Pulau Kiluan (Kiloan): Surga Lampung yang Berkilau

DSCN2896

#Kiloan #Kiluan #Lampung #Lumba-lumba #Dolphin #Snorkling

16 Mei 2014, Jam 8 malam kita berangkat dari kantor di Pulo Gebang menuju TB Simatupang untuk jemput teman-teman yang lain. Setelah itu meneruskan ke pelabuhan Merak. Sampai di Pelabuhan Merak, waktu menunjukkan pukul 11.30 malam. Alhamdulillah, anak saya yang berumur 9 tahun anteng aja walau melek sejenak karena harus bergerak memasuki ferri.

Ferri yang kami tumpangi cukup besar dengan banyak penumpang. Kami mencari ruangan yang ada AC-nya agar nyaman dan bisa tidur. Jadilah kami mendapatkan beberapa bangku dan menggelar tikar di tempat yg tidak ada bangkunya. Disediakan bantal di sana untuk disewa.

Di kapal juga tersedia jasa mijat dan bekam. Jadi, bagi yang ingin rileks dengan pijatan, bisa panggil bapak2 tukang pijat dengan bayaran terjangkau.

Kami tiba di Pelabuhan Baukeheni Lampung pada tgl 17 Mei 2014 jam 3.30 pagi dini hari. Terlalu dini untuk semua kegiatan kecuali Tahajjud. Kami keluar pelabuhan lalu menuju masjid untuk melaksanakan sholat Subuh karena sampai masjid waktu sudah mau menunjukkan waktu sholat Subuh.

004

Masih di Baukeheni, kami menuju ke pangkalan angkot. Koordinator kami mencoba menghubungi 2 angkot yang sudah dibooking sebelumnya. Tujuan Canti, berangkat pukul 05.30. perjalanan yang dahsyat!  Bagaimana tidak dahsyat? Valentinno Rossi aja kalah sama si sopir angkot :D.

Dengan menempuh perjalanan hamper 40 km, jam 6.45 am sampai di Canti, naik boat menuju P. Legundi. Sebelumnya isi perut dulu biar ga mual sekaligus buat tenaga di atas air karena lumayan hampir 3 jam di atas air. Di sana kita banyak ketemu teman-teman seperjuangan, bahkan beberapa diantaranya bule dan pale.

Sebagian dari kita memang menuju ke Kiluan. Sebagian lagi menuju ke gunung Krakatau. Someday, I will be go to Krakatau. Kayaknya enak juga…

This slideshow requires JavaScript.

9.30 am sampai di P. Legundi. kita snorkling di kedalaman 2 – 3 meter. Subhanallah, Masya Allah … cantik nian isi laut tuh. Maklum, ini pertama kali snorkling, liat perut laut langsung. Asinnya yang ga tahan di mulut. Belum lagi kalo kacamata snorklingnya ga nempel ketat, ampun dh mata, perih kena air laut. Si bocah dah kapok snorkling karena ya itu, air lautnya masuk mata. Jadi, yang bawa anak kecil, bawain kacamata snorkling khusus ukuran dia supaya bener2 pas di mata, ga longgar. Karena yang disediain utk group seperti itu biasanya semua ukuran dewasa, jadi longgar kalau buat anak kecil.

Bernarsis ria lah kita di bawah air. Lumayan deg-degan ketika foto dalam air karena kudu lepas life vest. Tapi setelah selesai dan lihat hasilnya, super seneng.

Puas snorkling, kita cabut lagi dan tiba jam 11.00 am di P. Kelapa. Pasirnya subhanallah masya Allah putiiihhhh dan bersiiihhhh, amazing deh. Banyak karang2nya juga bagus2. Terus terang, gw ambil beberapa untuk pemanis aquarium di rumah. Banyak juga temen2 yang ambil karang2nya. Trus, kita foto2 dg pasir yg begitu putih dan bersih dan setelahnya isi perut, makan siang di sana. Makan siang di atas pasir putih nan bersih, kapan lagi?

018

Puas makan, kita cabut lagi naik boat karena perjalanan belum selesai. Sekitar hampir 2 jam, kita baru deh sampe di pulau Kiluan. Jam 14.30 pm sampai di P. Kiluan. Kita taro semua barang2, bersih2 lalu sholat dan ganti lagi baju yang tadi yg udah basah sama snorkling untuk pergi ke Laguna Gayau.

022
Welcome to Teluk Kiluan island, Lampung. Enjoy the activities: Live dolphin show, Snorkeling, Laguna (natural swimming pool), Sunset, Pure Coconut, Barbecue and of course, Me Time! 🙂

Naik boat lagi dari P. Kiluan, tapi ga lama, Cuma sekitar 15 menit ke laguna. Jam 15.30 pm kita udah tiba di pulau entah apa namanya untuk jalan ke laguna. Apa sih laguna itu? Laguna itu air laut yang terjebak batu karang, jadi ngebentuk kolam renang. Keren banget deh.

Dan untuk mencapai itu, diperlukan perjuangan yang sangat menantang. Berlika liku di daratan dan penuh resiko ketika membelah karang. Jadi, ketika sampai di pulau tersebut, kita membelah perkampungan, lalu naik bukit yang lumayan biking ngos-ngosan, terus baru deh turunin bukit. Sepanjang naik dan turun bukit, jalan yang dilalui adalah jalan setapak dan licin.

Ketika di tengah perjalanan di bukit, kita ketemu kru dari stasiun tv swasta yang lagi ngeliput pulau tersebut dengan tujuan yang sama, Lagunanya. Ada presenter cantiknya, sesekali membawakan cerita dan dishoot. Karena bu ketua SKSD, jadilah kita ngobrol-ngobrol sama doi. Doi kerja utk stasiun TV baru di acara travel n petualangan gitu.

Petualangan sejati terjadi ketika kita selesai ngebelah perbukitan, sampai di pantai dan mulai membelah karang2 tajam, licin dan terjal. Pokoknya rada horror kalau ga hati2. Dan kudu kudu extra super hati2 karena selain gw seorangan yang harus jaga diri, gw juga harus jaga bocah yang baru 9 tahun untuk ngelewatin itu. Ga ada jalan lain. Pelang-pelan, hati-hati, focus, konsentrasi, itu kuncinya. Dan alas kaki yang tepat. Kalau ga pake sandal gunung, mesti kudu extra hati-hati sangat. Nah tuh, lebay banget kan penambahan2 kata2nya. Tapi, bener karena kalau pakai sandal jepit atau sepatu kets, bisa jadi tergelincir Karena ga keket cengkramannya ke karang.

026
what a view! *love*
023
ketemu presenter
029
tidak ada jalan mulus
025
loncat dulu 😀
027
narsis dulu
028
lika-liku perjalanan menuju laguna
032
medan sulit pakai bantuan bambu
030
licin dan tajam

031

Dan hasil dari perjuangan yang wah itu, hilang sudah lelah dan kecemasan ketika mata melihat laguna yang cantik itu. Keren. Kece. Kualitas OK. Langsung nyebur, dan kita ga tenggelem tapi ngambang saking asinnya itu laguna. Ya… jadinya berjemur dalam air hahahaha… trus lihat yang lain pada terjun bebas dari karang berketinggian sekitar 5 meter, gw juga akhirnya nyoba. Dag dig dug, tapi loncat juga, alhasil ketagihan sampe 3x hahahahaa… what an adrenalin!

033

This slideshow requires JavaScript.

Puas di laguna, kita balik mondok ke pulau Kiluan jam 17.30 pm trus istirahat di cottage. Menikmati sunset, indah bingits. Sambil santai di ayunan pohon J. Lalu, bakar2an makanan (jagung dan teman2nya) sambil chit chat menunggu ngantuk. Listrik belum ada lagi, haduh… terpaksa, mandi, sholat, dll dalam kegelapan, sambil nunggu solar tiba. Ya, di sana ga ada listrik yang dari PLN, tapi dari jenset yang pakai solar.

039

18 Mei 2014

Bagun pagi jam 5an, huaaaa… jam 06.00 am hujan! Ga asik banget, beneran. Kita kudu pagi-pagi jam segitu kalau mau lihat lumba2 nyebrang laut. Tapi, hujan tak kunjung reda sampai 1 jam. Galau lah kita semua. Dengan penuh kenekatan, kita putusin tetap jalan jam 7. Kita ga bisa nunggu lagi lebih lama karena akan kehilangan moment yang berharga tsb.

Kenapa kita ngotot harus lihat? Karena ini agenda utama tujuan kita ke pulau Kiluan ini. Inilah tempat habitat asli si lumba2 imut. Tempat inilah terjadinya migrasi lumba2 setiap pagi. Sudah mulai agak panas, sudah tidak akan ada lagi lumba2 lewat.

Di Teluk Kiluan dua jenis lumba-lumba. Spesies pertama adalah lumba-lumba hidung botol (Tursiops Truncatus) dengan badan lebih besar, berwarna abu-abu, dan pemalu. Spesies kedua adalah lumba-lumba paruh panjang (Stenella Longirostris) dengan tubuh lebih kecil dan senang melompat. Kawanan lumba-lumba liar menyelam bebas di bawah laut ditambah dengan pantai berpasir putih dengan latar belakang langit biru jernih merupakan destinasi utama Teluk Kiluan.

Jam 07.00 lewat, sekitar 10 menitan kita mengarungi laut dengan perahu kecil, perahu jukung namanya, yang mana 1 perahu Cuma boleh diisi oleh 3 – 5 penumpang aja (sudah termasuk drivernya). Sampai di tengah-tengah laut, kita langsung memicingkan mata untuk lihat sirip2 lumba2. Dan dari kejauhan, kita liat segerombolan sirip lumba2, trus mereka lompat2an keluar dari air. Kita kejar dong. Dan ga Cuma perahu kita, tapi semua perahu yang melihat itu juga menuju ke kawanan tersebut. Alhasil, ketika kita tiba, kawanan lumba2 itu sudah menghilang. Ya, mereka akan menghilang ketika mendengar deru mesin perahu. Jadi, ketika kita mau mencapai ke kawanan lumba2, ada baiknya matikan mesin perahu, lalu kita dayung aja perahunya. Atau kalau punya kamera dlsr yang lensanya ada yang super panjang, itu lebih bagus. Karena keseringan ketika kita tunjuk ada kawanan lumba2, kita kejar, sampai tkp, udah hilang. Kan capcai.

Si lumba2 itu juga tau ketika mereka jadi artis diburu paparazzi, mereka juga jenga’ rasanya, jadilah mereka ngumpet. Secara kita ga nyelem ke dalam laut, jadi mereka aman untuk ngumpet di dalam air.

Setelah puas hampir 1 jam di tengah laut untuk lihat lumba2 cantik, waktunya kita balik kandang. Menyenangkan, bisa lihat lumba2 live/ siaran langsung. Rasanya amazing. Ga akan pengalaman seperti ini bisa dibeli orang.

So, jam 08.00 am kita kembali ke cottage untuk packing balik ke Jakarta. Ga ada yang banyak diceritakan di sini dengan rute yang sama ketika pergi. Tapi, sebelumnya kita menikmati kelapa muda dahulu, fresh from oven. Jadi, akang2nya yang jaga (officer, penjamu kita selama nginep), manjat pohon kelapa dan langsung ngebelah kelapa di situ juga.

Jam 11.00 pagi ke Canti – Baukeheni – Merak – Jakarta. Jam 22.00 malam sampai di rumah, home sweet home.

049
foto bareng dulu di Teluk Kiluan
050
Jakarta, I’m coming home…

Catatan: Biaya thn 2014 untuk 1 orang IDR900,000. Gw sm anak gw jadi 1,8jt. Itu sudah all in, kita ga keluarin uang lagi kecuali utk keperluan pribadi.

Tips:

  1. Pergilah saat musim kemarau.
  2. Bawa sunblock karena kita akan banyak bermain dengan sinar matahari.
  3. Bawa tas kedap air.
  4. Bawa waterproof camera atau tas kamera kedap air untuk narsis ketika snorkling.
  5. Bawa banyak ransum (cemilan), khususnya air mineral. Kalau cemilan, sekalian buat bagi2 anak2 kampung sana di pulau Kiluan.

Semangat Air (Rafting) Water Spirit

Sungai Citatih dengan debit normal 45m/s yg dimulai dari Sukabumi sampai dengan Pelabuhan Ratu. Tempat yang cantik untuk bersemangat bersama air. Rafting kami menamakannya.

The Citatih with normal debit 45m/s that starts from Sukabumi to Pelabuhan Ratu harbour. Beautiful place to have spirit with water. We named it Rafting.

Perjalanan dimulai dari Jum’at malam tgl 23 Mei 2014. Rombongan menggunakan 2 bis kapasitas @30 orang, berangkat dari kantor TPSE hampir jam 9 malam. Jadwal awal adalah jam 8 malam. Molor sejam J. Maklum, kami pekerja yang waktunya sangat sibuk untuk bekerja :):):).

The journey began  from Friday night on 23 May 2014. The group used 2 buses with capacity @30 people, left from TPSE office almost 9pm. 1st schedule was 8pm. Late for 1 hour. Be understood that we, employees, are very busy for working :):):).

Sendal gunung belum ada, cemilan harus dibeli, tanding tepok bulu harus tetap berjalan, deadline menunggu, jadilah tim pembeli sendal berangkat, tim tanding tepok bulu menyelesaikan tugasnya dulu, panitia pembeli cemilan berangkat, deadline terpaksa diserahkan ke Project Manager :).

Hiking slipper was not yet ready, snack must be bought, badminton games must go on, deadline was waiting, so there hiking slipper team left, badminton teams finished their duty, snack committee left and deadline was given to Project Manager :).

Perjalanan sampai ke hotel Augusta Sukabumi, Jl. Raya Cikukulu (arah kota Sukabumi) menyita waktu sampai dengan kurang lebih 4 jam. Sedikit ada kecelakaan karena sepanjang jalan di jalan raya sukabumi banyak lubang. Jadi, ketika sedang pules2nya kami, tiba-tiba bis berhenti mendadak. Ternyata, ada sepeda motor yg terjungkil karena lubang dan sopir bis kami mencoba menghindar. Untunglah tidak menjadikan peristiwa tersebut berkepanjangan. Jadi, untuk yang hendak melewati jalan tsb, harap sangat berhati-hati.

The journey arrived to Augusta Hotel Sukabumi, Jl. Raya Cikukulu (Sukabumi city direction)  took time to more less 4 hours. A bit accident we had due to many holes on the road. When we were sleeping so tight, suddenly the bus stopped. We found that there was a motorcycle crashed to the road and our driver tried to avoid it. Fortunately, the case was done immediately. So, be careful for those who want to pass that road.

Sampai di hotel, waktu menunjukkan jam setengah 1 pagi tgl 24 Mei 2014. Beberapa tidur, beberapa masih terbahak-bahak…

We arrived at almost 1 am on 24 May 2014. Some were sleeping, some were laughing …

Sekitar hampir jam 7.30 pagi, kami sudah siap sedia untuk check out dan menuju ke meeting point Riam yang berada di PLTA Ubrug, Sukabumi. Riam kali ini bekerja sama dengan RIAM JERAM, www.riamjeram.com, berkantor di Kompleks Perkantoran D’Best Blok C/7, Jl. RS Fatmawati Raya No. 15, Gandaria Selatan, Jakarta, Telp: 021-769-9016sd17. Kami sudah siap dengan jaket penyelamat, helmet dan dayung jam 9 pagi. Pakaian terbaik saat akan rafting adalah kaos, celana panjang. Pendek (tidak jeans), sendal gunung, topi dan kacamata bila perlu. Barang-barang berharga peserta akan disimpan dalam box penyelenggara dengan dibungkus plastik terlebih dahulu. Barang-barang tsb tidak disertakan dalam perahu kita. Jika ingin membawa barang yang disertakan dalam perahu, bisa dibungkus juga dengan plastik dan dititipkan ke petugas di perahu kita. Mereka telah mempersiapkan tas anti air dan dikunci ke tali dalam perahu. Barang-barang yang bisa dibawa adalah baju ganti jika ingin sholat zuhur (karena jalur yang panjang), kamera, rokok, dll yang memang diperlukan selama perjalanan karena dijamin tidak akan ada pedagang asongan selama menyusuri sungai :).

It’s almost 7.30am, we were ready to check out and prepared to first meeting point which positioned in PLTA Ubrug Sukabumi. Rafting this time was with RIAM JERAM, www.riamjeram.com, office at Kompleks Perkantoran D’Best Blok C/7, Jl. RS Fatmawati Raya No. 15, Gandaria Selatan, Jakarta, Telp: 021-769-9016to17. We were ready with life jacket, helmet and paddle at 9am. The best dress was t-shirt, short/ pants (no jeans), hiking slipper, hat and glasses if needed. Important items will be kept in the box but should be wrapped up first with plastic. Those things would not be together with us on the boat. If we would like to have them on the boad, we need to wrap up with plastic and pass them to the guide. They have prepared waterproof bag that would be locked to the boat. Those things can be changing clothes if you want to pray (due to long distance), camera, cigarrette, etc that you need during the journey on the river because I guarantee there will be no food street standby 🙂.

Foto bersama dengan perlengkapan lengkap, lalu briefing dengan petugas mengenai instruksi yang akan diberikan selama di perahu. Instruksi tersebut adalah bagaimana memegang dayung. Dayung mempunyai bentuk huruf T di ujungnya yang berguna untuk dipegang dengan mengunci jempol kita dan mendekap sisi atas T oleh 4 jari kita. Insturksi lain adalah maju yang berarti dayung ke depan. Mundur yang berarti dayung dari belakang. Ke kiri, berarti semua orang di perahu harus bergeser ke kiri. Ke kanan, berarti semua orang di perahu harus bergeser ke kanan. Boom, berarti semua orang harus ke tengah perahu dan jongkok juga meletakkan dayung dengan posisi vertikal.

Group picture with complete PPE (Personal Protective Equipment) then briefing with the guide about the instruction when we are on boat. Those instructions were, how to hold the paddle. The paddle has T form in one side in order to person holds it by locking its thumb and followed by 4 fingers. Another instruction was go ahead means we paddle to front. Go back means paddle to back. To the left means everybody on the boat must go to the left side and vise versa. Boom, means all people on the boat must go to the center of the boat and do half sit with vertical position of the paddle.

Selain itu juga ada informasi bila peserta kecebur ke air. Jika kita jatuh ke air dan atau perahu terbalik, hal yang paling utama adalah tidak panik dan posisi yang terbaik adalah celentang dengan kaki di permukaan air karena jika kaki di dalam air, kita tidak pernah tau batu-batuan yang berada di dalam air dan bisa mencelakakan kaki kita sendiri. Jika teman kita terjatuh ke dalam air, dalam jarak jauh, berikanlah dayung kita dengan posisi huruf T menuju ke korban dan dayung di posisi kita. Jika sudah mendekat, tarik jaket penyelamatnya bukan orangnya untuk naik ke perahu.

Another information was if there would be someone drawning to the water. If ourselves drawn or our boat is upside down, the most important thing is not panic and the best position is lying with face to the sky and feet are on water because if the feet are in water, it’s frighten of many stones in the water and they can harm our feet. If our friend drawn to the water, if the distance is quite far, we need to give our paddle with T form to his face and paddle is to our body. If he’s getting closer, then we need to pull him by the jacket, not the body.

Kamipun siap setelah briefing selesai. 10 perahu (9 perahu peserta, 1 perahu penyelamat) mulai beraksi. Jarak yang akan kami tempuh total 35 KM dengan 2x istirahat. Pengarungan pertama mempunyai rute Bojongkerta ke Leuwilalay sepanjang 12 KM. Pengarungan ke dua berute Desa Leuwilalay – Jembatan Cipicung sepanjang 23 KM. Pengarungan pertama mempunyai banyak riam dahsyat (adventure), sebaliknya rute kedua riamnya biasa-biasa saja (family package).

We were ready when briefing done. 10 boats (9 were participats, 1 was rescue team) started action. We would cross 35 KMs with 2 times break. First route was Bojongkerta to Leuwilalay for 12 KMs. Second one was Desa Leuwilalay – Cipicung Bridge for 23 KMs. First route was adventure route and the second one was family route, just so so.

Semula semua anteng dan menikmati keindahan sungai, sawah-sawah di pinggir sungai dan tebing-tebing. Namun, tiba-tiba semua jadi rusuh karena ada pelopor penggerak penceburan peserta. Saling tarik-menarik jaket penyelamat untuk menceburkan kawan, juga sangkut-sangkutan dayung untuk menarik kawan masuk ke air. Suasana jadi bising, gaduh dan semrawut karena setiap orang tertawa terpingkal-pingkal, teriak-teriakan, jatuh-jatuhan, culik-culikan dan sebagainya yang rusuh. Hal ini terjadi berulang-ulang karena saling balas membalas. Namun hal ini terjadi hanya jika di air tenang.

At first, all of us enjoyed the beauty of the river, farms on the edge of river and cliffs. But suddenly everything was messed due to provocator to pull and fall down people to river. All pulled each other on life-vest and used paddle to pull and made them drawn to the water. Situation became noisy, riot and mess because everyone was laughing, screaming, falling down each other, kidnapping and everything. This thing happened many time only when the water flowed calmly.

16 jeram kami lewati. Masing-masing jeram mempunyai nama dan karakteristiknya. Setiap jeram, ada nama pengenalnya dengan menggunakan papan nama yang ditempelkan di pohon atau tebing. Ada yang membuat beberapa teman-teman jatuh ke air karena kuatnya arus dan tidak siapnya pegangan di perahu, ada juga yang biasa saja tapi ada juga yang harus diawasi perahu penyelamat karena ganasnya arus. Setiap perahu mempunyai tali yang mengelilingi perahu berguna untuk pegangan peserta ketika melewati medan sulit.

16 cascades had been passed. Each of cascade has name and its characteristic. Each cascade’s name has its own board name on trees or cliff. Some friends were felt down to water because of hard stream and not to hold the boat. Some were ok. Each boat has rope that encircle the boat as handle by people when passing by the hard field.

Jeram pertama yang kami lewati adalah Jeram Slalom. Jeram ini sering kali digunakan untuk pertandingan dengan kategori slalom. Selain arusnya cukup kuat, tempat dan grade dari jeramnya sangat sempurna untuk dilakukan lomba tersebut. Maka dari itu disebut jeram slalom.

First cascade is Slalom cascade. This cascade is often used for competition. Besides the stream is strong, area and grade are perfect for competition.

Jeram kedua adalah Jeram Ngehe. Nama jeram yang diambil dari kata sumpah serapah para guide karena walaupun jeram ini mempunyai karakter yang tidak terlalu sulit, tapi ternyata bisa membuat perahu terbalik. Dan dari terbaliknya perahu itu, para pemandu sering menyebutnya “ngehe”.

Second cascade is Ngehe cascade. The name was taken from the oath of the guides because even this cascade is not difficult to pass, but can make the boat upside down. This upside down incident made guides call it “ngehe”.

Jeram ketiga adalah Jeram Serius. Jeram yang jangan dianggap remeh.

Third cascade is Serius (Serious) cascade. Never underestimate this cascade.

Jeram keempat adalah Jeram Jontor.

Fourth cascade is Jontor cascade.

Jeram ke 5, Jeram apa y? ah, lupa saya.

Fifth cascade is I have no idea. I forgot 🙂

Jeram ke 6 adalah Jeram (Saung) Asmara. Saung asmara berawal dari nama sebuah jeram yaitu jeram asmara yang mempunyai kisah dimana dalam 1 perahu terdapat sepasang kekasih yang selalu tidak ingin berada jauh satu dengan yang lainnya. Saat memasuki salah satu jeram, keduanya saling berpegangan tangan dan ternyata mereka berdua terjatuh dari perahu dan hanya mereka berdua yang jatuh.

Sixth cascade is Asmara (Romance) cascade. It began when there was a couple in one boat that they never ever wanted to separate. When the boat went into one of the cascades, both were holding hands and then they drawn to the water together. It’s only them who drown when no body didn’t.

Jeram 7, Jeram UnderCut. Jeram ini cukup kuat untuk mengikis bebatuan yang ada di depannya, sehingga ada satu batu besar yang terkikis yang membentuk ceruk di ujung jeram tersebut.

Seventh cascade is UnderCut cascade. This cascade is strong enough to scrape stones that lie in front of it. Then, till one day there was big stone was eroded to form niche in the end of cascade.

Jeram ke 8 adalah Jeram Pabeulit.

Eight cascade is Pabeulit cascade.

Pada jeram ini kami beristirahat di meeting point 1. Di sana kami menikmati kelapa bulat dan ubi rebus. Toilet tersedia. Tidak disangka 3 jeram setelah break sebentar adalah jeram-jeram yang dahsyat yang harus dikawal dan dijaga di depan arus oleh tim penyelamat.

In this cascade we took a break in meeting point 1. We enjoyed original coconut and boiled cassava. Toilet is available. Unexpectedly, 3 cascades after the break are tremendous cascades that we needed to be guarded by the rescue team.

Jeram 9, Jeram Gerbang.

Ninth cascade is Gerbang (Gate) cascade.

Jeram 10, Jeram Zig Zag. Jeram yang memiliki karakter zig zag. Perahu yang melewati jeram ini akan bermanuver kanan dan ke kiri.

Tenth cascade is Zig Zag cascade. This cascade has zig zag character. The boat which passes this cascade will do right and left maneuvers.

Jeram 11, Jeram Warok dan Marzuki Usman. Jeram yang mengisahkan suatu Leuwi Warok yang berarti tenggorokan dan langsung melewati jeram Marzuki Usman yang pada saat itu pengarungan bersama Bapak Marzuki Usman pada tanggal 26 Juli 1998. Saat itu beliau menjabat sebagai MenPora yang terjatuh di tempat tersebut.

Eleventh cascade is Warok and Marzuki Usman cascade. Cascade that told story about Leuwi Warok which means throat and straight passed Marzuki Usman cascade with Marzuki Usman on 26 July 1998. He was Head Minister of Youth and Sport and felt down to the cascade.

Setelah jeram ini, kami istirahat makan siang dan sholat Zuhur. Di meeting point ini, kami dapat menikmati foto-foto kegiatan kami di perahu yang diabadikan di 2 titik jeram. Setiap foto dikelompokkan berdasarkan pemandu. Setiap kelompok foto bernilai jual 100 ribu dibuatkan dalam CD. Setelah semuanya selesai, kami melanjutkan ke jeram berikutnya. Jeram-jeram setelah pos 2 terbilang sudah tidak ada tantangannya karena memang diperuntukkan kepada keluarga (family package).

After this cascade, we took a break for lunch and Zuhur pray. In this meeting point we enjoyed our pictures that was taken in 2 spots of cascades. Each picture was grouped based on the guide. Each photo group worth 100thousand IDR in 1 CD. After all had been done, we continued to next cascade. Cascades after post 2 were not so challenging because these cascades were for family (family package).

DSCN2990

Jeram 12, Jeram Kerinduan.

Twelfth cascade is Kerinduan (Missing) cascade.

Jeram 13. Jeram yang mempunyai kisah karakteristik berbelok-belok dan arus yang sangat kuat yang melalui penyempitan di antara 2 celah batu, sehingga terkesan saat memasuki jeram tersebut layaknya naik roller coaster.

Thirteenth cascade. This cascade has twist characteristics and strong stream that through the narrowing gap between two rocks, thus impressed upon entering the rapids like roller coaster.

Jeram 14 adalah Jeram Blender. Jeram yang berkarakter seperti blender yang bisa menggulung peserta yang jatuh dikarenakan jeram tersebut terbentuk karena adanya patahan sehingga terbentuk arus turbulen.

Fourteenth cascade is Blender cascade. This cascade is like blender which rolled people who felt down to the water because the cascade was formed due to fault forming a turbulent flow.

IMG_1190

Jeram 15 adalah Jeram Panjang. Jeram yang terdiri dari jeram-jeram kecil yang saling menyambung, membuat jeram ini menjadi panjang.

Fifteenth cascade is Panjang (Long) cascade. This cascade consists of small cascades that connect to each other, made this cascade became long.

IMG_0676

Jeram 16, Jeram Monyet. Ditemukannya beberapa monyet di jeram ini.

Sixteenth cascade is Monyet (Monkey) cascade. It was found some of monkeys in this cascade.

IMG_0637

Jeram 18, Jeram Kerinduan. Kisah jeram yang tidak akan melupakan jeram tersebut dan akan merasa rindu jika sudah melewati jeram kerinduan.

Eighteenth cascade is Kerinduan (Longing) cascade. Cascade story not to forget after passing through this cascade.

IMG_1315

Kami sempat menikmati keindahan alam gunung Bongkok dan sekitarnya sebelum berakhirnya petualangan kami. Pemandangan yang indah. Sayang sekali tidak bawa kamera waterproof. Walaupun bawa kamera digital biasa, saya sempat khawatir untuk mengeluarkannya untuk mengabadikan pemandangan indah tersebut karena takut kamera jadi korban keisengan teman-teman yang saling menceburkan ke air.

We enjoyed the beauty of mount Bongkok and surrounding before ending our journey. Beautiful scenery. Too bad I didn’t bring waterproof camera. Even though I just brought normal digital camera, I was bit worried to use it to take those beautiful views because friends were all fed to throw us into the water.

Beberapa meter sebelum sampai di meeting point terakhir (jembatan Cipicung), hampir semua perahu dibalikkan oleh pemandu dan teman-teman. Karena memang itulah pesan dari semua peserta dan keisengan pemantu untuk saling membalikkan semua perahu. Untungnya perahu yang saya naikin tidak bisa ditebalikkan karena saya tahan perahu sambil teriak-teriak untuk tidak dibalikkan ke pemandu hahahahahaha… 🙂

Few meters before last meeting point (Cipicung bridge), almost all boats were being upside down. It was message from all participants. Goodness, my boat was not being upside down because I screamed loud to the guide not to make it happened. It worked hahahaha… 🙂

DSCN3040

Dari lokasi tsb, berjejer angkot yang telah siap membawa kami ke meeting point terakhir. Hanya angkot yang bisa membawa kami dalam jumlah banyak karena jalanan yang ditempuh adalah jalan kecil. Perjalanan yang lumayan jauh yang akhirnya tembus keluar ke jalan raya Pelabuhan Ratu.

From that location, many small public transportation were ready to take us to the last meeting point. Only small cars could take us due to small roads. Very far distance to take us to Pelabuhan Ratu road.

Sampai di meeting point, kami bersih-bersih (mandi) dan  makan malam. Walaupun istilahnya makan malam, namun waktu masih menunjukkan pukul 4 sore lewat. Berangkat dari tempat pertemuan terakhir jam 5 sore dan tiba di kantor kembali jam 10 malam lewat. Di tengah perjalanan, kami sempat berhenti untuk beli oleh-oleh khas Sukabumi yaitu mochi dan pisang sale. Yummy… Pengalaman yang menyenangkan! 🙂

At the last meeting point, we took shower and had dinner. We call it dinner even it’s still 4pm. Last departure was at 5pm and arrived in the office at 10pm. We dropped by in the middle of the journey to buy Sukabumi souvenir, mocha and pisang sale. Yummy… great experience! 🙂

Saya bisa simpulkan detail perjalanan sbb:

Hari 1

20.30 – 01.00      Jakarta – Hotel Augusta Sukabumi

Hari 2

07.30 – 08.30      Hotel Augusta Sukabumi – PLTA Ubrug

09.00 – 11.00      PLTA Ubrug (meeting point 1) – Leuwilalay

11.00 – 12.00      Leuwilalay – meeting point 2

12.00 – 13.30      ishoma

13.30 – 15.00      meeting point 2 – Jembatan Cipicung

15.00 – 15.45      Jembatan Cipicung – meeting point 3

17.15 – 22.30      meeting point 3 – kantor jakarta

Setengah Jalan-Jalan di Singapore

 

#Singapore #Singapura #Flyer #SingaporeFlyer #SultanMosque #Sultan #Bugis #MustafaCenter #GardenByTheBay #Changi

Rada bosen sebenernya ke Singapur karena dengan sekarang sudah ke 6 kalinya. Tapi, berhubung tugas kantor, tetap dijalankan, dengan semangat. Ya, semangat karena bisa milih hotel sendiri. Jadilah pilih di Village Bugis hotel, sangat dekat dengan masjid terbesar di Singapore, masjid Sultan.

Jadi, begitu tiba di Changi 15-Nov-15@17.00 waktu setempat, langsung ke Dock Information untuk dapat fasilitas shuttle bus gratis seperti yang dijanjikan pihak hotel. Dengan bantuan wanita Chinese setengah baya yang ramah dan sangat membantu dan kurang dari waktu 30 menit seperti yang dijanjikan, jadilah naik shuttle bus gratis sampai hotel.

IMG_9722

Karena belum sepat tukar uang, maka deposit hotel dibayarkan dulu dengan USD untuk 1 malam.  Masuk kamar hotel, tiba-tiba terdengar suara azan. Alhamdulillah karena lokasi hotel sangat dekat dengan  mesjid, maka suara azan terdengar jelas. Bergegaslah ke mesjid untuk magrib sekaligus isya.

Lepas sholat, beli air mineral seharga SGD1.5 untuk rebus mie cup J. Hotel menyediakan air mineral 2 botol, tapi tetap harus ada cadangan.

Karena on duty, maka jalan-jalan di Singapore hanya setengahnya dari kehidupan seharian. Maksudnya hanya bisa dilakukan setelah pulang kerja. Maka, jadilah Senin lepas kerja langsung capcus ke Singapore Flyer.

Naik bus dari RS Raffles dengan nomor 133. RS Raffles tepat bersebelahan dengan Village Hotel Bugis. Dengan karcis hanya SGD1.4 sampai di halte Singapore Flyer. Jalan sebentar, belok kiri, sampai deh di Singapore Flyer. Dengan bayar karcis SGD33 untuk dewasa, kita bisa masuk dan melihat2 beberapa view sebelum sampai ke flyernya.

Seperti biasa, di Singapore, kalau di tempat wisata, pasti ditawari foto yang mana kalau sudah selesai menikmati kesenangan, akan diminta cetak atau tidak. Kalau cetak, bayar lagi. Utk di flyer ini, sekali cetak seharga SGD25.

Menikmati Singapore dari ketinggian di waktu senja adalah sesuatu. Putaran sangat lambat dan memakan waktu 30 menit. Dan ternyata ada 1 kapsul khusus untuk dine. So romantic. Utk couple dengan harga SGD296, siap dengan pelayan.

Karena sudah malam dan ingin tau juga ongkos taxi, maka langsung buka pintu taxi. Tariff di awal SGD3.2 dan karena sudah malam, kena charge di atas jam 5 sebesar SGD4.3. total sebenarnya SGD5.18. jadi semua hampir SGD10.

Kembali ke Bugis, kembali ke masjid Sultan. Setelah ibadah, lihat2 sekeliling, ternyata ada yang murah2 untuk souvenirnya. Tokonya berada di belakang masjid. Yang punya keturunan Surabaya India, tapi sudah jadi WN Singapore dan cakap juga sudah melayu.

Hari berikutnya ke Mustafa Centre. Direkomendasikan oleh bagian concierge untuk naik taksi karena kalau naik bis agak susah dari hotel menginap, harus jalan lumayan dulu baru sampai halte terus setelah turun di halte juga jalan lagi. Kalau taxi, cepat, dari pintu hotel langsung ke pintu Mustafa Center. Satu kali jalan harga taxi sebesar SGD6an. Belum lagi setelah keluar pintu Mustafa Center, bakal perjuangan berat untuk naik bis dengan tentengan kanan kiri yang lumayan berat.

Mustafa Center buka 24 jam. Ga ada matinya. Semakin malam semakin ramai, khususnya di lantai 2. Giru deh kalau sudah sampai sana. Berbagai macam souvenir dan coklat banyak pilihan dan tentunya harga juga bervariasi. Kalau tidak dikontrol bisa jebol kantong J. Setelah puas dengan coklat, nyambung ke ground floor, khusus kain-kain India, Sari. Berhubung anak lagi demam India dan dia kepingin banget baju Sari, maka dapatlah 1 potong kain Sari yang sangat panjang untuk 1 stel warna pink dengan blink2 yang wow, sampai itu kain berat sekali. Padahal kain Sari itu tipis, Cuma karena blink2nya (mutenya) macet alias rame padat, jadilah berat. Kain yang dibeli seharga SGD65 + kain daleman untuk rok daleman seharga SGD3. It’s kind of a surprise lah buat My Diamond secara pas juga dengan bulan ultahnya.

Setelah puas belanja, hari berikutnya harus ke Garden By The Bay. Walaupun sudah 6x dengan ini ke Singapura, tapi belum injakkan kaki ke Garden By The Bay.

Alhamdulillah, ada teman ke sana dan baru saja ke sana minggu sebelumnya liburan dengan keluarganya. Ada kolega datang dari India, orang Swedia. Teman Project SAP sebagai coach. Jadi, secara tidak langsung beliau guide di Garden By The Bay.

Pulang kerja, ngacir jam 7.30 malam dari hotel pakai taxi, SGD10an, turun di Hotel Marina Sand Bay, yang gedung 3 kaki itu loh, yang atasnya kesambung semua dengan “perahu”. Hotel lux. Kantong belum sampai untuk nginep di sana hehe… jadi turun di tower 1, masuk ke dalam, keluar sedikit dari Tower 1 & 2, naik lift dari luar itu (masih dalam pekarangan hotel). Naik sampai lt. 6. Tadinya mau lihat pertunjukan laser dari “perahu” hotel, tapi tak kunjung juga, akhirnya langsung ke ujung jembatan penghubung hotel dan Garden By The Bay.

Ternyata di sana sudah banyak orang menikmati pertunjukan regular persembahan Garden By The Bay dari kejauhan. Ada yang benar2 menikmati, tapi ga sedikit juga yang mengabadikannya. Pertunjukan berlangsung 15 menit menjelang jam 8 malam.

Setelah selesai, meluncur turun pakai escalator, menuju “pohon-pohon” gede listrik tsb. Angkuhnya mereka berdiri dengan sangat elegan. “Pohon-pohon” terdiri dari satu induk yang paling besar di tengah, dan beberapa “anak2nya” mengelilingi. Induk “pohon” mempunyai restaurant di atasnya. Pastinya mahal lah harga makanannya. Tidak tau sih, tidak ngecek sejauh itu karena kita lebih excited untuk eksplore daratan lebih jauh.

