 1 kita jalan ke pos 2 dengan kondisi medan kurang lebih 45 derajat dengan batu-batuan besar dan banyak lobang serta licin. Nah, lobang ini kita ga tau dan ga bisa lihat karena ada aliran air terus menerus di atasnya. Kita hanya bisa merasakan dengan pijakan kaki. Makanya untuk pemula, gw jalannya sambil ngeraba-ngeraba. Beberapa temen sempet kejeblos dan lumayan lah rasanya hahahahaha… Kalau gw sempet jatuh di awal karena ngulur talinya kebanyakan, jadinya rem-nya telat si delapan itu.

Di pos 2 akan ada 1 safety man yang akan ganti tali kita untuk mulai turun dari ketinggian 25 meter dengan sisi miring 90 derajat. Jadi kita akan menapak di dinding tebing sepanjang perjalanan. Bisa seperti orang berjalan mundur atau loncat dengan 2 kaki langsung seperti twing… twing gitu… Lalu kalau kaki kita sudah tidak dapet tapakan, berarti ada cekungan dan itu tandanya sudah mau mendekati bawah.

Di pos 3 ada team belayer yang memastikan kita tetap berada di jalur tali dan yang pastinya menahan kita dari bawah. Atau bila kita ada jungkir balik, tau-tau kepala di bawah atau muter atau kepleset, team belayer ini yang akan ngerem kita dan memastikan kita tidak merosot atau meluncur ke bawah. Karena biasanya kalau keadaan kayak gitu kita bisa panik, dan kalau sudah panik kita ga keingetan untuk ngerem sendiri pake si delapan.

Selebihnya turun air terjun, nikmatin aja genks. Rasanya?

Pertama agak tegang dikit lah ya. Manusiawi. Tapi kalau kaki dan hati menyatu sama tebing dan air terjunnya, rasanya jadi malah nikmat. Lalu coelan-coelan air terjunnya bisa jadi pengganti pijit pundak hahahahaha… saking kencengnya tuh debit air, pundak jadi lentur dibelai sama dia, padahal ngarepnya dibelai doi #tobathalu. So, jangan nekat untuk dengak ngeliat ke atas kalau ga pake gogglesnya. Untuk nafas, lumayan challenging bernafas dengan hidung. So, otomatis kita buka mulut untuk bantu si hidung. Lumayan lah sekalian 1, 2 pulau terhampiri kalau pas lagi haus. Jantung? Kalah kenceng lah berdetaknya sama pas lagi disamperin doi hadap-hadapan muka #aih.

Bagi yang berasa mau mati pas lagi canyoneering ini, banyak-banyaklah istighfar, bertasbih dan yang terpenting bertauhid, ucapin laailahaillallah… itu udah obat paling mujarab sedunia seakhirat.

Di video bukan 360 ini yang bukan virtual tour, hanya video 2D (action cam insta360 twin mod gw rusak pas ngerekam ini huhuhu #gaknangisbombay #gabisadiservis #belilagi #dasarsableng. Tapi, kalian bisa liat video 360 yang lain kok, tenang aja… #penghiburandiri) gw suguhin video yang ga utuh satu aktor. Maksudnya videonya hasil gabungan dari beberapa video. Ketegangan masih bisa dirasakan kok walau cuma liat video dan bukan 3D hahahaha… Kalau mau lebih berasa tegang lagi, kuy ikut gw canyoneering ini di tkp langsung! Kita tantang adrenalin bersama 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: