Gunung Parang Via Ferrata – Antri Di Gunung

#gunungparang #viaferrata #purwakarta #jawabarat #westjava #mountparang #bunsya #adventure #ngebolang #ngetrip #travel #indonesianature #gisel

Antrilah di loket

Untuk beli tiket

Siapkan dompet…

Awas ada copet…

Itu sepenggal lagu jadul genks. Senyam senyum deh kalo lo generasi 90an baca itu lirik sambil dilantunin sesuai iramanya.

Kalo yang ini antri di gunug genks. Secara via ferrata, jadi kalo satu mandek, yang di bawah ga naik maju ke atas. Kecuali yang mandek, berani menyamping, itu ga jadi soal. Atau memang ada pijakan lain di samping, sok minggir.

Pas kita di sana, mendung banget dan awan atau entah kabut turun ke arah kita genks. Itu kece banget. Angin kenceng. Enak banget deh pokoknya, walo buat foto backgroundnya jadi ga begitu bagus sih, soalnya jadi banyak awan abu-abu.

Nah, itu ga tau si Gisel ngomong apa ke group yang satunya, sampe semua temen-temen ketawa. Jangan percaya Gisel. Percaya sama Allah…

Yang ngantri mulai keilangan induknya. Sengaja video dipotong karena kita udah mulai teriak-teriak manggilin mamak untuk terus naik apa berhenti di tengah jalan. Kalo videonya dipanjangin, malu, soalnya kita teriak-teriakan cari mama baru.

Lalu kita coba untuk teleponan, panggil si mamak. Telkomsel ancur. Indosat ancur. Yang bagus itu kalo ga salah Axis, wkwkwkwkwk…

Gunung Parang Via Ferrata – Di Ketinggian

#gunungparang #viaferrata #purwakarta #bunsya #opentrip #jelong2 #jalan2 #ngebolang #barengtemengadikenal #jadikenal #nambahtemen

Rehat sejenak di ketinggian.

Nikmatin pemandangan dan angin yang bertiup kencang.

Supaya pikiran jadi tenang.

Dan halu ga di awang-awang.

Lihat beberapa teman di sebrang.

Peluk goa yang tak bertuan.

Goa muat beberapa orang.

Duduk bercerita tentang masa depan.

Gunung Parang Via Ferrata – Naik Lagi Skuy

#gunungparang #viaferrata #purwakarta #jawabarat #westjava #hiking #climbing #tracking #rappeling #dating #eh #bunsya #metime #ngebolang #adventure #alamindonesia #natureofindonesia

Istirahatnya jangan lama-lama, ntar makin ndut soalnya pasti memamahbiak terus mulut. Skuy lanjut naik-naik ke puncak gunung.

Setengah gunung pertama, mayan udah ngos-ngosan hahahaha… ini nih efek males olah raga. Makanya genks, kalo mau kek gini kudu rutin produksi keringet yak setiap hari minimal 15 menit lah.

Mulai nyambung setengah ke atas. Tambah-tambahan ini tantangannya. Tenaga semakin habis, medan semakin aduhai. Tapi, keep fighting… bisa… bisa… Makanya kalau bisa pas istirahat itu ngemil dulu. Kalau bisa yang ada manis-manisnya gitu, biar ada tenaga tambahan untuk melaju. Tapi, jangan banyak minum habis itu. Mending dikeep sampe buat di puncak.

Makin ke atas, angin makin kenceng sob. Tapi makin bagus ngeliat pemandangan ke bawah. Amboi aduhai pokoknya. Suara anak-anak di lapangan bawah yang lagi main bola kedengeran ke atas. Seru.

Makin ngeri? Ga juga… Makin menantang justru. Otak tuh rasanya plong ngeliat pemandangan yang luas. Ga 4L (lu lagi lu lagi). Jadi lebih refreshing ga cuma buat otak, tapi juga buat hati, badan dan masa depan, uhuk…

Nah, ini keliatan jelas di kamera cara naik dan pake karabinernya. Yang karabiner disangkutin ke sling, talinya kudu di atas tangan kita, jangan di bawah. Ini seperti bawa mobil manual, tangan kanan kiri, kaki kanan kiri main semua, tapi ga perlu spion 🙂

Btw, kamera insta360 yang gw pake itu kan stabilizernya keren tuh, lu pake buat lari-lari juga hasil gambar ga akan goyang. Tapi untuk yang ini, mayan agak keliatan joged dikit lah ya ketemu angin kuenceng… Tapi tetep salut lah gw sama tukang designnya. Smart!

Gunung Parang Via Ferrata – Istirahat Rame-rame

#gunungparang #viaferrata #purwakarta #jawabarat #westjava #bunsya #adrenalin #ngebolang #adventure #hiking #climbing #tracking #istirahat #ramerame #gaadalogarame #sohib #teman #friendzone #travel #jalan2 #indonesianature #alamindonesia

Saatnya istirahat dulu genks setelah pendakian 100 meter pertama. Mayan pegel paha buat orang yang ga pernah olah raga. Makanya, kalau doyan kegiatan-kegiatan outdoor gini kudu dirutinin olahraganya ya genks, biar pulang-pulang ga kayak nenek-nenek, jalannya tertatih-tatih.

Sebenernya kita bisa istirahat kapan aja selama kompak karena kan kalau 1 ngerem, yang bawah ikutan ga bergerak. Padahal kita ga tau, kalau masih ada yang on untuk lanjut. Atau kalau ga, kita menyamping sedikit, kasih jalan bagi yang masih mau lanjut. Bisalah menyamping dikit, biar orang lain lewat.

Istirahat itu saatnya kita atur nafas, minum, makan dan narsis-narsisan. Bungkus makanan yang udah dimakan masukin lagi ya genks ke tas/ ransel, jangan dibuang begitu aja. Sayangi alam kita dengan menjaga kebersihannya. Selebihnya foto-foto lah or ambil video. Pemandangannya ciamik bet dah pokoknya. Rugi kalau udah sampe atas, kita ga simpen kenangan di digital. Kenangan di otak sih udah pasti ya… apalagi kenangan mantan, uhuk…

Gunung Parang Via Ferrata – Penanjakan 100 Meter Pertama

#gunungparang #viaferrata #purwakarta #bunsya #sunblock #hiking #climbing #tracking #refreshing #rappeling #adventure #ngetrip #ngebolang #indonesia

Tiba waktunya penanjakan. Rasanya kek kek gimana gitu… Biasa aja sih. Kek naik tangga aja, cuma tangganya kurus-kurus. Yang bikin ribet naik tangga di sini kita harus sangkut lepas sangkut lepas carabiner kanan kiri. Kanan ke sling, kiri ke ferrata. Kalo ga mau ribet harus sakti mandraguna. Jadi kalau jatuh ga nyangkutin karabiner ke sling atau ferrata, bisa langsung lompat mendarat mulus dengan kuda-kuda mantab di bumi.

Contohnya yang sakti, ya itu, si TL nya, Tour Leader, yang cowo. Dari atas ke bawah dan sebaliknya, udah ga nyangkutin karabiner, pake sprint lagi ckckckckckck… Udah ilmu tingkat tinggi ituh.

100 meter pertama, sensasinya biasa aja karena masih normal. Nah begitu nerusin setengah ke atas, mulai ada tantangan. Yang ukuran ferratanya ada yang imut-imut lah, yang jalurnya miring lah, jadi badan kita kudu rada menyamping dan tangan juga agak ga normal pergerakannya. Tapi, still ok lah, walau ngeri-ngeri sedap.

Karena habis hujan, ferrata cukup licin, jadi kudu hati-hati. Tapi, lama-lama kering karena kena AC, angin cepoi-cepoi, ferrata jadi manteb dipijaki.

So far, enak juga karena dibawa enak. Dan untungnya ga ada drama di group ini. Dan begitu sampai di 100 meter pertama, kita ngaso sebentar lalu balik badan. Waaahhh… super duper impressive pemandangannya kuy. Masya Allah… indes brenes… Hijau-hijau yang seger di bawah plus waduk Jatiluhur yang menghampar seluas mata memandang. Amejing deh pokoknya buat orang kota macam kita yang tiap hari mandangin hutan beton.