Ada 2 “anak”nya saling berhubungan dengan tangga di atas menaranya, untuk orang-orang menikmatinya dari dekat. Tiket hanya SGD5. Sayangnya, ketika kita sampai sana, tiket sudah tutup. Terakhir pembelian tiket jam 8 malam, walaupun antrian masih panjang (pembelian terakhir tadi). Naiknya dari salah satu “anak” tangga dengan lift. Liftnya ada dalam batang “pohon”nya. Dan turunnya di anak “pohon” satunya lagi. Di antara 2 anak “pohon” itu, orang-orang yang menikmatinya akan melalui si induk.

Karena tiket sudah ditutup, lanjutlah kita ke tempat yang lain. Ketemu lah jam raksasa pepohonan. Itu seperti jam di King’s Park #Perth, #Australia. Very nice to see. Lanjut ke cloud forest. Dome yang isinya air terjun kehijauan (bukan kekinian yak). Sayangnya itu juga sudah tutup. Cuma bisa liat dari luar lewat kaca domenya. Tapi, tidak apa2. Air terjun di Indonesia lebih menggairahkan dan menarik karena sangat alami. Saking Singapura tidak punya resource alami untuk hal-hal alami, maka dibuatlah sesuatu seperti itu untuk menyegarkan Singapura sekaligus menjadi pemasukan Negara. What a brilliant idea.

Sebelahan ada flower dome. Dome yang isinya bunga2an. Well, kita bisa nemuin segala macam jenis bunga di Indonesia. Lebih variatif dan alami. Kalau sudah liat beginian, baru berasa proud to be Indonesian. Tapi kalo udah liat kasus2 korupsi, banjir, macet, bah …

Terakhir kita lihat toko souvenir. Keren2 tapi mehong2 bo. Cukup puas hanya dengan menikmati saja. Balik ke atas, kita lihat map dan ternyata ada pertunjukan lagi seperti tadi yang kita lihat dari jembatan hotel. Dan itu akan dimulai jam 8.45 malam. Bergegaslah kita berdua ke sana. Dan ternyata 10 menit sebelum dimulai, kita sudah sampai, sudah banyak orang pada duduk-duduk di pinggiran “pohon-pohon”.

Teng 8.45, dimulailah pertunjukan, dan smua orang sudah standby dengan kameranya masing2. Hanya 1 atau 2 orang yang benar2 menikmatinya tanpa kamera. 12 menit berjalan, selesailah sudah. Kami balik ke hotel untuk naik taxi dan langsung menuju Kampong Glam.

Lihat di google maps, Kampong Glam itu 10 menit jalan kaki dari hotel kami. Tapi tenyata, begitu sampai sana, mesjid Sultan kelihatan jelas banget. So, ini mah ga 10 menit tapi kurang dari 5 menit aslinya.

Cari makan di sekitar sana, dapatlah tempat Kampong Glam Café. Harga lumayan. Untuk 1 piring nasi goreng kena SGD5, mie bandung SGD5 dan minuman rata2 SGD2 seperti teh tarik dingin. Jadi, makan berdua total semua SGD14. Lumayan, ketimbang martabak ayam beli di depan masjid Sultan, harga SGD8.

Tidak terlalu ramai banget di Kampong Glam, karena sudah banyak yang tutup. Saat kita sampai di sana, sudah hampir jam 10 malam. Jadi, jangan bayangkan Kampong Glam ramai setiap saat seperti Mustafa Center yang 24 jam tidak pernah tidur.

Oya, di sana ada penjual snack/ makanan ringan, kakek2 tua dengan pakaian koko yang bersih. Kalau berada di Kampong Glam dan lihat kakek itu, janganlah sungkan membeli jualannya walau kita ga butuh. Kalau bisa kembalian tidak usah kita terima sebagai sedekah. Beliau juga menyediakan kantong amal untuk fakir miskin di Malaysia, tanah kelahirannya.

H-2, dinner di restaurant all you can eat, Carrousel, berlokasi di hotel Royal Plaza on Scotts sebrang hotel Grand Hyatt, di pusat kota Singapura, Orchard. Restaurant lux dengan sekali makan malam SGD83/ orang.

Makanannya banyak pilihan, dari sushi, berbagai macam kerang gede2, seafood, masakan India, pasta, lauk-pauk asia, kebab, buah, kue2 manis, es krim, yogurt, coklat cair fountain, kopi, teh, even wine.

Kamis malam itu luar biasa penuhnya tu restaurant. Seperti jual kacang, padahal harga ga bersahabat dengan kantong pribadi. Dunia yang konsumtif. Belum lagi menjelang X-mas, orchad sudah seperti kota lampu. Semua berlampu di setiap sudutnya.

Hari terakhir, no more choice selain ke Changi. Lepas kerja, jam 5 langsung ngacir dengan taci yang sudah dibooking. Jalur AYE, tollnya Singapur, macet bukan kepalang. Tau dari sopirnya yang buka waze plus berita di radio. Akhirnya diputuskan ambil KYE, jalur lebih jauh karena mutar haluan tapi lancar. Jadilah dari Tuas ke bandara kurang dari 1 jam. Sampai di T1 pintu masuk, ada sesuatu yang baru buat gw. Kinetic rain. Lucu. Display hujan warna gold yang bisa berpola. Kenapa bisa begitu karena dia seperti gantungan besar yang dikasih tali di atap dan elastic. Jadi bisa naik turun sesuai pola yang sudah dibentuk. Dan itu bagus. 5 menit pertama ngeliat, excited, tapi selebihnya jadi membosankan.

Sayang, sebelum imigrasi tidak ada tempat sholat. Ga asik. Jadi harus lewatin imigrasi dulu baru bisa sholat. Dan lebih sayangnya (sebel lebih tepatnya), Air Asia delay 1 jam. Aahh… ga asik.

 

 

 

Sweden, part-2: Antara Vaten Hallen, Abisko, Aurora, Ice Hotel dan Stockholm.

#Abisko #Sweden #Aurora #Aurora_Borealis #IceHotel #Stockholm #VatenHallen #Lund

Dimulai penerbangan tengah malam dengan Qatar airways yang Alhamdulillah makanannya halal. Tapi, tidur keganggu. Secara dapat makan 2 kali, habis take off dan mau landing.

Well, anyway, sampai di Kopenhagen jam 1 siang hari Minggu, 13 Des 2015. Sebelumnya transit di Doha jam 5 pagi. Langsung cus naik Orensdag ke LundC. Sampai di Hayllie, ada pemeriksaan polisi, lumayan cukup lama. Waktu Sweden part-1, ga ada pemeriksaan tersebut. Ternyata itu pemeriksaan pengungsi yang mau masuk Swedia. Beberapa orang ditanyain detail dan lama tapi enggak gw, walopun gw jilbaban, secara begitu buka passport gw dia senyam senyum aja dan ga tanya-tanya karena cap-cap imigrasi di passport gw udah rame kayak pasar.

Masalahnya gw yang deg-degan karena bakal habis waktu dan gambling untuk ke Vaten Hallen. Di sana tutup jam 5 sore dan Cuma buka Sabtu-Minggu. Jadi, Cuma hari ini kesempatan gw ke sana. Alhamdulillah setelah selesai pemeriksaan, kereta langsung cus lagi dan sampilah kita di Lund C terus ke hotel ParkInn by Radisson jam 3.

Bergegaslah buru2, dan sholat dulu, dijamak. Karena zuhur dan ashar di musim dingin sangat pendek. Sopir taxi komplen karena gw ga tepat waktu. Bilangnya 10 menit jadinya 30 menit. Gw minta tunggu untuk diantar ke Vaten Hallen sampainya di hotel. Dan ternyata urusan di resepsionis lama. Ya udah sih, minta maaf aja sambil nyengir. Lagian gw juga perlu sholat. Biar diomelin sopir taxi daripada diomelin YME.

Jam 3.30pm cus dari hotel ke Vaten Hallen. Apa sih Vaten Hallen? Iya, pasti nanya, soalnya gw emang ngotot banget ke sana.

IMG_0277

Vaten Hallen itu tempat science center + planetarium di Lund yang berlokasi di Lund Universitet. Jadi, isinya kayak PP IPTEK TMII + Planetarium TIM kalo di Jakarta. Semua dalam skala mungil dibanding di Jakarta. Secara Lund itu juga kota kecil banget. Kalo temen2 bilang Lund itu ndeso. Tiket masuk dewasa SEK70. Tambahan aja nih, ongkos taxi dari hotel ParkInn by Radisson Lund, PP VatenHallen SEK500an. Mantab kan bro… tongpes-tongpes dah…

Ketemu sama petugasnya dan doi bilang, pertunjukan planetarium udah selesai. Terakhir jam 14:40. aiya… lewat dah kesempatan gw karena nyampe sana 15:50. Doi ngejelasin bagian-bagian Vaten Hallen tsb dan sekarang katanya lagi ada peragaan robotic. Well, ga terlalu tertarik karena tujuan utama gw planetarium.

But anyway setelah doi ngejelasin, nah part terakhir penjelasannya bikin gw semangat lagi, secara dia ngomong ntar jam 4 pas masuk planetarium aja. Ya udin, 10 menit gw keliling2 ga jelas karena semua peragaan IPTEKnya pakai bahasa Swedia plus anak2 yg lagi praktek science jg, si kakaknya pakai bahasa Swedia.

Jam 4 pas, gw dicariin sama si mbak petugas. Dan doi bilang, hayu ke planetarium. Ihiy, seneng banget gw. Dan begitu buka pintu, yup small size dengan design yang sama dengan planetarium TIM. Sepertinya seperempat ukuran dari TIM. Trus, gw Tanya yg lain mana, sambil nyengir dia bilang peserta Cuma gw doang. Mantablah kl gitu. Gw request pakai bahasa Inggris dan doi ga masalah.

Jadi ceritanya, doi itu mahasiswa Lund Universitet jurusan kimia astrologi gitu deh (rada lupa dia nyebut jurusan apa) dan doi magang di Vatenhallen ini. Namanya Tim tapi mbak.

Langsung doi show rasi2 bintang di mulai di winter dengan tanda khususnya si Orion. Itu juga berlaku di Indonesia kala musim hujan. Doi ngasih peta bintang yang bentuknya segi delapan 4 dimensi. Dan doi kasih senter infra merah untuk lihat peta bintang itu kala pertunjukan karena selama pertunjukan pastinya gelap gulita.

Doi jelasin semua ttg rasi di semua musim dan beberapa tambahan informasi tentang Andromeda dan beberapa bintang2 terang, seperti Sirius. Pertunjukan sekitar 20 menit. Kalau yang officialnya bisa sekitar 40 menitan. Well, oke lah, setidaknya mengobati … kelar situ beli deh kinetic sand untuk oleh-oleh bocah.

IMG_0293

Selama kerja 5 hari di kantor pusat Lund, ga ada yang special karena udah ada di Sweden, part-1. Cuma satu hal pas hari ke-4, akhirnya gw bersepedaan di Lund sama salah satu kolega yang ngintilin ke Lund. Jadilah kita dari hotel ke pusat Lund bersepeda sekitar 10 menit. Hotel yang kita tinggalin bisa disebut daerah pinggir, makanya lumayan harus pakai moda transportasi. Untungnya setiap hotel di sana nyediain sepeda gretong alias gratis.

IMG_0357

Hari terakhir kerja, udah keriting bunting eiy ini otak. Secara banyak peer, mata masih terus ga bersahabat dan gatel2 ini sudah sangat mengganggu bingits dah ah. Penyakit gidu gw dah akut, dah berbagai macam obat dan cara dilakuin buat penyembuhan, tapi ga ada yang mempan. Ada yang punya solusi?

Pulang kerja langsung cus ke Lund C. Stasiun kereta apinya Lund. Ceritanya mau ke Utaranya Swedia, Abisko, salah satu kota di lingkar kutub utara. 200 km doang jaraknya dari kutub utara. Tujuan utama: Northern Light, si cantik Aurora, Aurora Borealis. Semua orang bilang gw gila, bahkan beberapa orang Swedia langsung melototkan mata ketika gw sebut Abisko and Kiruna. And surprisingly, ternyata banyak orang Swedia yang ga pernah ke sana. Ga heran kalau orang2 bilang gw sinting. Tapi, ada juga well, bisa diitung jari kalau itu ok-ok aja dan bahkan ada 2 orang yang udah pernah liat itu si cantik Aurora dan dengan cerita mereka tentang itu, bikin gw semangat lagi.

Jadi, dimulailah dari Lund C, jam 17:23 tgl 18 Des. 2015. Semua tiket kereta, PP, udah gw book waktu di Indonesia, www.acprail.com, dan semua bayarnya pakai kartu kredit secara on-line. Lund C – Stockholm C, sampai jam 21:39. Begitu sampai Stockholm C, liat jadwal untuk kereta penghubung. Dan ternyata, ampun deh , telat 1 jam 10 menit. Dimana connecting train terakhir itu jedanya Cuma 30 menit. Panic dong gw. Gw nyalain deh tuh data roaming bwt cari notel kereta. Utk yang acprail.com ada di tiket, tapi ternyata setelah ditelp, mereka ga tau tentang itu.dan mereka itu basenya di Kanda. Oh, jadi mereka Cuma seperti agen kereta.

Gw cari clue lagi. Gw liat kereta gw namanya SJ Snabbtag. Ya, langsung gw cari notelnya. Dapet. Gw telp langsung, based di Swedia. Karena ternyata SJ itu kayak KAI-nya Indonesia. Gw certain kondisi gw dan petugas bilang, kereta selanjutnya akan nunggu atau kalau ga nanti waktu sampenya sebelum jamnya. Kalau gw masih panic, gw disuruh nanya petugas di stasiun sana. Well, agak melegakan.

Lumayan nunggu 2 jam di stasiun yang dingin, bikin jari2 gw beku. Dan ternyata banyak banget orang2 yg mau ke utara. Dan ga malu2in dg koper gw yg segede gaban karena hampir semua orang yg pergi kopernya sama gedenya sama gw, bahkan malah ada yg lebih rempong dari gw.

Dateng juga keretanya jam 23:50 yang jadwal aslinya 22:40. Itu kereta khusus kereta malam yang ada tempat tidurnya di kompartemen. Gw pilih yang sleeper, isi 6 orang, cewe semua. Car no gw 39. Begitu kereta tiba, gw liatin setiap gerbong, 37… 38… 40… nah loh, nomor 39nya ga ada. Ya udin, gw masuk aja yg 40. Carilah compartment gw. Eh, pas gw masuk udah ada 2 laki2 tidur. Shit, dalam hati gw. Langsung 10001% ga nyaman abis gw. Mana yang tempat tidur tengah, orangnya tidur ga pake baju lagi. Onde mande…

Gw bingung plus pingin teriak. Trus, tiba2 ada sepasang masuk. Dia Tanya gw di mana. Gw bilang tempat gw di atas. Ke atas lah gw, eh ternyata kanan kiri atas udah ada orang. Berarti total di kamar itu 7 orang. Nah, bingung kan. Trs yg perempuannya Tanya gw. Iya, kamarnya nomor 35 car no 39. Gw ga liat 39. Dari 38 langsung 40. Trus, dia bilang mungkin ketulisan pake tangan aja keles. Ya udin, gw cabut, tapi langsung ada yang manggil2. Miss miss… nomor 39 belok kanan, gerbong terakhir.

Aiyaa… bisa gitu. Dari depan nomornya urut tuh gerbong2, eh, pas jatah gw, berantakan.  Untungnya pada baik2 orangnya. Ya langsung cabut ke gerbong belakang dan Alhamdulillah ketemu. Semuanya perempuan. Gw di bawah, padahal harusnya di atas. Gw bingung naiknya, 3 tingkat gitu tempat tidurnya tapi ga ada tangga.

Semua dah pada tidur. Males gw Tanya. Tunggu aja ada 1 orang lagi berarti nanti dateng, pikir gw. Sholat dulu di kamar itu. Dan ngepas pas pas utk ukuran sholat dengan mengabaikan kiblat. Lumayan pusing sholat di kereta. Kayak berasa gempat kalo pas lagi berdirinya. Dan nah, bener deh, begitu berenti lagi d satu stasiun ga tau apa namanya, ada yang masuk lagi. Trus dia bilang, emang gw mau di bawah? Dia sih gpp. Gw sebenernya mang harus ambil hak gw di atas, gw bilang aja gw ga tau gimana naik ke atas. Trus dia bilang, manjet aja. Hellow… manjet dengan backpack yg super duper berat, nginjek2 kasur yang lain? No way dalam hati gw.

Trus, tiba2 ada yang bangun dan bilang, itu ada tangga di samping tempat tidur bawah. A-ha, finally… ternyata ada tangganya. Yawes, langsung dipasang dan gw langsung manjet pake tangga. Trus, tidur lah d sana. Cukup untuk tidur dan mentok kalau duduk.

Dapet jatah 12 jam di kereta malam itu. Tidur lumayan nyeyak tapi ga bisa lama karena panggilan alam ngebangunin gw jam 4 pagi. Ampun deh. Ya wes, sekalian deh, gosok gigi en wudhu. Nunggu subuh jam 06:15 waktu Soflletea, Sweden. Bis sholat, tidur lagi. Trus, tiba2 ada pengumuman di speaker di setiap kamar, aiihhh…. Kenceng banget suaranya. Spontan semua melek. Itu, jam 9 pagi.

Liat jendela. Semua putih. Wuiihh…. Keluar lah gw dari kamar. Subhanallah… semua putih dan dingin. Masya Allah, Subhanallah… cantik banget dah ah. Karena gw norak, ya gw pandangin lah sepanjang jalan sambil makan apel sebagai sarapan. Eh, ternyata gw gw doing yang norak. Banyak bule2 juga norak dan pada ambil gambar.

Setelah 12 jam di kereta, sampailah di stasiun Boden C. sampai sana jam 11:30 tgl 19 Dec. 15. Jadi Cuma ada waktu 7 menit utk ganti kereta. Begitu keluar, Masya Allah, dingin bo. Nafas gw berasep. Untung emang telat itu kereta yang di Stockholm, jadi begitu turun, ga ada 5 menit, kereta koneksi langsung dateng. Dan gw ga perlu beku di luar (-7OC) untuk nunggu.

Ga sampe 5 menit, kereta langsung cus. Another 5 hour di kereta. Boden C – Abisko Ostra. Lewatin stasiun Kiruna. Dan emang Kiruna salah satu kota besar di Swedia. And yes, kotanya ramai dengan lampu2. Itu berarti kotanya banyak orang. Saljunya tebel bingits bo di Kiruna. Ga kebayang apalagi di Abisko.

Belakang bangku rame banget dengan 3 orang Chinese. Brisik banget sepanjang perjalanan. Pucing pala bebi dengerinnya. Tapi, lucu, pas sampe Kiruna dan mau ke Abisko Ostra, tetiba kereta jalan mundur. Cep, semua langsung bungkem. Setan lewat. Gw yakin pada panic, secara gw juga sedikit panic. Setelah beberapa menit, mereka ngobrol lagi tapi pelan2 suaranya. Trus, ga berapa lama dateng petugas ke gerbong. Langsung aja gw Tanya, ini ke Abisko Ostra ga? Dia nodded. Ya wes, tenang. Eh, kambuh lagi tuh mereka brisiknya.

Jam 5 kurang dikit sampe di Abisko Ostra. Jiah… mereka turun juga. Dan ternyata satu penginepan. Haiyaa…  sempet kepleset salah satu dari mereka. Dan ternyata salju itu licin ya? Ga tau gw, norak, jadi jalan hati2 deh.

IMG_0415

Sampai di penginapan nego kegiatan. Gw mau photo tour malam ini tapi ga ada temen. Semua kegiatan di sana, min. 3 orang. Jadi, saran nih, baiknya kalau mau pleasure ke utara musim dingin, bawa 2 orang temen supaya ga nunggu2 tamu lain, berharap ga jelas gitu. Lumayan lama ngobrol nego2 sama petugas sana sampe akhirnya datang couple dari Hongkong dan ternyata mereka juga mau Aurora photo trip. Alhamdulillah jadi cao. Mereka suggest the next night. Gw ga bisa, karena udah booked dan bayar Aurora Sky Station. Uang udah masuk ke sana dan ga bisa ubah tanggal.

Jadilah jam 7 kurang kita kumpul di receptionist untuk ganti baju dulu. Semua mantel yang kita pakai, petugas bilang pasti tembus sm dingin. Jadi ternyata mereka emang punya gudang khusus bwt perlengkapan ke luar ruangan dari mulai baju bengkel dan boot yang super tebel dan berat, topi Eskimo, kaos kaki, sarung tangan sampe bulu reindeer.

Khusus untuk photo trip yang biayanya sebesar SEK995, dikasih pinjem juga kamera profesionalnya + lampu di kepala. Dan ternyata setelah kumpul semuanya total 8 orang. Ga nyangka lumayan rame. Dan untuk photo trip, ada tenda di tkp untuk ngangetin badan kl di luar dingin bingits.

So, kita berangkat jam 7 ke tempat yang lapang dan bener2 gelap. Kita set up semua kamera di sana. Yang ngajar nyettingin kamera ke titik focus sampe bisa moto bintang.

1 jam nunggu… gigit jari… kedinginan… masuk tenda… ga ada hasil. Keluar, berawan abis, huhuhuhu… narsis aja dulu deh kl gitu. Masuk tenda lagi, ngangetin badan sekalian buka boot karena kaki keram kedinginan. Sumprit, dinginnya maknyus. Padahal udah pake baju perang. Di dalam tenda kita bakar marshmellow. Baru tau gw kl marshmellow gede2 gitu ditusuk trus dipanasin di atas api biar meleleh, trus ditaro di biscuit, tambahin coklat. Kayak biscuit masrhmellow coklat yang ada di Indonesia itu, Cuma ini manual bikinnya.

Udah abis ngebenerin keram sendirian di tenda gw keluar lagi dari tenda dan banyak2 berdo’a. Alhamdulillah… tiba2 doi dateng. Pertama malu2 datengnya. Kecil and dikit. Abis itu langsung panjang, sepanjang setengah lingkaran dunia. Segaris, ijo. Abis itu, temen2nya dateng. Ya ampuunn… cantik banget. Dan abis itu… bener2 amazing, mereka gerombolan dateng tepat di atas kepala, which means yang keliatannya tuh mereka di atas ujung dunia, nari-nari di “kubah dunia”.

It’s soooooooooooo wonderful. Amazing. Ijo, ungu, pink berlayer nari2 di atas kepala kita, di “singgasananya”. Langsung kita minta foto sama tutornya. Sebelumnya foto sendiri2 dengan background si cantik, abis itu rame2. Semua pada teriak girang pas gerombolan si cantik nongol berkali2. Apalagi waktu pertama kali gerombolan itu munculin satu2 terus kerumunan terus langsung show, wow… kita super hepi. Karena sebelumnya beberapa udah shat shit shat shit karena berawan tebal dan kelihatan tidak bersahabat.

Tapi emang, di sana semua unpredictable. 10 menit bisa berawan abis, 10 menit kemudian bisa clear lagi. 5 menit bisa too windy, 5 menit kemudian bisa tenang dan 5 menit lagi langsung bisa ujan. Banyak yang buka aurora forecast di internet, tapi banyak yang bilang ga ngaruh. Semua ga bisa diprediksi untuk si Aurora ini. Aneh emang, but that’s the fact. Secara yang ngintip aurora forecast bilang, 1 jam lagi muncul, tapi 1 jam lagi itu ga muncul2. Malah muncul setelah udah lewat 1 jam-an itu.

Allah punya misteri …

IMG_0428

IMG_0432

Kita pulang dengan perasaan senang semua. Dan ternyata ketika kita ketemu sama group yang aurora snowmobile, mereka juga hepi dan ramelah kita cerita2.

Next day, hari trip ke hotel es alias ice hotel di Jukkarsjarvik, 15 menit dari Kiruna. Tadinya, ice hotel trip ini udah ga akan jadi karena g ada temen, tapi, Alhamdulillah muncul yang sepasang orang dari Hongkong itu dan mereka juga mau ke sana. Alhamdulillah, pucuk dicinta ulam tiba. Allah baik banget sama gw.

Jam 9 pagi udah kudu siap di resepsionis. Perjalanan memakan waktu 1.5 jam. Pemandangan kanan kiri, putih semua… jadi tidur aja deh, tapi di tengah2 kita ketemu sama sekawanan reindeer yg lagi cari makan. Lucu ya mereka.

Jam 10 lewat, kita sampai di ice hotel. It’s sooo cold… tiket masuk dewasa SEK200. Tapi karena kita pake transport juga dari Abisko, jadinya 1 orang SEK1,190. Everything is expensive here. Tepok jidat deh.

Pintu Cuma 1 untuk kamar2 dingin. Semua kamar tahun 2015 ini, total 55 buah. Semua bersuhu         -5OC. Masuk ke lobinya Cuma ada pelataran simple. Hotel tersebut ada sayap kanan dan kiri. Jadi setiap sayap ada beberapa gang. Dan setiap gang itu lah kamar2nya tsb berada. Setiap kamar punya judul dan nama pemahatnya. Beberapa menarik dan malah ada yang unik. Setiap tahun, pahatan ga sama. Tahun ini yang special ada gajahnya. Setiap tahun pemahat2 datang untuk mahatin yang mereka mau secara setiap summer, hotel esnya akan meleleh.

Jadi, dari pagi sampai sore, hotel tersebut dibuka untuk umum untuk lihat2. Sore sampai malam sampai pagi lagi, ditutup karena mau dipake sama tamu. Helloww… ada gitu yg nginep di situ secara biar kata dipannya papan dan kasur biasa + kulit reindeer, tapi suhu ruangannya di bawah 0 derajat? Baru sejam aja gw di dalam ngiter2in tuh semua ruangan, udah pada beku semua, plus jari2 tangan, udah bener2 kaku, apalagi mau tidur dr malem sampe pagi? Sensasi yang lebay…

Belum kelar ngiter, perut udah krayak kruyuk. Untung ada coklat Indonesia, Silverqueen. Abis itu satu batang sekaligus. Biasanya Cuma 1 potek doang. Alhamdulillah, ganjel dikit. Setelah kelar semua kamar ditengokin, kita keluar dan di luar udah rame sama turis2 yang pada mau masuk ice hotel.

Langsung aja nyebrang jalan untuk ke restaurantnya. Tanya punya Tanya makanan dan harga, kita ber-4 memutuskan untuk makan di sana. Laper abis nek. System lunchnya buffet dengan harga SEK155/org. karena kartu kredit gw udah over limit (huahuhuhuhu…) dan krone gw ga cukup, melayanglah lembaran Dollar gw dengan kembalian Swedish Krone. Gpp, jadi bisa beli oleh2 uang kembaliannya:D.

Balik dari ice hotel, gw liat pasangan Ekuador – Swedia, lagi bikin snow man terbesar tahun ini. Well, gw coba tawarkan bantuan dan mereka terima. Mereka lagi buat kepalanya dan itu gede banget. Jadi, kita bertiga berusaha untuk bawa kepalanya ke badannya. Kita dorong sekuat tenaga. Amboi… beratnya masya Allah. Udah sampe badannya, lebih mencret lagi naikin kepalanya ke atas. Mereka aja tuh berdua yang atur strategi, gw dengerin aja dan bantuin. Seriusan, mpe mencret angkat kepalanya ke atas. Si Ekuador aja sampe buka mantel baju bengkelnya itu saking keringetannya dalam suhu 2OC. dan hasil kerja sama kita bertiga, kepasanglah kepalanya. Selanjutnya mereka ngebentuk sampe jadi, gw balik kamar karena banyak urusan.

Malam, hunting Aurora lagi lewat Aurora Sky Station (ASS). Perjalanan Cuma 5 menit dari penginapan ke sana. ASS itu letaknya di Abisko National Park. Penjemputan dan tiket masuk udah on-line booking. 5 menit pakai mobil dengan harga SEK150. Okelah, dari pada jalan selama 20 menitan dalam dingin, sepi dan gelap. Jam 20:50 teng, mobil datang untuk jemput.

Sampai sana jam 9 malam pas. Turun dari mobil, sopirnya bilang dia akan jemput balik 2x. jam 21:45 dan 00:15. Telat, ditinggal, gitu katanya. Dan pastikan balik lebih awal dari atas stasiun sana karena antrian biasanya panjang dan lama.

Well, ga salah doi ngomong gitu. Karena begitu mau masuk pintu, itu orang udah bejubel di kotak transparan, yang ga taunya tempat ngantri untuk naik kereta gantung. Cuma kereta gantung itu satu2nya moda untuk sampai ke atas ASS. Di tempat antrian itu udah disiapin juga baju bengkel yang super duper tebel dan super duper gede. Ga ada men, ukuran orang asia macam gw yang mungil. Yang paling kecil S, itu segede laki gw yang biasa pake ukuran XL. Kebayang kan lo gw harus survive dengan mantel sendiri.

Untuk sepatu juga segede2 gaban. Berhubung sepatu gw basah secara tadi sore bantuin bikin snow man, jadilah gw ganti sepatu sana yang gede, tebel dan berat. Ga apa-apalah gw pikir dari pada kaki gw rontok kebekuan di open space naik gunung gitu. Lumayan ga memble-memble banget dengan 1 nomor lebih gede dari yang pake biasa.

Hampir 20 menit ngantri, akhirnya kebagian deh jatah gw naik kereta gantung. You know what, Cuma tempat duduk tok tanpa penutup. Dan kereta itu berjalan selama 25 menit ke atas ASS sepanjang hamper 1 KM. jangan macem2 di kereta kalau bisa jangan ngeluarin apapun dari tas. Kebayang kan lo kalo jatoh tuh barang lo ke bawah, gimana ngambilnya coba? Kalau mau jeprat jepret, kalungin ke leher.

Setengah perjalanan pertama, okelah, dinginnya ya dingin. Dan sepanjang perjalanan itu, Allah bener2 sayang ma gw, dikasih liat lagi tuh si cantik Aurora mpe berkali-kali. Gileeeee… indaaahhhhh banget nget nget. Ijo, ungu, nari2 cantik d panggung semesta. Kebayang kan lo, sendirian di atas bangku melayang dalam kegelapan dan dingin yang maknyos trus lo ngadah ke atas langit, liat pertunjukan si cantik Aurora trus liat ke bawah puluhan meter putih semua plus hitam2 (pohon2), liat Aurora lagi ditemani bintang2 terang, Masya Allah… ngerasa lo keciiiillll banget, kecil banget, ga ada apa2nya. Jadi, kawan, gw Cuma bisa bilang, JANGAN SOMBONG. Lo Cuma secuil ujung kuku di muka bumi ini mungkin bahkan sepertrillyun dari 1 butir salju di alam semesta ini.

Setelah kelar setengah jalan, jalanan makin nanjak makin ke atas. And you know what? Angin semakin kencang dan saaaaaaangat kencang. Gw udah ga mau liat langit dan liat bawah. Gw Cuma bisa pegangin tutup kepala gw kanan kiri supaya kepala gw dan pipi gw terus ketutup. Gw juga tutup idung gw pake syal. Cuma tinggal mata aja yang keliatan. Gw nunduk sepanjang jalan ke atas sampe stasiun. Walau gw pake sarung tangan dan berusaha untuk tetep pegang si pucung, tangan gw dah beku dah ga berasa tangan. Yang gw denger Cuma suara angin berderu2. Sesekali ujan turun, sekitar mata gw kayak ditusuk2 kena air hujan. Pokoknya horror banget deh selama beberapa menit. Tapi, Alhamdulillah sampe juga ke atas, survive!

Di atas itu ternyata Cuma tempat kayak restoran, ada cafenya dan beberapa jualan souvenir. Ada penghangat juga di sana (tungku perapian). Langsung gw ngangetin badan plus tangan yang beku di sana. Lumayan lama untuk tangan gw kembali hangat, padahal itu perapian lumayan panas loh.

Ga berapa lama, tour guide manggil untuk ngasih pelajaran, apa sih Aurora itu. Jadi, kita disuruh masuk ruangan kotak 2×2 dengan isi beberapa layar monitor yang ngasih gambar2 Aurora dan hubungan2nya. Juga ada gambar seberapa tinggi Aurora berada di langit luar atmosphere kita sana.

Ga sampe 10 menit doi ngejelasin tentang Aurora. Yang mau Tanya, silahkan Tanya. Setelahnya kita bisa liat2 sendiri di touch screen itu semua tentang Aurora dan pastinya astronomi.

Yang pada bawa kamera professional, pada keluar untuk hunting Aurora. Gw coba untuk keluar. OMG, baru buka pintu, gw langsung tutup lagi. Anginya kenceeeeeng banget, rek. Persiapan gw ga mateng. Gw ga pake sarung tangan dan idung ga ditutup. Gw siapain lagi semua, terus keluar lagi. Itu pun ga berapa lama. Cuma liat2 aja ada apa di luar.

Dan ternyata di luar, kita bisa liat kota Abisko yang berlampu2 dalam kegelapan. Trus, juga beberapa siapain kamera dan hunting. Ada juga yang tidur2an di bangku sambil ngeliat ke langit. yang lagi berdua2an juga ada (sirik mode on).

Ga banyak yang bisa gw lakuin di ASS karena ga bawa kamera professional. Kamera HP dan digital, ga mempan nangkep Aurora. Sedih deh pokoknya. Jadilah gw balik jam 11 dari atas. Keluar ASS trus masuk jalur antrian ga ada petugas tapi ada bel, jadi kita pencet, orangnya nongol. Angin ribut ga kelar2. Makin malem pulang makin kenceng anginnya. Belum lagi ntar ditinggal sopir lagi. Jadi, putusin tetep balik. Dan terulang, sepanjang perjalanan, gw Cuma bisa megangin pucung biar ga kebuka, biar kepala dan pipi gw tetep ketutup plus tutup idung syal. Pokoknya rapet banget deh. Daaann… terulang lagi dingiinnnnya dalam setengah perjalanan.

Tapi, begitu setengah perjalanan terakhir, semua kayak normal lagi. Aman, dingin normal dan Aurora muncul lagi, jadi ngadah lagi kepala ke atas. Alhamdulillah, 2 malam ini ga sia2 dateng jauh2 dari Jakarta ke lingkar kutub utara, dikasih hasilnya apa yang diniatkan. Sampai di bawah, tunggu mobil jemputan. Dan pas 00:15, langsung cabut.

The next morning. Yang tadinya mau snowmobile, gatot euy secara partisipannya Cuma gw seorangan. So, bayaran direturn balik ke kartu kredit gw. So, alhasil gw jalan2 aja sendirian dalam salju di sekitar penginapan. Ga banyak yang gw liat. Gw ga mau pergi terlalu jauh karena ga mau tersesat hahahahaha… males banget kalo tersesat secara kereta siang nanti mesti teng-go dan badan juga udah mulai berasa cape hehe.

Killing the time, foto2 narsis aja sama si snowman plus alam sekitar. Jam 11 pagi check out ke stasiun yang Cuma 150 meter jaraknya. Tapi jangan anggap enteng jarak segitu yang harusnya 3 menit jalan kaki, ini bisa 10 menit bwt gw dalam salju dan nggegeret2 koper 20kg.

Kereta datang jam 12:15 dan tepat jam 12:18 cabut, sesuai jadwal yang tertera di tiket. No late, pokoknya. Kalaupun delay, papan pengumuman akan kasih info delay dan jam revisi kedatangan. Dan itu pun pas banget sesuai jamnya.

Kereta Abisko ke Boden C dapet tempat duduk normal, dan dari Boden C ke Arlanda C untuk kereta malamnya, gw pilih yang bed chaucette secara perginya ambil yang sleeper. Arlanda itu stasiun bandara. Jadi stasiun di bawahnya, bandara (airport) di atasnya.

Sampai Arlanda C jam 7 kurang 10 menit, yang harusnya 6:04 karena ada delay. Jam 5 udah bangun, siap2 sigap takut kelewatan stasiunnya. Dan ternyata jam masih sepagi itu buat orang2 sana kali ya, jadi pengumuman pemberhentian stasiun enggak diumumin lewat speaker karena mungkin biar yang lain ga keganggu, tapi petugas ngetokin pintu penumpang satu2 sesuai pemberhentian. Begitu sampe kabin gw, pintu diketok sekali terus langsung dibuka sama doi. Langsung Tanya, you are number 34, stop in Arlanda, right?

Yup! Langsung gw beberes dan keluar kabin. Tunggu di luar aja, ga masuk2 kabin lagi, takut kelewatan. Eh, bener, begitu berenti, gw Cuma liat pemandangan kayak di dalam gua. Apa berhenti sementara sambil nunggu kereta barang lewat? Secara beberapa kali seperti itu. Berhenti di tempat yang ga sesuai Cuma utk nunggu kereta barang lewat. Dan secara ga bisa liat sisi yang lainnya karena ketutupan kabin, langsung gw bergegas ke pintu. Begitu pintu kebuka, untungnya ada petugas yang tadi, langsung gw Tanya, dan doi inget gw di kabin nomor berapa. Langsung dijawab iya. Wah, langsung loncat keluar gw, daripada kebablasan.

Dari stasiun gw naik ke atas, yaitu bandara. Serahin tiket kereta ke petugas, baru bisa dibukain pintu masuk bandara. Di sini petugas perempuannya jutek. Terminal 5 langsung ada di sebelah kiri. Cari tempat sholat. Setelah tanya2, ternyata tempat sholat semua agama dijadikan satu. Oh My God… dan itu ternyata emang normal di Eropah sana utk menyatukan tempat sholat semua agama.

Berhubung no choice, ya dilakukan juga di situ. Cari toilet untuk beberes ganti baju karena mau free walk tour di Stockholm. Masukin koper dan backpack ke loker yang ada di lantai bawah dengan harga SEK80 untuk ukuran gede. Setelah aman, langsung beli tiket bus. Saran kalau mau ke Stockholm dari Arlanda, sebaiknya naik bus aja ketimbang Arlanda Express (kereta) karena harga kereta 2x lipat. Jadwal bus setiap 20 menit sekali. Dapat jatah bus 6C. keluar dari terminal, menuju pangkalan bus. Di sana nanti ada petugas yang minta tiket kita untuk ditandai. PP Arlanda – Stockholm dengan bus SEK218, sedangkan dengan kereta sebesar SEK530.