Kepo sama indahnya Purwakarta dan Jatiluhurnya? Langsung intip video 360-nya di bawah ini gaes…

Gunung Parang Via Ferrata – Orientasi

#gunungparang #viaferrata #purwakarta #orientasi #bunsya #gunung #mount #climbing #hiking #webing #safety #nature #travel #metime #beautifulindonesia #jawabarat #westjava #pemandu #guide

Bagian ini cerita mengenai orientasi atau penjelasan atau briefing sebelum peserta naik ke atas. 2 carabiner yang diceritain di postingan sebelumnya digunakan 1 untuk mengkaitkan ke ferrata dan yang 1 nya dikaitkan di sling sebelah kanan. Sisanya kepercayaan dan keberanian diri aja untuk melangkah pasti menghadapi si gagah Parang.

Pas lagi group 1 naik, turunlah hujan dengan sangat besarnya disertain angin yang kencang. Otomatis, semua diam dan disuruh merapatkan tubuh ke dinding gunung andesit itu. Kita yang group 2 masih menunggu di bawah.

Tidak berapa lama, beberapa saling berteriak di atas. Dan ternyata ada yang minta turun karena tidak mau meneruskan perjalanan ke atas dan juga ada yang keram. Kebayang suasana agak mencekam di atas karena hujan dan angin yang kencang.

Karena peserta yang posisi di bawah tidak berani menyamping untuk memberikan jalan ke peserta yang mau turun, alhasil peserta posisi bawah ikut turun. Lalu kembali lagi naik ke atas karena anaknya masih ada di atas dan si om harus segera ke atas. Lumayan, rame juga kita pas si om turun, saling kasih semangat buat keduanya.

Setelah hujan redaan, group 1 kembali lanjut ke atas, maka kitapun baru bisa naik. Dan rasanya, ferrata itu licin kalau kena air hujan. So, hati-hati gaes…

Ini video 360 ya. Jadi kalian bisa geser-geser dengan cara klik, tahan, lalu geser untuk melihat pemandangan sekeliling 360 derajat.

Gunung Parang Via Ferrata – Pemakaian Alat Keselamatan

#gunungparang #viaferrata #gunung #ferrata #hiking #climbing #mountain #tracking #trekking #webing #bunsya #adventure #ngebolang #metime #refreshing #beautifulindonesia #letsclimb #rocknroll #safety #everyonecanclimb

Gunung Parang yang terletak di Purwakarta, Jawa Barat, sampai dengan saat ini adalah salah satu yang menggunakan ferrata atau tangga besi yang dipasang di gunung tersebut.

Dengan tagline “everyone can climb”, gunung ini bisa dinaikin oleh siapapun, bahkan yang belum pernah atau tidak ada pengalaman naik gunung. Dan waktu yang dibutuhkan singkat saja, sekitar kurang lebih 2-3 jam untuk naik ke atas, tergantung kondisi dan stamina masing-masing.

Ada 2 operator yang menangani penanjakan ini, yaitu Skywalker dan Badega. Tulisan ini dibuat, gw menggunakan operator Skywalker. Next, gw akan coba dari Badega agar tau 2 sisi yang berbeda.

Untuk part ini, gw akan membahas penggunaan alat keselamatan. Untuk pemakaian hardness ini dipakaikan di sekitar paha, selangkangan dan pinggang, maka disarankan yang wanita menggunakan celana. Kalaupun masih mau pakai rok juga ga masalah, yang penting pakai daleman celana panjang.

Lalu ada 2 carabiner yang digantung di hardness, yang 1 fungsinya untuk mengkaitkan itu ke sling, tali karmantel yang dipasang di sepanjang gunung dari atas ke bawah untuk pengunci dan 1-nya lagi dipasang di setiap ferrata yang mau kita jajaki.

Terakhir ada safety helmet. Ini wajib supaya kalau ada kejatuhan dari atas, kepala kita aman. Dan juga sepatu atau sendal gunung.

Safety equipment lain yang optional adalah sarung tangan. Bagi kulit sensitif, dianjurkan untuk memakainya karena selama perjalanan, telapak tangan akan terus bersentuhan dengan ferrata. Dan ketika turun dengan teknik rappeling, maka tangan akan memegang sling. Kalau masih mau mulus, pakailah sarung tangan.

Hal lain yang ga kalah penting adalah sunblock supaya ga terlalu belang, sunglasses biar ga silau dan kalau difoto kita ga nyerengit hehe… lalu lotion anti nyamuk karena jalan menuju ke titik awal gunung adalah hutan, dan mengantripun kita dikelilingi banyak pohon, jadi pasti banyak nyamuk berkeliaran. Selanjutnya kalau gw pribadi pakai balsem geliga atau lotion urut kayak counterpain atau minyak telon yang gw balurin ke paha, kaki, pundak dan tangan. Buat apaan sih? dah kayak nenek-nenek aja. Ihss… emang gw udah nenek-nenek. Makanya pas gw pake balsem, pada nengok yang di sana, mencari-cari sosok nenek-nenek tak diundang.