Turun di T-Centralen. Pusatnya Stockholm, dekat dengan Tourist Information Center. Jam 10 teng, yang pada mau free tour walking udah ngumpul. Lumayan banyak, ada sekitar 20 org. ada seorang tour guidenya. Doi jadi bawa kita keliling Stockholm, masih di sekitar pusat kotanya, menceritakan asal usul Stockholm, beberapa kejadian2 fenomenal, kisah2 ratu dan pangeran, sampai misteri perdana mentri yang mati ditembak. Kenapa misteri? Karena pelakunya tidak terungkap sd skrg setelah 30 tahun. Dan katanya kalau bisa ungkapin pembunuhnya siapa, dapet duit kl ga salah SEK3juta.

Karena tour itu gratis, kita Cuma diingatkan untuk kasih tips. Yang puas, bisa kasih tips senilai kepuasan, yang ga punya uang, kasih hug aja gpp, katanya. Wah, kalau guidenya cowo, boleh juga sih tips + hug huehehehehe…

Kelar ini, liat upacara pergantian petugas di istana ratu. Penonton kecewa, Cuma 5 menit euy. Dan pada bertanya2, what’s next? Cuma segini? Yaaa… tidak semenarik di Amalia’s Borg, Kopenhagen. Udah dinginnya menggigit, atraksinya Cuma secuil. Yah, terima nasib. Langsung cus aja ke pusat informasi turis, Tanya naik apa ke Mesjid. Tadinya mau jalan kaki karena Cuma sekitar 20 menitan. Berhubung ampun dije dengan suhu udara, jadi kibarin bendera putih aja dan langsung memutuskan untuk naik transportasi umum.

Tanya numpang Tanya naik apa kalo ke Keppelgrand 10, disuruh naik metro. Aih, mati gw, langsung bengong disuruh naik metro, gw langsung mikir metong metro mini. Ke underground di bawah circle city, gw ikutin petunjuk, eh ga taunya metro itu kereta. Aihss… gw norak bingits deh. Ngikik ngikik sendiri. Stasiun yang dilewatin Cuma 3 dan Cuma 5 menit ajah. Turun setelah Lussen, gw lupa nama stasiunnya. Turun, naik tangga, belok kanan, hoalalalaaa… Alhamdulillah depan mata itu mesjidnya.

Hal yang paling menyenangkan ketika di luar negri adalah ketemu masjid! J.

Setelah selesai ibadah zuhur, azhar lanjut magrib (secara zuhur dan ashar waktunya singkat2 di winter), balik dengan rute yang sama, balik ke Arlanda terminal 5. Ambil koper dengan cemplungin koin item yang tadi dapet pas masukin koper ke loker. Isya dulu sebagai penutup dimulai jam 5:23 sore. Nunggu mpe kriting dah mpe setengah 10 malem, cus, Jakarta I’m coming home…

 

Beda Sleeper dan Bed Couchette sesuai pengalaman pribadi
Deskripsi Bed Couchette Sleeper
Isi tempat tidur 3 6
Kunci pintu Ada Tidak ada
Fasilitas mandi Dapat Tidak dapat
Waslap Ada Tidak ada

 

Tips:

  • Bawa obat2an pribadi, khususnya cairan2 yang bisa menghangatkan badan seperti minyak kayu putih, minyak tawon, dll, di musim dingin di Eropa dan sekitarnya.
  • Bawa kamera professional (LSR) untuk hunting Aurora, supaya ga nyesel di kemudian hari. Kalau Cuma buat narsis bukan di Aurora, ga masalah pakai yang poket digital gitu.
  • Semua kegiatan di Eropa, tepat waktu. Jadi jangan anggap sepele untuk urusan waktu. Kalau bisa datang 5 menit sebelumnya supaya enggak ketinggalan. Telat 1 menit aja ditinggal.
  • Untuk pemesanan ASS, sebaiknya dibook di awal paling lambat 2 minggu sebelum tanggal H-nya karena kalau ga, ga akan kebagian tempat selama musim liburan. Sama seperti dog-sled, lepas H-2minggu, udah fully booked.
  • Untuk berada di kereta 24 jam, siapin makanan sendiri karena kereta ga menyediakan makanan gratis. Kalau ga mau repot bawa makan sendiri, ya mesti sediain uang krone. Juga di penginapan di Abisko, bawa makanan mentah sendiri, kita masak sendiri di sana karena memang disediakan dapur lengkap dengan semua peralatan memasak.

Sweden – Part 1: Copenhagen – Malmo – Lund Journey 2015

IMG_7978
Turning Torso, Kebangaan warga Swedia

15 Agustus 2015

Mulai berangkat dari CGK jam 8 malam kurang 20 menit alias 19:40. Seperti biasa, check in. dan ternyata check in on-linenya yang dilakukan di rumah ga berlaku karena kata petugasnya gw salah masukin data visa. Hedeh… yawes lah, akhirnya tetep sih di antrian check-in on line xixixixi… jadi lumayan cepet ketimbang antrian konvensional.

Lufthansa telat 20 menit, tapi oke lah bisa ngecas hape dulu d luar ruang tunggu (secara di ruang tunggu soetta ga ada colokan bwt penumpang), setelah itu cabut. Ga disangka, smua pramugari pramugaranya oldist2, generasi 60-an s/d 90-an.

Lumayan terbang 15+ jam. Mati gaya. Makan udah, tidur udah, ke toilet udah pake pup lagi ampun deh, betah gw berarti d Lufthansa. Ngecas hape jg udah di pesawat. Jadi di layar depan kursi kita duduk, disediakan colokan USB. Mayan bisa buat ngecas.

IMG_8438

Berangkat dapet snack, which is sandwich. Dah pules, eh tau2 disuruh turun dulu di bandara KL, Malaysia. Di tiket ditulis stopover KL. Kirain tetep duduk manis aja di pesawat, nunggu angkut penumpang dari Malaysia. Eh, ga taunya disuruh turun dulu. Ya ampuunn… midnight. Ngantuknya setengah mati, disuruh turun Cuma untuk masuk lagi di ruang tunggu krn pesawat mau dibersiin. Onde mande…

Boarding lagi. Blm lama tidur, tau2 nyium aroma makanan. Wah, bangun deh. Sahur kita jam 2 tepat di atas Turkey. Nyambung tidur lagi. Bangun2 nyium aroma makanan lagi xixixixxi… untung sebelumnya dah pup, jadi ga overload si lambung. Jadilah sarapan di atas Budapest.

16 Agustus 2015

IMG_7958[1]  IMG_7950

Alhamdulillah landing di Frankfrut tepat sesuai jadwal, jam 7 pagi. Keluar pesawat tanpa ambil bagasi ke arah connecting plane. Petunjuk di airport jelas. Dikasih tau kalau gatenya berubah sm petugas (kita kudu tanya jg, jgn diem aja. Terbukti kl nanya ga nyasar. Iya, gate berubah kan lumayan jalannya kalo salah direction). Trus, nunggu 3 jam. Eh, lg duduk2 manis, ada yg nanya, “are you from Malaysia?”. Aaiihhh… mentang2 jilbab, kl bukan di Asia, pasti ditanyanya dari Malaysia, ya? Tapi, waktu di Jepang belom jilbaban, malah dikira dari Filipina, hedeh…

Eh, ternyata yang nanya malah dari bangsa sendiri. 2 ibu2 hebat dari Indonesia yang mau ke Norway untuk belajar PLTA selama 3 minggu. Jadilah ngobrol banyak kita bertiga. Semoga mereka sukses! J

Sejam sebelumnya, ngecek lagi di papan info, dan nongol sudah nomor gatenya. Dan emang bener yg dibilang petugas tadi. Bukannya ga percaya, tapi kan cross check perlu jg :D. berangkatlah ke gate yang dimaksud. On time. Cabut, pake bus dianter ke pesawat. Pesawatnya kecil. Mungkin karena antar Negara-negara eropa kali ya. Ga ada monitor, ga bisa nonton, ga bisa ngecas. Yasudh tidur aja lagi. Bangun2 biasa… nyium makanan lagi. Pilihannya Cuma sandwich sama yogurt. Ya pasti pilih sandwich lah, biar ga kelaparan huhuhuhu….

Sampe di Copenhagen. Seems so normal. Tukerin uang di bandara langsung. Ya ampun… mehong deh kursnya. Masak Swedish Korn dihargai IDR1,800 *nangisbombay*. Padahal harusnya IDR1,600. Ya sudahlah daripada ga bisa bayar hotel trus ngemper. Tuker juga ke Denmark Korn, buat beli makanan pengganjal perut euy. Jadilah beli pisang 1 biji sama mineral water 1 botol, itu DKK48 yang berarti sama dengan IDR96,000 *tambah nangis Bombay deh kl terus2an dikonvert ke IDR*.

Swedish Krone
Swedish Krone
Dannish Krone

Cari jalan keluar, trus nanya petugas beli tiket kereta ke Malmo. Harusnya sih ke Lund karena hotel di sana, tapi sayang ah, waktu masih banyak, isi dengan yang bermanfaat *jalan-jalandotcom*. Ternyata beli tiket kereta di Copenhagen sama dengan beli tiket di Singapur, Jepang, Thailand, Aussie, pake mesin. Indonesia kapan ya? Atau sudah ya? Harga tiket Copenhagen – Malmo, DKK89 (IDR178,000). Perjalanan memakan waktu 30 menit, ngebelah selat Oresund, naik Oresundstag.

Mesin tiket

IMG_7975[1]
Jembatan Oresund
Sampai di Malmo, Central Station, Malmo C, mulailah tanya2 tourist office dimana. Orang-orang Swedia berbahasa Inggris dengan baik walau tulisan2 informasi public menggunakan bahasa mereka semua. Jadi jangan khawatir jika perlu informasi, langsung Tanya saja dengan orang-orang sana. Dan kebanyakan mereka membantu selama kita sopan. Dan ternyata letak kantor informasi berada di seberang stasiun. Beberapa kertas seputar Malmo gw ambil untuk jaga2 walaupun akhirnya nanya juga sama petugasnya. Karena ga mungkin muterin Malmo dengan bagasi gede dan backpack, akhirnya Tanya apakah ada tempat penitipan tas. Alhamdulillah ada di stasiun Trak/ Spar 5. Jadilah balik lagi ke stasiun dengan ngegeret2.

IMG_7966
Malmo C

IMG_8083[1]
Tempat penitipan tas, Spar/ Track 5
Jasa loker lumayan mahal di sana. Tas dorong si bagasi dihargai SEK70, sedangkan backpack SEK30. Tapi, worth it lah daripada muter2 bawa2 gituan? G banget. Atau taro dulu di hotel di Lund trus balik lagi. Harga tiketnya bulak-balik hamper sama dengan bayar loker. Belum lagi buang waktu. Di tempat loker itu, ada juga tempat mandi dan toilet. Ga tau berapa bayarnya karena ga nyoba mandi di sana (padahal nanyakan bisa :D).

Setelah naro smua yang gede2, jalanlah ke halte bus d luar stasiun. Ga jauh sih, Cuma 10 meteran. Sebelum naik, gw inget pernah baca, kl bus d Malmo ga akan terima cash. Harus beli dulu kartunya. Jadilah gw baca2 dulu itu brosur2 yang diambil di kantor turis tadi. Ternyata kita harus beli dulu di tempat yang namanya Skanetrafiken. Jangan lupa ambil nomor antrian. Gw nunggu aja di antrian, eh ga taunya setelah lama nunggu baru tau kalo harus ambil nomor. Duh, ampun deh. Setelah maju ke kasir, nanya deh kl kita Cuma mau ngiterin Malmo sightseeing pake bus. Jadi dikasihlah sama dia tiket terusan seharga SEK22, dikasih print outnya, bukan berupa tiket seperti ATM. Itu kalau naik bis normal bukan untuk jalan2 baru beli tiket itu yang namanya Jojo.

IMG_7968

Ternyata hari itu Malmo lagi ada Summer Festival. Antara tgl 14 – 21 Agustus 2015. Jadi yang pada bilang Malmo itu sepi ternyata engga ya karena festival itu. Jadi banyak restaurant dan music di sepanjang jalan dan sepanjang sungai. Yoyoy sepanjang sungai. Sungainya bersih, bisa disusurin juga. Banyak yang pada tidur2an, main, mancing. Semua bisa kita lihat kalau kita naik perahunya, Rundan Sighseeing dengan harga SEK135 (IDR216,000) selama 50 menit bisa sambil ngemil. Secara kalo kita ngegeragas di bus, bisa kena damprat sopirnya.

Setelah dapat tiket, naiklah bis. Ga tau nomor berapa. Nanya aja sama sopirnya, mau ke Turning Torso, bener ga nih bisnya? Trus sambil nunjukkin tiket terusan tadi. Katanya ya. Eh, tapi ternyata ini bus bukan bus yang langsung berenti di depan halte Turning Torso, tapi rada jauh. Huhuhuhu… mayan jalan. Ampun, jauh. Kaki dah mulai berasa sakit. Tapi, langsung terhibur begitu liat tuh gedung dari jauh. Ambil foto2 deh dari jauh, trus mampir dulu ke pantainya sebentar Cuma buat moto jembatan Oresund dari jauh. Anginnya kenceng banget walo summer.

Demi tekad udah bulat, tetep tak samperin itu gedung, dengan tetep nanya orang sekitar. Akhirnya sampe juga. Pintu masuknya ga ada tombol ga ada apapun, tapi langsung kebuka sendiri. Tadinya berfikir itu sensor. Sampe dalam pintu (2 lapis), bingung sendiri karena pintu terakhir ga kebuka2. Ya itu, ga ada tombol apa2. Tapi untungnya ga berapa lama kebuka. Belok kiri, ada pintu lagi. Langsung kebuka lagi otomatis. Susurin koridornya, ketemu deh receptionistnya. Ga taunya di meja doi, ada banyak banget layar CCTV. Nah, jadi dari situ dia kepo, dia pencet tombol pintu dari mejanya.

IMG_7979
Pintu depan Turning Torso

Dan ternyata, setelah tengklok, si receptionist ramah ini bilang kalau Turning Torso itu bukan gedung public. Tapi dia adalah apartemen yang dijual dan disewain. Kemarenan sempet dibuka utk umum, tapi Cuma beberapa hari. Jadi, setahun sekali aja dibuka pas summer, tapi beberapa hari aja. Public bisa naik ke atas dan lihat Malmo dari atas. Ya sudahlah, akhirnya keluar lagi dari Turning Torso.

Depan komplek Turning Torso ada halte. Tunggu di situ, ada bus naik aja, ga peduli nomornya, nanya aja sama sopirnya, mau ke Museum Malmo. Ok, kata doi. Dan ternyata ok-nya sama dengan sopir pertama. Ga persis di depan gedungnya. Huhuhuhu… jalan lagi. Ada kali 1 KM. ampun dije deh.

Sampe museum, kita disuguhkan pemandangan benteng jaman kuno. Batu bata merah depannya sungai. Masuk bayar SEK40. Banyak ruangan di dalam museum itu. Jujur, isinya sangat membosankan dan sedikit horror. Jadi, ga lama-lama juga di sana walaupun semua tempat gw masukin. Drpd penasaran euy.

IMG_7983   IMG_7991

IMG_7993      IMG_7996

IMG_7995   IMG_7999

IMG_8022   IMG_8016

IMG_8024   IMG_8030

Balik dari museum, jalan kaki lagi ke halte, huhuhuu…. Padahal eike tau Malmo C itu ada di depan mata. Cuman, males banget dh jalan. Lebih jauh drpd ke halte. Begitu bus dateng, tunjukin tiket terusan, nanya lewatin Malmo C g? nah, kali ini sopirnya bener. Emang bener2 langsung depan Malmo C. Alhamdulillah…  jam masih menunjukkan pukul 4 sore waktu Swedia (CET/ +1). Sambil ngerengangin kaki, ya tepatlah kalau saatnya Rundan sighseeing seperti yang diceritakan di atas sebelumnya.

IMG_8041[1]   IMG_8051[1]

IMG_8060[1]   IMG_8075[1]

Setelah puas sama Malmo (sebenernya belum puas, tapi si kaki udah protes abis minta istirahat), carilah makan di sekitar stasiun. Cari yang berbau Asia. Dapatlah masakan Thailand. Haduh, ga banget deh, nasinya maur, sayurnya ternyata lobak huek g suka… trs harganya mehong bingits. Sama air sebotol habis SEK95. *nangis Bombay triple*. Trus habis makan malam, belilah tiket kereta di mesin dalam ruang Skanetrafiken seharga SEK48 dengan gesek kartu kredit. Iya, bisa kok gesek kartu kredit selama lambangnya sesuai dengan mesinnya. Rata2 ya Mastercard, Maestro. Kapan ya, ada logo ATM bersama di situ? 😀

Keren ya, sarapan di sekitar Jerman, makan siang di Denmark, makan malam di Swedia. Kapan lagi ngerasain pengalaman norak kayak gitu? 😀

Perjalanan Malmo – Lund Cuma sekitar 10 menit dengan kereta Oresundstag. Sampai di Lund C (stasiun kereta Lund), nanya lagi arah ke hotel Lundia (padahal si bos udah kasih oret2an. Mang dasar ga mau buang2 energi lagi kl salah jalan, mending nanya dh. Untungnya yg ditanya ramah dan helpful banget (Makasih ya, Non). Jadi keluar Lund C, kudu naik ke atas pake escalator, trus belok kanan lurus sampe mentok, trus turun lagi, keluar deh. Nah dari situ terusin jalannya sampe ketemu blok pertama, belok kiri, sampe deh.

IMG_8086   IMG_8091

Sampe kamar, langsung meringis secara kaki udah protes abis2an dan ngamuk manual berdua. Kaku, sakit, keram, semuanya jadi satu. Liat kamar, ga ada AC. Ampun dh, gimana kalo kepanasan? pikir dalam hati. Ternyata pas tidur, nyari jaket plus nambah selimut wkwkwkwk… tapi enak, biar kata buka jendela sampe jam 10an malam, ga ada nyamuk sama sekali.

Emang sih summer, tapi anginnya kenceng banget. Orang2 Lund bilang summernya enak tapi anginnya rada aneh, kenceng banget, ga seperti biasanya. Suhu siang sekitar 23O, kalo malem bisa 17anO.

17 Agustus 2015

Merdeka! Di negri orang… kerja …

Petugas hotel rada jengkel begitu gw bilang shuttle busnya cancel pagi ini secara ada pesan mendadak dari bos untuk tetap di hotel, ga ke kantor dulu karena ada alasan personal dari Coach gw. Okelah, gw jg ga mau cancel, tapi emang harus cancel. Bodo amat dia jengkel. Gw malah Alhamdulillah bisa ngelurusin kaki lagi sejenak.

Sarapan, pilihannya, roti, roti, roti, sereal, sereal, sereal, jus, jus, jus, pork, pork dan pork. Alhasil, setiap pagi, sarapannya roti, roti dan roti. Susah juga ya nyari bakso sama bakmi buat sarapan…

IMG_8163   IMG_8278

Akhirnya, dapet berita, meeting mulai jam 11 CET. Oke, berangkatlah jam 10:30 dari hotel. Crut, Cuma 5 menit ajah ke kantor pake taxi. Gw padahal disuruh berkali-kali sama bos untuk jalan aja dari hotel – kantor – hotel. Tapi, seribu alasan gw kemukain kenapa gw naik mobil terus. Ya ampun, bisa mencret gw kaki lagi masih protes gini. Jalan kaki bisa 20 menitan. Sampe di sana ketemulah sama bossnya boss, wanita humble yang smart banget. Beliau juga adalah sponsorship proyek SAP ini.

IMG_8257   IMG_8258

Mulailah kerja sampai dengan Jum’at. Pening tujuh keliling oi…

18 Agustus 2015

Pulang kerja, ada undangan makan malam dari boss wanita. Yakin makan malam judulnya? Secara makan malam jam 7, ini masih terang benderang kayak jam 3 sore. Harusnya makan malamnya jam 10 malam secara gelapnya baru mulai jam setengah 10 malam.

Penjemputan makan malam dilakukan sama boss cowo. Iya, bos yang di Jakarta. Orang Swedia tulen. Jadilah kita bertiga jalan kaki menyusuri Lund dulu sebelum ke tempat makan. Iya, bertiga, sama orang Shanghai Tetra Pak yang kebetulan kunjungan juga ke Lund.

Dimulai dari hotel Lundia, kita belok kiri. Menyusuri beberapa gedung kampus Lund. Lund University. Ternyata kata si boss, gedung kampus Lund itu banyak tersebar di Lund. Jadi ketika kemarin gw nanya kea rah mana kalau mau liat2 kampus? Doi bilang, mau yang mana? Banyak, tapi yg terdekat dari hotel ya yang lagi disusurin ini.

Boss jelasin sejarah kampus. Ini gedung apa, itu gedung apa. Namanya gw bawel, selain dia jelasin, gw jg tanya2 gedung2 yang lain yang pake bahasa mereka. Ternyata mereka juga ada Koperasi. Ini gedungnya. Terus, nunjukkin katedral terbesar kedua, kalau ga salah di Lund. Nunjukkin satu2nya toko buku dan satu2nya Cinema Theather di Lund. Iya, Lund itu kota kecil, luasnya Cuma 25km2. Jadi katanya kalo kemana2 ga usah takut nyasar, paling balik ke situ lagi ke situ lagi.

Gw bilang ke miss Shanghai, kl boss itu the best guide in Sweden. Eh, si nona satu ini dengernya the best guy. Haduh…. Udah fly dia. Masih jetleg.

IMG_8118
Lunds Universitet
IMG_8121
Lunds Universitet
IMG_8126
Lund Cathedral
IMG_8132
Middle Lund
IMG_8135
Koperasinya Lund
IMG_8137
Lund Down Town

Habis muter2, langsunglah kita ke tempat makan. Anginnya kenceeenngg banget. Untungnya bawa sweater. Nah, si miss shanghai ini ga bawa, jadilah dia menggigil sepanjang perjalanan. Si boss, selalu pakai jas. Jadi selain tampil, jas jg berguna buat nahan dingin dan angin.

Sampe di tempat makan, ga lama boss cewe datang. Sebelum kedatangan beliau, boss cowo udah nanya mau makan apa? Gw bilang, anything but pork. Nah, doi udah tau sih secara udah 3 tahun di Indonesia. Alhasil, doi samperin pelayannya dan jelasin mau pesen makanan halal. Gw nanya, ada ayam ga? Doi bilang ada, tapi ga halal juga karena pisaunya dipake bareng sama motong b2. Wah, paham juga doi. Akhirnya kita ngobrol2 tentang halal, puasa, tentang idul fitri sampe perusahaan kita juga nyumbang kambing tiap tahun 2x. kayaknya pengetahuan dia lebih Islam dari orang Islam J.

Boss cewe ga aware tentang makanan halal dan beliau say sorry. Trs, minuman juga kan banyak liquernya, jadi gw pilihlah jus. Rasa jus Cuma 2, apel sama orens. Spontan gw Tanya, kok Cuma 2? Ada rasa lain ga? Pelayannya bengong dan jawab emang Cuma 2 aja. Si boss cewe lsg ketawa. Gw lupa, kl gw ga di Indonesia. Dia bilang, welcome to Sweden. Dan dia akan inget soal jus ini sm makanan halal kl inget gw. Weks… plis deh bu… hehe…

Habis kita dinner, ngobrol sana sini, selesai. Pulang tinggal kita berdua (gw dg miss Shanghai, Heidy). Angin tambah kenceng. Heidy mulai tambah menggigil. Kasian juga sih. Gw tawarin sweater gw ga mau dia. Gw kan ada jaket jg di hotel. Alhasil, pulang, doi lari2 kecil. Itung2 olahraga. Tapi, tetep kita foto2 sekalian. Numpang narsis di tengah2 kota gang Lund.

IMG_8145   IMG_8151

19 Agustus 2015

Pulang kerja, cabut ke supermarket terdekat. Ternyata di Lund juga ada pengemis jalanan ya. Ketemu beberapa orang megang gelas kertas isinya logam2 dikrecek2in supaya orang2 ngasih uang ke mereka. Sepanjang perjalanan dari hotel ke Supermarket (padahal deket loh, satu blok malah sama hotel), itu ketemu sekitar 3 – 4 pengemis. Yg perempuan pake kerudung/ penutup kepala, yang cowo biasa aja, Cuma emang rada kumel. Gw ga tau mereka itu pengungsi yang ga bisa dapet kerja atau malas atau apa, karena yg terlihat ya mereka secara fisik ga keliatan kayak orang susah. Ga kerempeng, kurus kering gitu. Ga cacat. Yaa… smoga Allah kasih mereka rezeki yang baik dan cukup.

Nama supermarketnya Malmborg. Ukuran standard. Ga kecil kayak mart2 yang menjamur di Jakarta, tapi ga gede juga kayak C4, Giant dan semacamnya. Cukuplah ukurannya. Malmo kota kecil. Ga ada mall mewah kayak GI, MOI, Sency atau Kokas, Kuncit dsb. Jadi, supermarket itu lumayan rame juga. Tapi, tenang hidup di Lund. Ga banyak stress kayak di Jakarta.

Dalam Malmborg, yang banyak itu keju. Iya, keju. Banyak banget jenis dan jumlahnya. Cuman, harganya bikin mata berair hiks. Jadilah ngambil beberapa box coklat buat oleh2 dan temannya. Ya ampuunnn… belanja segitu aja habis hamper 1 juta IDR. Kalo di Indonesia itu sampe muntah kali makanin coklat sampe seharga segitu. Luar biasa ya Eropah… engkau sungguh sangat mahal…

20 Agustus 2015

Ngendon di kamar hotel. Istirahat.

21 Agustus 2015

Mau ke mesjid di Lund.  Setelah tanya2, kata petugas sana, mushollanya ga appropriate untuk wanita. Jadi, dia menyarankan ke Islamic Center di Lund. Dan ternyata ga ada orang yang angkat telp di Islamic Center tsb. Alhasil ga jadilah cari mesjid dan cancel peminjaman sepeda sama pihak hotel. Akhirnya, hunting souvenir aja.

Hunting souvenir. Dapet deket hotel, namanya Lilla Boden. Cuma ketemu satu2nya toko souvenir di situ. Itu udah down townnya Lund. Ga terlalu banyak pilihan, namun lumayan bisa milih2. Mau pilih yang mana juga bingung karena mehong2 alias mahal2. Petugasnya masih muda. Dia nawarin mau dibungkus ga sebagai gift? Dia kasih liat amplop kecil2. Bolehlah diwrap up. Ga taunya satu2 itu souvenir dibungkusin dengan sabar, ditambah pake pita lagi. Makanya mahalpun worth it. Sambil dia ngebungkus, kita ngobrol tentang agama. Dia bilang dia bingung kadang suka mix antara agama dan logika. Trs dia bilang kadang suka ngeliat roh kakeknya. Well, gw bilang it’s a good start that you have faith, at least. Trs, dia ngomongin temennya yg budha. Lalu, dia nanya ke gw kl gw budha apa ga? Haduh… dia bener2 “buta” nih, gw kan pake jilbab, dan gw ambil kesimpulan, dia ga tau Islam J.

IMG_8296   IMG_8308

Anyway, interesting topic termasuk ngomongin shouthern lighting alias si cantik aurora. Aurora Cuma ada di sebelah utara dan bisa di liat musim apapun dan ga akan pernah nemuin di Selatan. Yang mana Lund itu Selatan, jadi ya ga berharap bisa ngeliat. Setidaknya 8 jam perjalanan by car kalau mau nyambangin utara dari selatan.

22 Agustus 2015

Check out, mulai petualangan ke Kopenhagen.

Ceritanya book city tour pakai sepeda di FairyTales agent, DKK350 untuk 3 jam. Perjalanan dimulai jam 10 pagi. Gw udah memperkirakan sebelum jam 10 sampai sana dengan kereta 8.30 dari Lund. Ternyata, jadwal kereta Lund – Kopenhagen adanya jam 8.41. wah, kemakan 11 menit. 11 menit akan jadi sangat berharga. Tibalah di Kopenhagen jam 9.15. cari tempat loker untuk naro bagasi. Sialnya, gw kehabisan waktu di seputar loker ini. Tips buat temen2 yg mau naro loker, siapin semuanya dg baik dan kenali medan dg benar2 karena di Kopenhagen semuanya serba self service, ga ada petugas satu terlihat dan untuk dimintai tolong. Kalau di Malmo, loker tidak automatis, jadi masih ada petugas yg bisa ngebantu.

Loker di bandara Kopenhagen terletak di seberang Terminal 2. Tempat loker dibagi jadi 2, yang sebelah kiri pakai kartu kredit, yg sebelah kanan pakai koin. Gw ke tempat yang pakai kartu kredit. Mulailah gw masukin 2 tas gede gw ke loker trus masukin kartu kredit ke mesin. Entah kenapa, kartu kredit gw direject terus. 3x gw coba, g berhasil2. Itu udah makan waktu berapa menit coba. Kesel bgt deh. Trs, ada yg kasih tau utk ke tempat sebelah loker pakai koin.

Dg setengah lari dan menggeret2 tas, gw sampe di loker koin. Loker gede DKK75, loker kecil DKK50. Sialnya gw ga punya koin DKK sebanyak itu. Pake uang kertas ga bisa. Padahal DKK kertas gw lumayan banyak. Alhasil gw mesti cari tempat penukaran uang. Itu ada di terminal 3. Ampun deh, udah ngabisin waktu berapa menit lagi itu. Untungnya, tadi pas mau nyebrang ke tempat loker, gw liat dan denger ada sekumpulan orang Indonesia. Jadi, langsung aja gw cari mereka dan SKSD untuk tukerin koin DKK sama IDR. Untungnya ada yang punya. Jadilah DKK100 setara dg IDR 205.000.

Karena udah panic waktu berjalan terus, gw sampe salah prosedur. Jadi gw masukin dulu uangnya baru tasnya. Itu sangat salah karena prosedurnya terbalik. Jadi, rugilah gw sebanyak DKK80. Koin DKK udah ga nyampe lagi sampe DKK50 untuk ngulang. Pingin nangis rasanya. Alhamdulillah, ada sepasang oma-opa yang baik banget ngebantu gw. Dia kasih kekurangan duit gw pake duit dia, terus dia bantu gw untuk nge-loker. Habis ngelok, kita akan dapet koin tipis hitam untuk ngebuka kunci loker nanti kalau balik. Gw bilang, tolong tuker sm kertasan DKK50 gw. Dia bilang ga usah, gpp pake aja. Ya ampunn… baik banget. Alhamdulillah ketemu orang baik seperti mereka. Udah selesai, gw langsung ngucapin beribu2 terima kasih dan langsung ambil langkah seribu.

IMG_8314    IMG_8431

IMG_8432    IMG_8433

Telp agentnya kalau gw akan telat karena gw tau Kopenhagen – City hall pakai kereta itu 21 menit. Sedangkan waktu sudah menunjukkan 9.45. gw belum beli tiket pula. Ampun ga sih? Gw telp, minta tolong ditungguin. Kata operatornya ga bisa. Trs, gw Tanya uang bisa refund g? dia bilang ga bisa karena itu agentnya kasih harga murah untuk tour2nya. Akhirnya gw minta no hape guidenya. Langsung gw telp gudienya dan minta ditungguin 15 menit dan titip pesen ke peserta lain permintaan maaf gw. That’s why, good preparation itu penting banget. Gw habis waktu di loker selama 30 menit. Harusnya paling 10 – 15 menit.

Sampe di central station, gw nanya orang lagi biar kata udah dikasih direction sama guidenya cara mencapai city hall dari central station. Yang gw Tanya malah ga tau, huhuhuhuu… untungnya ada pasangan, yg cowonya negro yang cewenya bule, nolongin gw. Alhamdulillah… masih banyak orang baik. Jadi, kalau dari central station kita kudu nyebrang dulu sampe persis d depan Tivoli. Tivoli itu bisa dibilang landmarknya Denmark, kayak Dufan gitu. Dari situ, jalan lurus kea rah Axelborg, gedung gede yang mana di situ ada pusat informasi turis juga. Dari situ, belok kanan, lurus terus sekitar 100 meter, nah ketemu deh city hall, tapi kudu nyebrang.

IMG_8406
Tivoli
IMG_8419
Parkiran Sepeda Tivoli
IMG_8402
AxelBorg
IMG_8400
Sepeda rental di City Hall

Begitu nyebrang, kita udah bisa liat sepeda2 putih bejejer di sana. Di situ biasanya agent2 kayak FairyTales, Viatur, dll mulai perjalanan sightseeing by bike. Sampe sana, pastinya ngos2an karena dari stasiun mpe sana, gw lari. Untungnya peserta Cuma 3, yang mana 2 orang itu ternyata couple dari Kanada. Begitu liat gw kecil, guidenya agak bingung karena sepedanya ga didesain bwt orang kecil kayak gw. Min. req. untuk pengendara sepeda tersebut 160 cm. dia telp agentnya untuk nanya apakah ada sepeda lain yang bisa dipakai. Ternyata ada, tapi gw harus bayar lagi karena itu di luar budget mereka. Mengingat gw udah telat, ngebuang waktu peserta lain dan gw ga mau keluarin duit lagi, gw bilang, gw bisa pakai sepeda ini. Dia concern banget sama safety. Tapi gw insist dan stubborn deh kl kita tes dulu gw pake sepeda ini. Lah, emang dasarnya gw bisa bersepeda dan nekat, ya bisa lah. Cuma, ketika berhenti gw harus turun dari sadel yang mana yang lain ga perlu, tetep duduk aja di sadel. Derita orang kate pendek, gitu deh. Tapi, perlu tau, kalau sepeda itu selain tinggi, dia juga berat. Jadi, setelah bersepedaan, gw yang ga pernah olahraga dari Lebaran, ambruk lah badan gw. Ngerentek abis. Di pesawat cm bisa meringis2 sendirian hahahaha… udah dibalurin balsam juga itu sekujur tubuh tetep ga ngaruh, lah iya ga langsung sembuh lah. Jadi, tips yang lain, minimal 2 bln sebelum berangkat melancong, biasain rutin olahraga, supaya ga suffer kayak gw.

Mulailah perjalanan jam 10.30, yang mana dah telat setengah jam dan itu karena gw. Ampun deh, malu banget. Dan khawatir juga, kita akan telat untuk ngeliat pertukaran petugas di Amelia’s borg, rumahnya si Ratu Denmark. Atraksi itu merupakan salah satu yang paling menyedot perhatian turis di Denmark.

Dimulai dari patungnya HC Andersen. Tau dong siapa doi. Doi ga punya keturunan. Menurut info si guide ganteng ini, pemerintah lagi cari data dia di sekitar perkumpulan gay. Whew… terus jelasin seputar bangunan2 bersejarah di city hall. Lanjut bersepeda, kita dibawa ke kanalnya yang bersih dan tempat orang2 pada olahraga dan santai2 di situ. Kalau winter, kanal itu beku dan orang pada main ice skating di atasnya. Enak bener ya …

IMG_8315     IMG_8321

IMG_8323   IMG_8327

Dari situ, kita beralih ke round tower. Masuk ke komplek sana, kita harus tuntun sepeda, ga boleh dikendarai karena banyak orang hilir mudik dan kita juga ga bisa parkir sepeda karena parkiran sepeda sudah sangat penuh.  Round tower ini adalah tempat observatorium.  Kalau ada kesempatan lagi, gw kepingin banget masuk observatorium sana. Dan di sekitar itu jugalah tempat chaos waktu Nabi Muhammad saw dicemooh lewat karikatur. Astagfirullah…

IMG_8338
Round Tower
IMG_8334
Parkiran sepeda yang penuh

Dari situ, kita ke King’s Park. Dulu tempat raja ngendon, sekarang udah tinggal jadi museum aja. Kita ga masuk ke sana, Cuma liat dari luarnya aja. Di King’s Park itu banyak pohon2 kanan kiri yang jadi greeny park.  Di sebelah King’s Park, ada markasnya ABRI Denmark.

IMG_8341    IMG_8342

Lanjut dari situ, kita ke perumahan angkatan laut Denmark, navy residence. Identik dengan warna orens. Ternyata perumahan itu bisa disewa untuk umum tapi mehong.

IMG_8346

Lanjut ke landmarknya Denmark yang lain yang sangat terkenal, patung putri duyung, yang ternyata ukurannya mini, makanya dijulukin little mermaid. Jadi, jangan berharap patung itu super gede. Tips kalau mau foto2an, hati2 dengan batu2nya yang licin. Ada yang terpeleset dan nyemplung di situ kata si guide Andreas.

Dari little mermaid, kita susurin kanal sampe ke gedung opera. Kata kritikus, gedung itu jelek (ugly). Kalau bahasa kita, cupu kali y. tapi, setiap tahun di gedung itu ada perlombaan terjun bebas dengan gaya yang indah ke kanal dari atas roof topnya yang berjarak 25m ke air. Kompetisi dilakukan di sekitar awal Juli setiap tahun.

IMG_8354
Little Mermaid
IMG_8357
Copenhagen Opera House

Dari gedung opera, kita lanjut bersepda ke Amelia’s borg. Bendera ga berkibar di sana, itu tandanya Ratu sedang tidak ada di kediaman. Pergantian petugas ini setiap hari dilaksanakan, mulai dari King’s park sampai ke kediaman Ratu. Upacara pergantian memakan waktu sekitar 20 menit dari munculnya petugas di Amelia’s sampai menghilang kembali ke King’s Park. Kalau Ratu ada, pergantian tsb akan diiringi musik. Satu hal yang berkesan, selama perjalanan petugas dari King’s Park, mereka akan tetap mematuhi rambu lalu lintas. Jadi, kalau mereka ketemu lampu merah, ya mereka berhenti. Bukan karena mereka petugas eksklusif Negara, jadi diprioritaskan. Itu enggak dalam kamus mereka. Semoga Indonesia bisa juga matuhin peraturan walau yang lewat pejabat atau orang yang punya akses khusus.

Seru juga liat upacara pergantian petugas itu. Tapi kalau tiap hari juga bosen kali yak. Penontonnya banyak bingits deh. Petugas sampe berulang kali dan muter2 untuk menghalau pemirsah. Ya, di Kopenhagen pas hari Sabtu itu, turis banyaaakkkkk banget. Jadi, cuek aja kalau kita pegang peta dan buka2 peta di jalanan atau ga nanya2. Itu dah wajar banget.