Trus, coba buat apa? Kalau gw itu buat ngebantu ngelenturin otot. Jadi ketika kegiatan selesai, otot ataupun urat-urat gw ga jadi terlalu kaku kayak kanebo kering. Apalagi buat yang jarang olahraga macem gw. Ya lah, nenek-nenek kan demennya nyirih dan ngerajut ketimbang nge-gym.

Adakah keperluan lain yang dibawa selain disebut di atas?

Ada sayang… Ada…

Air mineral sebanyak 2 botol sedang lah. Tapi kalau lo sejenis onta, ga bawapun bisa tahan. Kalau gw cukup 1. Bukan karena bisa nahan haus tapi karena takut ga tahan pepsi. Mikir lah kalau udah kebelet, mau pepsi dimana coba? Di tebing dan puncak, toilet 2ribu belum jadi. Baru lagi didesain dengan anggaran 198 juta #eh.

Selain air, bawa juga makanan. Nasi ayam geprek gitu? Boleh kalau lu mau repot bawa atau perut ga tahan laper. Tapi, kebanyakan ga anti main stream sih, standard aja. Biskuit, ciki-cikian, coklat.

Trus apa lagi? Pakai baju warna terang ya! Yang ngejreng kalau perlu. Biar kenapa? Biar kece kalau di foto. Biar keliatan kalau yang difoto itu sosok kita, bukan megalitikum.

Dan terakhir yang super penting dari safety equipment, yaitu Kamera Action 360 yeeeeaayyy… supaya semua sudut bisa kerekam ketika lo beraktifitas. Kek di bawah ini nih…

Naik Bus Bandara

#busbandara #damri #soetta #bunsya #bandarasoekarnohatta #jakarta #terminal1 #terminal2 #terminal3 #jalan2 #menikmatihidup #lengang #ibukota #jekardah #pgc #cililitan #uki #mepo #sopir

Bus yang ke bandara banyak meponya di Jakarta, PP, Jakarta – Bandara, Bandara – Jakarta. Salah satunya mepo di PGC alias Pusat Grosir Cililitan, si tetangganya UKI.

Perjalanan dari terang ke gelap ini rute Bandara terminal 3 ke PGC.

Beruntung bus penuh, jadi dapet kursi di sebelah sopir. Ini padahal naiknya ga pas di depan pintu naik loh, tapi bus masih rada jauh udah disemperin. Itu menandakan bus jurusan PGC ini paporit. Berasa kenek? Ga juga karena udah ada kenek aslinya narikin ongkos 80 rebu.

Wiihh… mehong ya…?

Yes, selama pandemi ongkos jadi naik 2x lipat karena bangkunya kan isi-kosong-isi-kosong alias social distancing. Jadi wajarlah.

Nah itu kenapa beruntung duduk di sebelah sopir? Beruntung dong! Karena bisa liat pemandangan di depan dengan leluasa tanpa terhalang bangku lain, kecuali kaca bus yang menghalangi. Tapi, gapapa lah, kaca itu berkorban kok demi gw biar ga kerasukan kena belaian angin mesra. Dari pada dihalangi cowo 3T? Bisa kejang-kejang dan langsung minta ke KUA ntar.

Apalagi 3T? Itu loh, idaman para wanita sholehah. Taqwa, Tajir, Tamvan.

Ah sudahlah, menghalunya di atas kasur aja. Mending kita nikmatin jalanan Jakarta yang lengang…

Cara Beli Tiket Kereta Bandara

#stasiunbandara #keretaapi #kai #ngetep #stasiunmanggarai #stasiunkereta #mesintiket #petugaskai #carabelitiket #tiketbandara #mesinotomatis #soetta #airport #shuttlebus #terminal1 #terminal2 #terminal3

Pemesanan tiket bandara ini dibantu petugas dengan pembelian tiket setelah naik keretanya hahahahaha…

Adegan pembelian tiket kereta setelah naik TIDAK dianjurkan ya Bun.