IMG_8367    IMG_8370

Habis dari sana, kita lanjut ke gereja besar di belakang komplek Ratu. Tapi, sayang sedang ditutup untuk umum.

IMG_8381
Amelia’s place
IMG_8385
Dannish Cathedral

Dari situ, kita ke kanal yang sangat terkenal di Denmark dan sangat banyak foto2nya di internet. Di kanal itu, banyak terdapat tempat nongkrong dan makan. Dari kanal kita lanjut ke gedung parliemen. Lalu balik ke city hall. Selesai sudah tour 3 jam-nya dengan sepeda. Jangan lupa, kasih tip ke guide kita.

IMG_8389    IMG_8398

Gw nanya guide dimana mesjid, dia Cuma tau ada 1 tapi jauh banget. Dia ga ngejelasin gimana caranya ke sana. Ya sudah, akhirnya gw ke tourist information office aja yang tadi udah dijelasin di gedung Axelborg. Di sana kita ambil nomor antrian. Setelah antrian kita, petugas akan jelasin dengan ramah. Jadi, kalau mau ke mesjid, kita naik bus nomor 5A dari city hall, turun di Neobro st. dan ternyata daerah Neobro itu, gudangnya orang2 muslim karena di sana ada beberapa mesjid dan wanita2nya banyak yang berjilbab.

Ketemulah 1 mesjid. Well, kita sebutnya musholla. Jangan berharap banyak mesjid2 di eropa itu seperti di Asia, megah, besar, struktur Islam yang ada kubahnya, bulan sabit dan bintangnya.  Mesjid2 di sana, atau lebih tepatnya disebut musholla, hanya bangunan biasa yang biasanya jadi satu dengan toko2 atau kantor2. Jadi lebih mirip ruko atau sepetak kios.

IMG_8410    IMG_8409

Setelah selesai sholat jamak, ngacir lagi naik bus yang sama, kembali ke city hall. Hunting souvenir. Dan itu surganya belanja di sana. Banyak toko2 souvenir seperti gantungan kunci, tempelan kulkas, kaos, mug, dll d sana. Tapi, for your info, cari took yang jualnya orang Cina. Gw udah banding2in, dapetnya ya di toko Cina itu yang murah dengan barang2 yg sama. Belanjaan gw habis DKK325. Dan ternyata kata si engkoh, kalau belanja min. DKK300, kita akan dapat tax free, yang mana sejumlah uang akan balik ke kita dari hasil belanjaan kita. Dan di belanjaan gw, gw dapat refund DKK47. Lumayan banget. Tapi, nukerinnya itu di bandara, ada tempat khususnya.

IMG_8415    IMG_8413

Habis selesai belanja, balik ke bandara. Sekarang, mau coba pakai bus. Ada bus khusus, nomor 5A juga yang ke bandara, tapi perhatikan, harus yang ada tulisan Kopenhagen airport. Kalau 5A polos, ga sampe bandara. Ongkos dari city hall ke bandara DKK48. Kalau pakai kereta DKK36. Maksudnya pakai bus karena mau lihat2 kota Kopenhagen. Karena kalau pakai kereta kan ga bisa lihat kota keseluruhan.

IMG_8418    IMG_8416

Sampai bandara, tukerin dulu refund ke Global Blue. Lumayan ngantri panjang. Banyak juga yang dapet uang kaget dari hasil belanjaannya asiikk… inget lagi tips berikut. Isi langsung form yang ada di tanda terima sekalian print out receipt kita karena kalau enggak, kalau ketemu petugas yang jutek kayak nasib gw ketemu ibu2 tua, doi manyun, hentak2an amplop gw, suruh buka sendiri sambil ditanya2 menyelidik. Iihhh,,, ampun deh bener, males banget ketemu orang kayak gitu. Udah gitu, form dicoret2 sama stabillo dia, suruh gw isi. Gw pikir gw gw dapet form dulu di counter, ternyata emang dasar ga teliti, itu udah ada di bon yang kita terima. Gw isilah, trs gw serahin balik tapi ke petugas yang satunya, yang cowo dan masih muda dan tidak ada jutek hehe…

Proses ga lama, terus ditanya mau mata uang apa? Jadi, mereka bisa kasih segala jenis mata uang untuk refundnya.

IMG_8425    IMG_8430

Habis kelar itu, balik ke loker. Masukin koin hitam tipis, terus kebuka lah loker kita. Lanjut, ke terminal 3, taro bagasi. Gw ga perlu self-check in sendiri lagi di bandara karena gw udah lakuin on-line check-in. jadi, baiknya 24 jam sebelum keberangkatan kita lakukan on-line check-in. selain menghemat waktu, kita juga bisa menghemat tenaga karena self check-in lumayan panjang antriannya. Oia, disebutkan self check-in maksudnya ga ada petugas untuk daftarin kita check-in. jadi, di sana ada banyak mesin, kita check-in sendiri dan kita dapat boarding pass langsung dari mesin tsb. Pokoknya di eropa kita dituntut mandiri deh. Nanti kita dapet notifikasi check-in ke email kita. Kita perlihatkan ke petugas bagasi trs diprint boarding passnya.

Di sana Cuma ada counter buat naro tas2/ bagasi.  Habis taro, ya kita imigrasi. Di imigrasi juga masuk pintunya pakai bar code scanner yang ada di boarding pass kita. Ga ada petugas yang ambilin boarding pass kita terus discannin sama mereka. Ga ada yang model kayak gitu yang kayak ada di Indonesia.

Jadi, Kopenhagen – Frankfrut – Kuala Lumpur – Jakarta – Rumah. Home sweet home, 23 Agustus 2015.

PERTH

7 – 13 September 2014

Day 1

Kota yang tenang dan sepi. Itulah banyak yang bilang. Dan sayapun merasakan hal tsb. Begitu landing di bandara Perth, Minggu 7 September 2014 @18.30. Begitu mobil meluncur keluar bandara, suasana seperti di Jakarta tengah malam. Sangat lenggang dan sepi. Rumah-rumah penduduk gelap semua karena mereka mempunyai system sensor cahaya. Ketika ada orang mendekat, maka lampu teras otomatis akan menyala.

Featured image

Makan di RM “Taurus” di pinggiran kota dengan porsi menggunung (porsi untuk 2 orang). Alhasil setengahnya dibawa pulang.

Apartemen yang kami tempati bernama City Waters. Tepat di sebelah Pan Pacific. Menghadap langsung ke lapangan rumput seluas 4x lapangan bola plus bonus sungai Jetti.

Featured image    Featured image    Featured image

Featured imageFeatured image

Kembali ke bandara. Di imigrasi, passport saya ditahan oleh petugas. Berkali-kali 2 orang melihat foto di passport dan aslinya saya. Di passport foto tidak berjilbab sedangkan aktualnya sudah berjilbab :D. Jadilah menunggu sekitar 10 menitan untuk petugas memeriksa data atau apapun saya tidak begitu tau karena biliknya tertutup. Setelah itu tetap dengan ramah, saya ditanyai apakah baru pertama kali ke Aussie? Tujuannya apa ke Aussie? Kerja di mana? Posisi apa? Akan balik lagi ke Negara asal kan? Oia pasti Miss secara punya anak yang tiap hari ngangenin …

Day 2

Dari apartemen ke City. Pemerintah Aussie menyediakan bus gratis untuk penduduknya dan para pelancong di kota Perth dan sekitarnya. Ada 4 tipe bus yang disediakan yaitu Red CAT, Green CAT, Blue CAT dan Yellow CAT.

Featured image

Awalnya kami menaiki bus yang tidak gratis karena tidak tau kalau bus yang dinaiki itu bernomor dan bayar, namun kata sopirnya tidak usah bayar ketika ditanya berapa ongkosnya. Dan ternyata semua bus yang mengarah ke City kalau kita mau ke City, itu akan gratis.

Di City, kami membeli sim card, Vodafone. Terus terang, harganya lumayan karena yang termurah seharga AUD10 tapi mendapatkan pulsa AUD100. Dengan kartu kredit Standard Chartered, pembayaranpun jadi mudah. Bisa juga beli kartu Lyca di mart-mart kecil dengan harga AUD2 dan isi pulsa AUD10. Itu berarti isi pulsa 10 dollar Aussie plus ada bonus ngenet. Kami juga membeli obat karena ada luka di kaki om saya karena kemarin-kemarin memakai sandal yang sudah lama tidak dipakai. Jadilah melenting. Kemudian membesar dan sekarang membengkak plus ngebet.

Rencananya kami mau naik Hop on Hop off, bus wisata yang atasnya terbuka. Tapi ternyata, salah halte. Bus tersebut tidak berhenti di halte yang kami tunggui, padahal di sana tertera halte 56 William Street. Alhasil, kami save AUD30 masing-masing.

Karena waktu menunggu 1 jam lagi, maka kami putuskan makan siang dulu dan setelahnya menaiki Blue CAT karena sudah setengah hari berjalan. Sayang kalau tetap naik Bus Hop on Hop off tersebut, bayar full tapi Cuma dipakai setengah hari. Selain itu cuaca yang tidak bersahabat juga menjadi alasan kami untuk akhirnya enggan menaiki bus tersebut. Musim semi di awal September ini, sehari di Perth, bisa lebih dari 10 kali turun hujan dan angin yang sangat kencang.

Dari Perth Underground, William Street, dengan Blue CAT kami menuju Bell Tower. Iconnya Perth dengan bangunannya yang seperti angsa (swan). Hanya 6 lantai dengan membayar AUD9. Seharusnya AUD15, tapi ditanya penjaga tiket dari mana saya berasal, dan saya jawab Jakarta, miss cantik itu memberikan potongan harga AUD6. Alhamdulillah …

Featured image  Featured image  Featured image

Dalam gedung itu diceritakan sejarah bell dari awal. Lantai 1 disajikan bel besar. Lantai 2 diperlihatkan peninggalan-peninggalan sejarah bel dari awal dengan benda-bendanya yang diperlihatkan dalam display. Level 3, toilet. Level 4, . level 5, . level 6, ruang terbuka (open air deck) dengan kita bisa melihat sebagian kecil kota Perth 360O dengan memasukkan koin ke dalam teleskop.

Featured image  Featured image  Featured image  Featured image

Kembali ke bawah, lantai lobi, saya menuliskan nama di buku tamu dan saya foto. Inilah hasilnya :D.

Featured image

Perjalanan dilanjutkan dengan Blue CAT lalu sambung Red CAT kembali ke apartemen karena om saya sudah tidak sanggup berjalan lagi karena kakinya makin ngebet dan sakit. Dengan Red CAT, kami turun di halte Mercedes College, lalu berjalan kaki selama 10 menit ke bawah. Ternyata belum setengah jalan, kami melewati Perth Mint. Inilah rencananya, setelah menemani om saya balik apartemen, saya memutuskan untuk ke Perth Mint, perusahaan tambang emas pertama dan tertua di Aussie.

Jam 2 siang saya tiba di Perth Mint. Ternyata tour-nya jam setengah 3. Alhamdulillah tidak terlambat dan masih ada waktu setengah jam untuk keliling-keliling took emasnya sekaligus mengambil beberapa gambar gedung Perth Mint dari luar.

Featured image  Featured image

Featured image  Featured image

Menggiurkan melihat emas-emas yang dipajang dalam berbagai bentuk dan perhiasan. Namun, harganya ajib untuk ukuran kantong saya.

Ketika tour dimulai, kami dibawa ke pekarangan luar oleh pemandunya dan mulailah ia bercerita dari awal Perth Mint itu ada. Setelah sekitar 15 menit, barulah selesai, kami masuk ke dalam gedung. Diperlihatkannya lah kami koin terbesar yang dibuat oleh perusahaan tersebut yang dipajang di tengah dengan meja putar. Meskipun dilarang ambil gambar, namun saya bandel untuk ambil gambar tersebut. Selain melihat koin terbesar itu, kami juga disuguhkan film mengenai emas dalam layar 5 monitor giant. Setelah kurang lebih 10 menit, kami meneruskan tour tersebut ke tempat peragaan bagaimana emas dibuat dengan suhu yang lumayan panas.

Featured image

Tetap dengan bandelnya, saya ambil gambar. Dan beberapa orang bule di belakang saya 3 kali ngomong tidak boleh ambil gambar. Harusnya saya ambil tempat duduk di paling belakang, jadi tidak bising dengan teguran mereka :D. ketika emas dikeluarkan dari pengapian, itu lumayan panas hawanya. Prosesnya cepat. Setelah emas cair, lalu langsung dimasukkan ke dalam cetakan, dan beberapa detik setelah itu langsung dimasukkan ke dalam air. Dan tidak dalam hitungan 1 menit, diperlihatkannyalah hasil kerjanya. Luar biasa, emasnya langsung jadi seberat 6kg. Ngilerdotcom.

Setelah pertunjukan usai, kami disuguhi lagi film documenter mengenai emas yang sangat membosankan. Untunglah hanya sekitar 5 menit selesai. Kami mengikuti papan penunjuk keluar dan didapatilah timbangan untuk kita, seberapa berharganya badan kita dalam ukuran emas dan dikonversi ke dalam nilai AUD. Tidak semuanya yang mencoba sukses, karena komputernya suka “tidak perduli” ketika kita menginjakkan kaki kita di atas timbangannya.

Caranya adalah kita berdiri di atas papan timbangan, kemudian diam dan tunggu mesin menghitung massa tubuh kita. Setelah selesai, kita pencet tombol di samping untuk melihat hasilnya. Hasil saya adalah badan saya seharga AUD5juta hahahahahaha….

Setelah timbang badan emas, saya menuju mesin cetak koin emas. Dengan hanya memasukkan koin AUD2, kita akan mendapatkan koin emas yang sudah dicetak. Satu sisi gambar gedung Perth Mint, satu sisinya yang lain gambar lambang Perth Mint. Karena 2 dollar Aussie saya Cuma 2, jadinya saya hanya mendapatkan 2 koin emas cetakan saja. Lumayan, kenang-kenangan buat anak saya.

Featured image

Ketika jam menunjukkan masih jam 4 kurang, saya memutuskan untuk ke City lagi. Hanya untuk melihat-lihat dan memastikan jalur CAT gratis.

Malamnya, kami makan bebek di RM Chinese yang berada agak ke utara Perth.

Day 3

Pagi mengurusi om dulu untuk pecahin kakinya yang melenting. Dibakarlah peniti pakai api dari kompor gas. Alhasil sudah kempes dan mendingan. Tapi, tetap pergi sendiri ke King’s Park.

Dari apartemen City Waters, saya berjalan kaki ke arah halte Perth Mint. Lalu naik Red CAT, turun di Perth Underground dan lanjut dengan Blue CAT sampai ke terminal bus. Dan berganti lagi dengan Green CAT. Jika ke King’s Park dengan Green CAT, harusnya turun di Haverest bukan di King’s Park Road.

Di sana kita akan menyusuri jalan setapak yang sudah diaspal. Menemui pusat informasi yang dijaga oleh dua orang sangat tua tapi sehat dan semangat serta ramah melayani pengunjung yang datang. Dari sana, bisa ditelusuri monument perjuangan dan bisa menikmati kota Perth dari ketinggian.

Featured image  Featured image Featured image

Setiap hari jam 10 pagi, 12 siang dan 2 siang, akan ada tour guide yang akan menerangkan mengenai sebagian kecil isi botanical garden di King’s Park. Dengan luas 4000ha, tidak akan mungkin 1 tour guide menerangkan semua yang ada dalam 1 hari :P. Jika Anda penggemar flora, maka perjalanan dengan tour guide tsb sangat tepat untuk menambah pengetahuan flora Anda.

Tour guide yang disediakan sudah sepuh semua tapi mereka tetap semangat dan ramah. Menjelaskan dari awal sampai dengan selesai selama 1,5 jam tanpa lelah. Two thumbs up. Yang lebih keren lagi, para petugas di sana hampir semuanya sepuh, tapi semangat dan keramahan mereka pantas diacungkan jempol.

Featured imageFeatured image

Featured image  Featured image

Sorenya saya menghadiri upacara peresmian kewarganegaraan sepupu menjadi WN Aussie. Upacara berjalan tepat waktu, singkat, padat dan tanpa embel-embel. Dalam setengah jam, sekitar 20 orang diresmikan menjadi warga Negara Australia.

Day 4

Pagi rencana mau ke Pinguin Island tapi untungnya ke pusat informasi dulu di City yang terletak di William Street. Petugas yang sudah sepuh tapi masih segar dan semangat mengatakan sampai dengan pertengahan September kita akan sia-sia kalau ke sana karena para penguin kecil tersebut sedang nesting, jadi kita tidak akan bisa melihat mereka berkeliaran. Akan berkeliaran kembali setelah pertengahan September sampai dengan summer selesai.

Featured image

Lalu beliau merekomendasikan pergi ke AQWA, Aquarium of Western Australia. Sama sekali mirip dengan Sea Worldnya Jakarta yang di Ancol. Buat saya Sea World lebih bagus aqua besarnya yang kita berada di dalamnya melihat ke atas ikan-ikannya. Cuma satu yang menarik perhatian yaitu Moon Jelly Fish. Sangat cantik, anggun dan misterius. Ubur-ubur bulan ada yang ukuran kecil dan besar dalam 2 akuarium yang berbeda. Bisa dicek di youtube ini utk versi “hidup”nya dengan kata kunci ubur-ubur, jellyfish, aqwa.

Perjalanan dari stasiun Perth Underground, naik kereta Joondaloop line berhenti di stasiun Warwick. Pembelian tiket kereta api menggunakan mesin. Kita harus cek dulu tujuan kita ada di zona berapa. Di mesin tiket tertera sampai dengan 8 zona. Stasiun Warwick adalah zone 2. Karena sudah melewati jam kerja, harga yang harusnya AUD2.9 menjadi AUD1.8. Setiap tiket ada batas waktunya sampai jam berapa tiket tersebut berlaku.

Sampai di statsiun Warwick, kita beranjak ke atas untuk sambung dengan Bus nomor 423. Dengan membayar sekitar AUD3, kita akan diantar ke halte Hillary. Dengan jalanan yang sepi dan lengang, bus membawa kita selama kurang lebih 20 menit tanpa macet. Sopirnya mengucapkan salam begitu melihat saya yang berjilbab. Lalu dia cakap bahase Melayu lor J, dikira nak saye dari Malaysia.

Tapi, memang sopir-sopir bis di Perth semua ramah dan sangat menolong. Tidak hanya saya yang dijawab dengan rasa puas, tapi semua penumpang yang bertanya dijawab dengan baik dan ramah. Bahkan ada ketemu 2x sopir yang turun dari tempat setirnya hanya untuk mengantarkan penumpang yang benar-benar lost untuk dibawa ke bus/ tempat yang benar.

Penduduk Perth mostly memang ramah. Beberapa kali saya disapa, “hi”, “hello”, “morning” atau sebatas senyum di tengah jalan. Bahkan beberapa kali ditawarkan untuk difoto di tempat yang kelihatannya kita coba-coba foto sendiri J.

Kembali ke AQWA. Sampai di halte Hillary, kita jalan sekitar setengah kilo untuk sampai depan pintu AQWA. Di sekitar sana banyak toko souvenir dan perahu-perahu jet. Di sepanjang jalan pakai bus, rumah-rumah besar banyak yang memiliki perahu-perahu tersebut parkir di halaman rumahnya.

HTM AQWA sebesar AUD29. Kita akan diberi peta dan jam-jam berapa saja ada show atau guide di area-area tertentu.

Featured image  Featured image  Featured image

Featured image    Featured imageFeatured image

Featured image  Featured image  Featured image

Sorenya, saya kembali ke City dan mencoba cari masjid yang sudah saya cari di internet. Masjid di City hanya ada di William Street 427 – 429. Masjid itu tidak sama sekali di tengah City tapi minggir jauh ke dekat kawasan makanan Asia seperti Vietnam, China, Korea dan Malaysia. Jika jalan kaki dari City akan menyita waktu 20 – 30 menit. Ada baiknya naik Blue CAT, turun di Abardeen Street, lalu lanjut jalan kaki. Kalau jalannya ngebut bisa dapat 5 menit.

Featured image  Featured image  Featured image

Alhamdulillah ketemu. Tibalah ashar. Dan zuhur dijamak. Ketemu Pak Iman yang ternyata dari Jakarta sedang berada di Australia selama 40 hari dakwah dari rumah ke rumah. Tausiah akan diadakan lagi jam 5 sore. Jadi, saya capcus dulu balik ke City untuk cari makanan Indonesia karena siang hanya makan biskuit dan teh manis.

Ada di dekat halte Hay Street RM Indonesia bernama Indonesia Indah. Lumayan dengan AUD11.5 sudah dapat nasi rames pakai capcai, rendang, siraman kuah santan dan sambal goreng plus kelapa muda.

Setelah makan, kembali ke masjid. Ternyata di sebelah bagian belakang masjid, ada rumah Imam dari Malaysia yang beristrikan Thailand tapi lancar bahasa Melayunya. Di sanalah para pendakwah rumah ke rumah tinggal selama 2 hari. Karena sebelumnya mereka sudah ke rumah orang Bangladesh, India, Malaysia. Besok mereka akan meneruskan ke Perth Utara.

Mereka berasal dari Jakarta yang berpusat di Masjid Kebun Jeruk, Gajah Mada. Intinya, jika ingin mencari ilmu agama, kita tidak harus selalu yang datang ke majlis, tapi kita bisa membuat majlis di rumah sendiri, it’s a lovely activity. Allah punya rencana mempertemukan saya dengan mereka.

Tausiah perempuan dimulai setelah magrib. Karena Blue CAT selesai jam 7.30 malam, maka jam 7 saya harus sudah selesai sendiri demi mengejar bus terakhir. Namun, nasib berkata lain. Walaupun sudah tiba di halte jam 7.15 dengan ngos-ngosan, tetap tidak ada bus. Ketika menunggu beberapa menit, walaupun mesin bilang 11 menit lagi bus datang, tiba-tiba ada pasangan kulit gelap dengan baiknya memberi tahu bahwa bus terakhir sudah lewat dan tidak akan datang lagi. Karena memang 7.30 malam itu bus-bus sudah di City Perth, bukan di halte-halte masih berkeliaran. Perlu diketahui, di Perth sini, atau mungkin di seluruh Australia, semua sangat tepat waktu.

Jadilah saya jalan kaki dari masjid sampai ke apartemen. Menelusuri sepanjang William Street sampai ke Bell Tower, lalu membelah lapangan rumput seluas 4x lapangan bola, bolak balik dari lapangan ke pinggir sungai Jetti. Ambil foto-foto jalan dan pohon kelapa di tengah jalan menunggu jalanan sepi tanpa mobil. Foto-foto Bell tower di malam hari dan kaki tanpa sandal di lapangan rumput basah. It’s amazing, merasakan rumput basah dengan kaki telanjang. Wonderful feeling. 1 jam ternyata olah raga jalan kaki tersebut dengan foto sana sini.

Featured image   Featured image

Featured image    Featured image

Well, kalau kita anggap ketinggalan bus adalah hal yang sial, ubah saja mindset kita, ada berkah di balik itu. Allah akan menghitung langkah kaki kita dari dan ke mesjid. Bisa lihat dari dekat kehidupan malam Perth. Olah raga gratis. Menikmati lapangan rumput basah yang ternyata enak rasanya karena lapangannya bersih.

Sampai apartemen, yg biasanya mandi ala Indonesia, kini bath tub saya isi dengan air hangat. Berendam. Haaaaa… what a fantastic life.

Day 5

Caversham wild life Park. Itu tujuan hari ini. Bisa ketemu kanguru sama koala, ikonnya Aussie.

Featured image   Featured image

Dimulai dari apartemen jam 9an pagi menuju City naik Red CAT. Turun di Perth Underground. Bayar tiket concession karena di atas jam 9 pagi seharga AUD1.8 zone 2. Turun di stasiun Bessandean. Sambung bus no. 955 atau 956 tanpa bayar lagi karena tiket kereta yang bisa nyambung bus berlaku sampai dengan jam 11.45 pagi. Saat itu waktu menunjukkan jam 10. 20 pagi. Alhamdulillah …

Turun dari bis persis di depan gerbang Whiteman Park, Caversham Wild Life Park. Dari sana, hanya ada saya dan 2 orang asing berdua, 1 dari Perth sendiri dan 1 dari Hongkong. Di depan gerbang, ada telpon khusus untuk pengunjung yang minta dijemput karena jarak tempuh dari gerbang ke dalam sejauh 1.6KM. lumayan kalau jalan kaki, bisa tegang betis.

Saya langsung telpon sesuai petunjuk. Dalam hitungan kurang dari 10 menit, jemputan datang. Pengendaranya bule tua yang paham bahasa Indonesia. Weleh…

Featured image   Featured image

Dalam mobil jemputan, kami saling kenalan dan ngobrol. Si pengendara menjuluki dirinya sendiri bule gila. Bule Perth adalah Nick, asli Australia tapi belum pernah ke Caversham. Dan si Hongkong bernama Hikky, holiday tapi bekerja beberapa bulan di Perth.

Karena Cuma sendirian, maka dengan cueknya saya menawarkan diri untuk gabung dengan mereka, ha ha ha … supaya foto-foto bisa koleksi banyak, tidak foto selfie yang ga jelas.

Dengan AUD25 per orang, kami bertiga masuk ke Caversham. Pertama yang kami cari adalah tentu saja bukan kanguru, tapi toilet :D. pastilah hewan pertama yang kami cari adalah kanguru. Ternyata kanguru adalah binatang malas. Hampir semuanya ketika banyak pengunjung mereka tidur semua. Ampun deh. Dikasih makan saja, makannya sambil rebahan dan tutup mata. Bule-bule lain juga terdengar mereka berkomentar, “they are so lazy…” hahahaha… kami bertiga tersenyum simpul.

Featured image  Featured image

Kanguru tidak ubahnya dengan rusa untuk bau badannya. Yang membedakan di kantung depan, tanduk dan kaki depan yang si rusa tidak pendek. Mereka hewan jinak. Tidak perlu takut jika ingin menyentuh atau  memberinya makan. Mereka sudah terbiasa dengan banyak orang.

Setelah puas dengan kanguru, tujuan selanjutnya adalah koala. Di tempat koala, ada 3 penjaga. 1 untuk buka tutup pintu, 2 untuk selalu memberitahu pengunjung cara membelai koala dan tenaga bantuan untuk foto bersama koala dengan kamera kita sendiri. Mereka minta kita sangat hati-hati memperlakukan koala karena salah sedikit bisa membuat mereka iritasi. Dan lagi-lagi, kami menemukan para koala itu tidur. Ampuunnn… deh …

Featured image   Featured image

Setelah puas juga dengan koala, kami mengunjungi hewan-hewan yang lain yang standard sama dengan di negri kami masing-masing. Sambil menunggu pertunjukan Molly’s farmer, kami makan siang yang ternyata masing-masing sudah bawa (well preparation). Kami nikmati makan siang kami di depan burung merak yang tidak mau menutup “kipas”nya. Sangat cantik. Warna putih.

Featured image     Featured image

Jam 1 kurang 10 menit, sudah banyak pengunjung yang mau menyaksikan pertunjukan si Molly. Jam 1 kurang 5, dibuka gerbangnya dan dalam waktu yang singkat, tempat duduk sudah penuh, sekitar antara 100 – 200 orang.

Pertunjukan dimulai dengan kuda masuk panggung, entah apa yang dilakukannya, hanya mejeng aja :D. Lalu dilanjutkan dengan atraksi anjing herder menggiring domba-domba dari luar agar masuk kandang di panggung. Cukup menarik karena anjing-anjing tersebut pintar dalam melaksanakan tugasnya. Kemudian si pemandu acara memberitahukan cara mencukur bulu domba. Diambil 1 domba untuk dicukur habis bulunya. Ternyata bulu domba itu selain lembut, ia juga lengket.

Featured image   Featured image

Setelah domba sudah “korban” bulu, maka selanjutnya adalah penampilan tali cambuk yang biasa untuk menggeber kuda. Layaknya koboi, tali diputar-putar di atas kepala lalu terakhir putar balik dengan mendadak untuk mengeluarkan cetaran membahana. Sangat mengagetkan tapi keren juga.

Setelah diperagakan, dipanggillah beberapa orang untuk ikut mendemonstrasikan apa yang tadi dicontohkan. Yang laki-laki bisa melakukannya dengan baik, tapi tidak yang perempuan.

Setelah selesai, dipanggilah sekitar 8 anak kecil ke depan panggung, lalu diberikannya mereka masing-masing 1 botol susu yang ada sedotan kunci. Kami pikir itu untuk mereka minum karena sebelum dipanggil, dimasukkan 1 sapi betina untuk nanti diperah susunya. Ketika semua siap dengan susunya, tiba-tiba tanpa tak terduga masuklah 6 anak kambing yang langsung menyedot masing-masing botol susu yang dipegang anak-anak tersebut. Hamper semua kaget tapi yang laki-laki langsung kasih susu tersebut. 1 anak perempuan dipegangin botolnya oleh pemandu dan 1 lagi saking kagetnya, dia lepas itu botol secara spontan dan tidak mau lagi pegang. Semua penonton terhibur dengan atraksi kagetan tersebut.

Selesai acara pemberian susu selesai juga acara Farm tersebut. Tiba giliran anak-anak memerah susu bagi yang mau. Karena antrian panjang, kami memutuskan untuk segera keluar dari arena dan berlanjut ke arena hewan Wombat.

Di arena Wombat, selain wombat, kami dipersilahkan melihat dan memegang burung kakatua, bayi kanguru, semacam tikus besar dan berfoto dengan Wombat. Lucu banget.

Kami meninggalkan Caversham sekitar pukul 14.20 sampai di halte depan menunggu bus 956. Si bule gila kembali mengantar kami ke depan gerbang Caversham. Dengan tiket seharga AUD4.4, saya naik bis tersebut dan dilanjutkan dengan kereta api tanpa membayar tiket lagi.

Kami bertiga berpisah di Perth Underground menuju tujuan kami masing-masing. Nick harus bekerja 3 jam sore itu. Hikky ke tempat temannya untuk potong rambut, dan saya kembali ke Masjid di William Street.

Malam ini, bus terakhir selesai di terminal. Maka, kena lagi saya jalan kaki, membelah 4x lapangan bola. Capenyo… tapi Alhamdulillah, langit tampak cerah sekali dan bintang-bintang bisa terlihat dengan jelas dan bersih. Malah si Bima Sakti (Milky Way) juga turut memeriahkan kecemerlangan bintang-bintang itu.

Satu hal yang takjub adalah, adanya benda seperti bintang, bergerak dari timur ke barat. Saya langsung memuja-muji sang Pencipta dan berdo’a. entah itu bintang beneran yang lagi “jalan-jalan” atau satelit yang dari jauh cahanya mirip bintang. Wallahualam…

Day 6

H-1 untuk menikmati Perth. Belum beli oleh-oleh. Jadilah ke Fremantle. Surga belanja. Kalau ada yang bilang surga belanja backpacker ada di Hay Street, mungkin itu keliru. Yang benar ada di Fremantle.  Buatan Cina tapi masih bisa dibilang terjangkau kantong yang sudah terkuras selama beberapa hari di Perth.

Featured image

Perjalanan bisa dari stasiun Perth Underground, ambil Fremantle Line, langsung turun di stasiun terakhir, Fremantle. Jika ingin ke toko orang Indonesia, keluar stasiun Fremantle belok kanan. Lalu sebrangi lagi rel kereta, berjalan sekitar 100 meter lalu akan ketemu gudang besar yang bertuliskan Market. Nah di sana akan ada banyak toko souvenir. Cari toko Ausin, punyanya orang Tangerang. SKSD sedikit boleh, nanti dikasih diskon 10% untuk banyak item :D.

Oia, Fremantle itu Tanjung Prioknya Jakarta. Tapi, di sini kota itu sangat rapih dan teratur. Jum’at, Sabtu dan Minggu hari paling ramai se-Perth. Banyak tempat nongkrong yang asik dengan suguhan pemandangan laut. Seandainya Tanjung Priok bisa tertata dengan rapid an teratur serta bersih, maka pelabuhan impian akan tercipta.

Featured image Featured image

Featured image  Featured image

Habis 2 jam berbelanja, saya dan om saya makan di Fish n Chips. Bisa naik Fremantle Blue CAT melewati 16 halte atau jalan kaki melawan arus bus tersebut hanya 2 halte. Jika ingin pesan 1 porsi di Fish n Chip, pastikan itu untuk makan berdua karena porsinya banyak. Kalau mau pedas, bawa sendiri saos sachet kalau tidak harus merogoh kocek lagi sebesar AUD1.95 untuk saos.

System di Fish n Chip sangat baik. Setelah pesan dan bayar di kasir, kita akan dikasih semacam receiver seukuran remote. Receiver tersebut bertuliskan, jika makanan sudah siap, receiver akan berbunyi dan menyala. Jadi, kita bisa cari tempat duduk sambil menunggu makanan kita siap saji. Setelah kurang lebih 5 menit, receiver tersebut bunyi dan lampu merahnya menyala. Segera saya bergegas untuk mengambil makanan yang sudah dipesan.

Featured image  Featured image

Makan siang kami ditemani burung cemara yang jumlahnya semakin lama semakin tidak terhitung. Jumlah ikan di pinggir pantai yang sudah dibeton juga sangat banyak. Yang membawa anak kecil harap dijaga dan hati-hati karena pinggir pantai yang dibeton tidak diberi pagar. Kalau jatuh, lumayan itu langsung ke dalam air mungkin sekitar 2 meteran.

Day 7

Pulang *dancing*.

Sebelum pulang, sepupu saya membawa saya dan papanya ke festival tulip di kebun Araluen. Perjalanan hampir 1 jam dengan kendaraan pribadi. Sampai di sana, sudah banyak sekali mobil yang datang dan sedang mengantri untuk parkir. Festival bunga ini hanya ada pada musim Spring.

Di sana banyak juga bertemu dengan perempuan-perempuan berhijab. Dan semuanya yang bertemu dengan saya, mengucapkan salam. Senang rasanya …

Masuk ke taman bunganya membayar AUD15. Worth it … karena begitu masuk, Subhanallah … cantik… berasa di Turki atau Belanda? 😀

Setelah beristirahat sejenak, saya bertemu dengan pengamen tua. Ketika memberikan uang ke dalam tas gitar kecilnya, dia bertanya saya dari mana. Jakarta. Langsung dia memainkan musik lagu Burung Kakak Tua. Amazing …

Featured image  Featured image

Featured image   Featured image

Featured image   Featured image

Featured image Featured image

Kampung Horta

Kreatifitas anak bisa dilakukan dengan apa saja termasuk menggunakan sumber lingkungan sekitar dari barang-barang yang sudah tidak terpakai. Contohnya adalah membuat kertas daur ulang dari kertas yang sudah tidak dipergunakan lagi. Atau bubuk kayu yang sudah tidak terpakai, bisa digunakan untuk membuat boneka yang diberikan bibit agar boneka tersebut bisa tumbuh rumput. Boneka ini dikenal dengan nama boneka Horta.

Perjalanan dimulai ketika bus dan beberapa mobil kami meluncur ke Bogor, kampung Horta. Harusnya memang ke Kampung Horta. Namun karena pada hari H telah penuh dengan peserta lain, maka tempat kami beralih ke Kedai Fatimah di Bogor.

Featured image

Kampung Horta adalah kampung dimana orang-orangnya diberdayakan untuk kebutuhan dan menghasilkan pendapatan dari kegiatan membuat boneka horta.

Peserta/ pengunjung yang datang ke kampung horta, tidak saja hanya untuk membuat boneka horta, tapi masih ada kegiatan lain yang bisa dikerjakan. Satu kegiatan dikenakan biaya Rp20,000/ anak. Beberapa kegiatan yang kami ambil dan dipraktekkan langsung adalah:

1. Membuat boneka horta

IMG_2944

bahan bubuk kayu yang terbungkus stoking sudah disiapkan. Peserta diberikan 3 lembar kain flanel ukuran kecil 3 warna (hitam, merah, putih), sepasang mata, segulung kecil tali dan dipinjamkan gunting dan lem uhu.

Mulailah dengan membayangkan mau dijadikan apa calon boneka itu. Bisa boneka salju olaf, kura-kura, bebek kantoran, dancing queen, atau apapun yang bisa dikreasikan. Setelah mendapatkan gambaran, mulailah membuat kepalanya. Biasanya bibit-bibit yang sudah ada di antara kumpulan bubuk kayu itu akan ditempatkan di atas kepala. Jika seperti kura-kura, bisa di atas punggung.

Jika sudah berbentuk, bisa diberikan aksesoris dari kain flanel. Salah satunya jadilah bebek kantoran yg gambarnya ada di paling atas cerita ini.

2. Membuat kertas daur ulang

Kertas daur ulang dibuat dari campuran kertas bekas disobek-sobek, lem fox dan air diblender. Setelah jadi bubur, dicetak pada cetakan kertas dialasi dengan kain kemudian dijemur untuk dikeringkan.

Featured image Featured image

Featured image Featured image

3. Membuat telor asin

Seperti kita ketahui, telor asin terbuat dari telor bebek yang diasinkan dengan abu gosok dan garam yang dicampur dengan air. Perlu waktu +/- seminggu untuk mengasinkannya kemudian direbus dan dihidangkan. Tapi sebelum dibalur dengan abu gosok garam, telor dilicinkan dahulu dengan amplas.

Featured image Featured image

4. Membuat anthurium kaktus

Anthurium kaktus adalah penanaman kaktus pada gelas dengan susunan dari paling bawah yaitu humus, lalu batu-batuan dengan dimasukkan kaktusnya dan batu-batu hiasan di atasnya. Penyiraman seminggu sekali.

Featured image Featured image

Selain itu ada juga permainan ekosistem sawah. Namun sayang, karena tidak di kampung horta maka ekosistem sawah diganti dengan permainan tangkap belut dan pecah balon.

Selesai acara, kami mengabadikan sebentar para mommy hepi dan anak-anak riang … 🙂

Featured image

Thanks to Ibu Agustin selaku koordinator on Mother’s day 22-12-14